Jumat, 30 Oktober 2015

Video Tutorial Cara membuat Grafik Barber Johnson

09.42

Video Tutorial Cara membuat Grafik Barber Johnson

Video  terdiri dari 4 bagian :
Pada video Part 1 : Membuat Tabel https://www.youtube.com/watch?v=SpDu5WgkCp4
Pada video Part 2 : Membuat Grafik  https://www.youtube.com/watch?v=6IKGEOZiO6s
Pada Video Part 3 : membuat Garis daerah efisiensi https://www.youtube.com/watch?v=Lo6BbNKocyQ
Pada video part 4 : Menambahkan fitur macro pada excel https://www.youtube.com/watch?v=PhR2tWA9lyw


Download Buku Pedoman Rekam Medis

09.00

Download BUKU PEDOMAN REKAM MEDIS


Berikut daftar isi dari buku pedoman rekam medis :

SK Direktur penetapan Buku Pedoman Penyelenggaraan Rekam MedisKata Pengantar                                          
Daftar Isi

                          BAB I            : PENDAHULUAN

1.    Pengertian Rekam Medis
2.    Kegunaan Rekam Medis
3.    Sifat Rekam Medis
4.    Tujuan Penyelenggaraan Rekam Medis
5.    Isi Rekam Medis


                        BAB II            : PEMBERIAN IDENTITAS PASIEN

1.    Pemberian Nomor Rekam Medis
2.    Pemberian Identitas Pasien Dawasa
3.    Perawatan dan Pemberian identitas bayi baru lahir dengan persalinan normal
4.    Pemberian identitas dan penomoran pasien di unit gawat darurat
 

                     BAB III            : PENULISAN NAMA DAN INDEKS PASIEN

1.    Penulisan nama
2.    Indeks utama pasien  (KIUP)
3.    Penyimpanan KIUP


                    BAB IV            : PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS

1.    Sistem penyimpanan berkas rekam medis
2.    Jangka waktu penyimpanan berkas rekam medis
3.    Penyimpanan rekam medis aktif
4.    Kode warna dan penomoran

                                           

                       BAB V            : PEMINJAMAN,PENANGANAN DAN PEMELIHARAAN RM

1.    Peminjaman berkas rekam medis
2.    Pengambilan berkas rekam medis dari rak penyimpanan
3.    Pemasangan lembar perunut (out guide)
4.    Pengiriman berkas rekam medis
5.    Pengembalian berkas rekam medis
6.    Peraturan dan tatatertib pengamanan berkas rekam medis
7.    Pemeliharaan berkas rekam medis
8.    Kerahasiaan informasi dalam berkas rekam medis


                    BAB VI            : PROSEDUR PASIEN DI RAWAT

1.    Ketentuan pendaftaran pasien rawat jalan ( flow chat)
2.    Prosedur penerimaan pasien rawat jalan :
a.     Pasien baru
b.    Pasien lama tanpa perjanjian
c.     Pasien lama dengan perjanjian
3.    Prosedur penerimaan pasien di IGD
4.    Ketentun dan prosedur penerimaan pasien rawat inap
5.    Ketentuan dan prosedur pasien rawat inap pulang
6.    Ketentuan dan prosedur pasien keluar rumah sakit
7.    Ketentuan dan prosedur konsul pasien
8.    Ketentuan dan prosedur pasien pulang paksa


                  BAB VII            : PENCATATAN DAN PENGISIAN REKAM MEDIS

1.    Pencatatan rekam medis
2.    Penulisan symbol,singkatan dan tanda khusus
3.    Ringkasan selama dirawat
4.    Ketentuan dan prosedur Infomed Consent
5.    Laporan kacelakaan
6.    Otopsi (walaupun rumah sakit tidak melakukan sendiri)
7.    Pembuatan Visum et Repertum
8.    Ketentuan dan prosedur pelayanan asuransi
9.    Riwayat penyakit pasien
10.Catatan perintah dokter untuk pengobatan dll11.Laporan anestensi, operasi, tindakan lain12.Catatan observasi pasien 

13.Catatan perkembangan pasien

14.Penulisan diognosa15.Bukti dokter penanggung jawab pasien memberikan Penjelasan tentang penyakit pasien dan pendidikan tentang kewajiban pasien16.Kewajiban dokter dan perawat mengisi rekam medis secara lengkap, benar, jelas, akurat, tepat waktu, tanpa coretan


               BAB VIII            : SISTEM PELAPORAN

1.    Laporan internal berkala
2.    Laporan eksternal berkala
3.    Laporan khusus sewaktu


                     BAB IX            : SUB KOMITE REKAM MEDIS

1.    Keputusan pembentukan sub komite rekam medis
2.    Tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab sub komite RM
3.    Keanggotaan
4.    Uraian tugas
5.    Struktur organisasi

Download Bukunya disini :

Selasa, 27 Oktober 2015

KARTU INDEKS UTAMA PASIEN

07.03

KARTU INDEKS UTAMA PASIEN

1.       Pengertian

Kartu Indeks Utama Pasien atau KIUP adalah kartu yang dijadikan database pasien secara manual,sehingga KIUP harus mutlak dibuat bagi setiap pasien yang baru mendaftar di TPP (Tempat Pendaftaran Pasien ) Baik itu pasien rawat jalan ,rawat inap,dan rawat darurat.
Kartu Indeks Utama Pasien berguna sebagai backup apabila pasien lupa membawa kartu berobatnya.KIUP yang merupakan salah satu sumber data penting pasien ini bersifat permanen atau disimpan selamanya pada instansi rumah sakit,karena itu  KIUP harus diisi secara lengkap dan tepat sesuai dengan identitas pasien.

2.       Data / Variabel Kartu Indeks Utama Pasien .

KIUP dibuat berdasarkan atas ringkasan riwayat klinik yang diterima dari tempat penerimaan pasien.KIUP harus dibuat selengkap dan sejelas mungkin.Dalam KIUP dimuat beberapa data identitas pasien yang dibuat secara terperinci dan lengkap,data tersebut antara lain:
a.       Nama Lengkap Pasien.
b.      Nomor Rekam Medis.
c.       Tempat Tanggal Lahir.
d.      Jenis Kelamin.
e.      Alamat Lengkap.
f.        Nama Ayah.
g.       Nama Ibu.
h.      Nama Suami/Istri.
i.         Agama.
j.        Pekerjaan.
k.       Status.
l.         Penanggung Jawab.
m.    Tanggal Kunjungan.

Ada beberapa catatan penting dalam pengisian data KIUP yaitu ada beberapa data yang bisa saja berubah seperti Alamat,Status,Nama Suami atau Istri,Agama,Pekerjaan,maka setiap terjadi perubahan data maka perubahan tersebut bisa di tulis di balik KIUP disertai dengan tanda tangan petugas yang menerima perubahan data tersebut.atau bisa dibuatkan kolom keterangan pada kartu untuk mengisi perubahan tersebut,atau dibuatkan kartu KIUP baru dengan keterangan petunjuk ke KIUP lama.

3.       Standarisasi Pembuatan Kartu Indeks Utama Pasien.

Untuk membuat kartu indeks utama pasien atau KIUP harus diperhatikan beberapa hal penting yang menjadi standar KIUP tersebut yaitu:
a.       Ukuran 12.5 x 7.5
b.      Bahan tebal dan berwarna putih.
c.       Mencakup seluruh data/variable KIUP.
KIUP harus disimpan pada tempat tersendiri dengan cara penyimpanan secara alpabhet atau huruf misalnya nama pasien adalah Asmarah Sukma maka KIUP disimpan pada bagian “A”.Karena itu KIUP harus dibuat benar-benar sesuai dengan nama lengkap pasien bukan nama panggilan atau nama samaran,tapi sesuai dengan kartu identitas pasien misalnya KTP/SIM atau Kartu pelajar atau Kartu Keluarga atau Akte Kelahiran.
Berikut Contoh format KIUP:
Contoh KIUP Rekam Medis - pikesstikpan.blogspot.com
Tampak Depan
Contoh KIUP Rekam Medis - pikesstikpan.blogspot.com
Tampak Belakang

4.       KIUP vs MIP

MIP atau Master Indeks Pasien adalah KIUP yang dibuat secara elektronik,berbeda KIUP ,MIP disimpan didalam Hardisk Komputer,kemudahannya adalah lebih cepat dalam pelacakan identitas pasien ,memuat lebih banyak data,dan lebih aman ( Kerusakan KIUP seperti Sobek,atau luntur terkena air).MIP juga harus dibuat backup apabila computer error atau terbakar.


Minggu, 25 Oktober 2015

Sistem Penomoran Rekam Medis

21.21

Sistem Penomoran Rekam Medis

A. Pendahuluan


Pasien yang melakukan kunjungan ke Rumah Sakit harus mengetahui alur prosedurnya mulai dari alur pelayanan ke Rawat Inap,Rawat Jalan,Rawat Darurat,dan instansi pelayanan lainya.Dan semua alur tersebut dimulai dari TPP (Tempat Pendaftaran Pasien).

Pasien yang mendaftar akan dibuatkan berkas Rekam Medis dan Nomor rekam medis.kegunaan dari nomor rekam medis pada prinsipnya sebagai identitas penyimpanan berkas.Kenapa berkas rekam medis harus disimpan berdasarkan nomor bukan nama pasien,karena dengan nomor akan lebih mudah di jajarkan,diambil kembali saat diperlukan.Tentu ini lebih baik daripada berkas pasien disimpan berdasrkan namanya karena berkas akan sulit dilacak bila ada beberapa pasien yang memiliki nama yang sama dan hampir sama.

Ada 3 model sistem penomoran yang bias diterapkan yaitu :
1.       Sistem Penomoran Seri
2.       Sistem Penomoran Unit
3.       System penomoran seri unit

B.      Pengertian dan Tujuan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada intinya penomoran ini berfungsi untuk penyimpanan berkas rekam medis,sehingga nomor tersebut akan menjadi petunjuk apa bila berkas rekam medis digunakan saat pasien berkunjung kembali ke rumah sakit.dari Pemahaman tersebut bisa di simpulkan bahwa sistem penomoran rekam medis adalah cara yang digunakan untuk menyimpan berkas rekam medis berdasar nomor pengenal ( Record Number ).Pemberian nomor tersebut diberikan pertama kali untuk kunjungan baru pasien.
Berikut penjelasan dari masing-masing system penomoran:

1.       Sistem Penomoran Seri ( Serial Numbering System )

Pada system ini setiap pasien berkunjung ke rumah sakit akan di buatkan berkas rekam medis dengan nomor rekam medis baru,jadi bila pasien berkunjung 3 kali maka pasien memiliki 3 nomor rekam medis yang berbeda.Nomor rekam medis pasien juga tercatat dalam KIUP (Kartu Indeks Utama Pasien) yang berbeda (*KIUP akan dibahas pada artikel lainya,dan berkasnya pun disimpan terpisah sesuai dengan nomor rekam medis masing-masing.keuntungan dari system ini adalah pasien dilayani lebih cepat tapi akibatnya berkas akan cepat menumpuk sehingga di butuhkan ruang penyimpanan yang luas dan sulit melacak riwayat penyakit pasien tersebut karena akan membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan berkas pasien yang memiliki banyak nomor rekammedis yang berbeda.

2.       Sistem Penomoran Unit

Berbeda dengan penomoran seri pada system penomoran unit pasien hanya boleh memiliki satu nomor rekam medis dan nomor tersebut akan selalu digunakan saat pasien melakukan kunjungan lanjutan ke rumah sakit.kelebihan dari system ini adalah record pelayanan pasien meliputi rawat jalan,rawat inap,dan rawat darurat berada dalam satu berkas sehingga mudah melacak kronologi atau riwayat penyakit serta riwayat pengobatan pasien.namun kekurangan dari system ini adalah berkas menjadi tebal sehingga dibutuhkan lebih dari map berkas untuk satu pasien.Bisa terjadi duplikasi nomor rekam medis bila petugas lalai atau pasien lupa membawa kartu indeks berobatKekurangan diatas bisa diatasi atau diminimalisir dengan kebijakan tertentu,misalnya kecakapan petugas dalam mencatat nomor rekam medis dan selalu mengingatkan akan kesadaran pasien bahwa betapa pentingnya untuk menjaga kartu indeks berobatnya.Bila pasien memang kehilangan nomor rekam medis hal ini bisa diatasi bila rumah sakit memiliki system pendaftaran yang terkomputerisasi.kelebihan dari system komputerasi databasae pasien mudah di lacak meski hanya dengan kata kunci nama pasien.

3.       Sistem Penomoran Seri Unit ( Serial Unite numbering system )

Adalah gabungan antara penomoran seri dan unit. Yaitu setiap pasien berkunjung akan diberikan nomor baru,namun berkas lama dan nomor rekam medis lama pasien tidak dipisahkan dengan nomor rekam medis dan berkas rekam medis baru pasien.Kelebihan dari system ini adalah terkumpulnya berkas rekam medis pasien dan memudahkan dalam retensi berkas rekam medis.kekurangannya akan menimbulkan terlalu banyak nomor rekam medis untuk satu pasien dan susah melacak nomor rekam medis lama pasien apabila pasien lupa membawa kartu berobatnya sehingga bias menyebabkan nomor rekam medis pasien yang baru akan terpisah dengan nomor rekam medis lama pasien.

Dari ketiga system penomoran rekam medis diatas yang paling dianjurkan adalah system penomoran seri karena 1 nomor rekam medis untuk 1 satu pasien akan memiliki 1 kumpulan berkas rekam medis dari berbagai pelayanan yang didapatkan pasien tersebut.lantas muncul pertanyaan kenapa data berkas rekam medis harus terkumpul sama-sama dan tidak dianjurkan terpisah,jawabanya adalah karena data tersebut berguna untuk mengetahui kronologi penyakit dan kronologi riwayat pelayanan pasien ,kronologi penyakit ini sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan penangan penyakit tersebut dan kronologi riwayat pelayanan berguna untuk mengetahui seberapa efektif penanangan yang telah dilakukan,misalnya dengan ilustrasi sederhana, ada pasien pernah berkunjung dengan keluhan benturan dikepala,setelah pasien dilayani,kemudian pasien datang lagi dengan keluhan sakit kepala,dengan data kronologi , dokter bisa mengetahui bahwa pasien pernah mengalami benturan dikepala dan dokter kemudian akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan apakah sakit kepala yang diderita pasien ada pengaruhnya dari benturan yang pernah dialami pasien,jika tidak maka dokter bisa melakukan tindakan yang lebih tepat untuk pasien tersebut.

4.       Transformasi Penomoran Seri ke Unit

Untuk merubah system penomoran seri ke unit ada beberap langkah yang harus diperhatikan.
a.       Menyiapkan Lokasi penyimpanan berkas yang baru.
b.      Pelatihan petugas dalam mengetahui system kerja penomoran unit.
c.       Menentukan Tanggal Perubahan system penomoran seri ke unit.
d.      Pasien baru dibuatkan nomor rekam medis baru, dan pasien lama yang belum memiliki nomor rekam medis tertanggal perbuhanan system tersebut akan di berikan nomor rekam medis baru.
e.      Pasien lama yang mendapat nomor rekam medis baru ,berkasnya akan digabungkan dengan berkas rekam medis lama pasien.
f.        Berkas lama pasien yang tidak sempat terlacak akan di anggap sebagai berkas tidak aktif.

C.      Catatan Penting untuk Pasien

Sudah dibahas diatas apa itu nomor rekam medis dan kegunaanya,jadi sebagai pasien yang bijak harus tau bahwa kartu berobatnya harus disimpan dengan baik.kadang ada juga pasien yang ingin mendapatkan pelayanan yang cepat dari tempat pendaftaran sehingga pasien lama mengaku sebagai pasien baru.tanpa memperdulikan bahwa riwayat pelayanannya yang lama itu sangat penting baginya.

Sekian dari artikel ini semoga bermanfaat dan semoga kita semua sehat selalu.Aamiin




Senin, 27 April 2015

Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD

13.10

Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD

Pikesstikpan.blogspot.com- Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD
Pikesstikpan.blogspot.com- Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD

Berikut ulasan Istilah dan petunjuk yang digunakan dalam pengkodean ICD

A. Istilah Pengkodean

a. Istilah “inclusion” (termasuk)


Dalam pokok bahasan pada tiga atau empat karakter seringkali ditemukan sejumlah istilah diagnostik lain yang disebut sebagai “inclusion term” (artinya, kira-kira: termasuk) dimaksudkan sebagai tambahan diagnostik yang dapat diklasifikasikan kedalam kelompok yang bersangkutan.
Istilah pada “inclusion” dapat juga dipakai untuk kondisi yang berbeda atau sinonimnya (sesuai dengan catatan pada “inclusion”) yang bukan subklasifikasi kelompok tersebut. Digunakan sebagai pedoman rubrik.
 Contoh: A06 Amoebiasis includes infection due to Entamoeba hystolitica

b. Istilah “exclusion” (tak termasuk)

 Beberapa pokok bahasan tertentu berisi kondisi yang didahului dengan kata “exclusion”.
 Istilah ini menunjukkan kode di tempat lain, tidak di dalam kategori ini. Kode yang benar adalah yang diberi tanda dalam kurung yang mengikuti istilah itu.
 Contoh: A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin
 Excludes due to bacterial, protozoal, viral and other specified infectious agent ( A00 – A08)

c. Penjelasan kata istilah (Glossary)

Terdapat pada Bab V yaitu gangguan mental dan perilaku, menggunakan penjelasan glossary untuk menunjukkan isi rubrik ini. Hal ini digunakan karena terminologi gangguan mental sangat bervariasi, terutama perbedaan diantara negara, dari nama yang sama mungkin digunakan untuk menggambarkan kondisi yang agak berbeda. Glossary tidak dipergunakan untuk penggunaan membuat kode diagnosis, tetapi diperuntukkan sebagai petunjuk dokter klinik untuk mengisi rubrik.

d. Kode rangkap: Sistem Dagger (sangkur) dan Asteris (bintang)

Sistem kode rangkap dari kombinasi kode melalui tambahan tanda sangkur (†) dan tanda bintang (*) telah digunakan pada ICD-10. Jadi membolehkan penjelasan kondisi dalam istilah yang mendasari penyebab atau etiologi (†) dan manifestasi (*). Kode primer untuk penyakit yang mendasari penyebab ditandai dengan tanda sangkur (†). Kode untuk manifestasi ditandai dengan tanda bintang (*).
Prinsip dasar ICD adalah kode sangkur yaitu kode primer dan harus selalu digunakan untuk kondisi tunggal. Kode bintang tidak pernah digunakan sendirian.

Ada 83 kategori tanda bintang dalam ICD-10 yang mungkin digunakan dalam hubungannya dengan kode sangkur, tetapi tidak digunakan sendirian. Kategori bintang terdapat pada permulaan setiap bab, blok, dan rubrik yang sesuai.

e. Tanda kurung/ parentesis ( )

Tanda kurung digunakan dalam jilid 1 dalam empat cara:

1) Untuk menyertakan kata-kata tambahan, yang akan mengikuti istilah diagnostik tanpa mempengaruhi angka kode yang dirujuk oleh kata di luar kurung.
 Contoh : G 11.1 Early – onset cerebellar attaxia
 Friedrich’s attaxia (autosomal recessive)

2) Untuk menyertakan kode yang dimaksud dalam istilah “exclusion”
 Contoh: A04 Other bacterial intestinal infection
 Excludes: Foodborne intoxication, bacterial (A05.-)

3) Untuk menyertakan kode tiga karakter dari kategori dalam blok tertentu
 Contoh: Intestinal Infectious diseases (A00 – A09)

4) Untuk menyertakan kode sangkur dalam kategori bintang atau kode bintang dalam istilah sangkur
 Contoh: A02. 2 Localized salmonella infections
 Salmonella:
 Arthritis (M01.3*)

f. Kurung besar / square brackets [ ]

 Kurung besar digunakan:

1) Untuk menyertakan sinonim, kata-kata alternatif atau kalimat penjelasan.
 Contoh : A07.1 Giardiasis [lambiasis]

2) Untuk merujuk pada catatan
 Contoh: C21.8 Overlapping lesion of rectum, anus and anal canal
 [lihat note 5 pada halaman 182 pada ICD-10 Volume 1]

3) Untuk merujuk ke kelompok subdivisi karakter keempat yang dinyatakan sebelumnya.
 Contoh : F10.- Mental and behavioral disorders due to use of alkohol
 [lihat hal. 321-323 untuk subdivision pada ICD-10 Volume 1]

 g. Titik dua/ colon (:)

Titik dua digunakan dalam daftar istilah inclusion dan exclusion, jika kata yang mendahului tidak lengkap penetapan istilahnya dalam rubric.
 Contoh: A06.8 Amoebic infection of other sites
 Amoebic:
 • Appendicitis
 • Balantis† (N51. 2*)

 h. Brace { }

Tanda kurung besar digunakan dalam istilah inclusion dan exclusion untuk menunjukkan bahwa baik kata terdahulu maupun kata sesudahnya adalah istilah lengkap. Sembarang istilah dibelakang tanda kurung besar, seharusnya dikualifikasi oleh satu atau lebih istilah yang mengikutinya.
 Contoh : A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin
 Catarrh, enteric or intestinal
 • Colitis NOS
 • Enteritis haemorrhagic
 • Gastroenteritis septic

i. NOS (yang tak ditentukan)


NOS adalah singkatan dari “Not Otherwise Specified” artinya “tidak dispesifikasikan” atau ”tidak dikualifikasikan”
Pemberi kode sebaiknya berhati-hati untuk memberi kode suatu istilah tidak dikualifikasikan kalau informasi yang disediakan tidak begitu jelas.
 Contoh: A03.9 Shigellosis, unspesified
 Bacillary dysentery NOS

j. Not Elsewhere Classified

NEC adalah singkatan dari “Not Elsewhere Classified”
Apabila digunakan judul pada kategori tiga karakter, NEC merupakan sebagai peringatan bahwa beberapa jenis tertentu dari kondisi yang tercantum dalam rubrik tersebut, bisa saja tercantum pada klasifikasi lain.
 Contoh : K73 Chronic hepatitis, not elsewhere classified

k. Pemakaian “and” dalam judul

Pada ICD-10 “dan” berarti “dan/atau”
Contoh: S49.9 Unspecified injury of shoulder and upper arm
Berarti cedera yang tak dispesifikasikan dari bahu atau cidera lengan atas yang tak dispesifikasikan atau cidera yang tak dispesifikasikan dari bahu dan lengan atas.

l. Titik strip/ point dash (.-)

 Digunakan sebagai pengganti karakter keempat dari satu kategori, titik strip (.-) menunjukkan pada pemberi kode bahwa ada satu karakter keempat dan sebaiknya dicari dalam kategori yang cocok pada daftar tabulasi.
 Contoh : A06 Amoebiasis
 Excludes other protozoal intestinal diseases (A07.-)

B. Petunjuk Dasar Pengkodean

Sebelum melaksanakan pengkodean, pelaksana kode harus memahami terlebih dahulu prinsip klasifikasi dan pengkodean serta pernah mendapat latihan praktis. Berikut petunjuk sederhana dalam pengkodean:

a. Identifikasi tipe pernyataan yang akan dikode dan buka volume 3 alfabetikal indeks (kamus)Bila pernyataan adalah penyakit atau cidera atau kondisi lain yang terdapat pada Bab I – XXI vol. 1, lihat section I pada Index – vol. 3. Bila pernyataan adalah penyebab luar = external cause dari cedera atau kejadian lain yang terdapat pada Bab XX – vol. 1, lihat section II pada Index- vol. 3.

b. Lihat lead term. Untuk penyakit dan cidera : biasanya merupakan kata benda untuk kondisi patologis. Walaupun begitu, beberapa kondisi dikondisikan sebagai kata sifat (adjectives) atau eponym (menggunakan nama penemu) yang terdapat dalam indeks sebagai lead term.

c. Baca seksama dan ikuti petunjuk catatan yang muncul dibawah term.

d. Baca istilah yang terdapat dalam tanda kurung ”( )” sesudah lead term (kata tanda dalam kurung = modifier, itu tidak mempengaruhi nomor kode). Istilah lainnya yang dibawah lead term (dengan tanda minus = idem = indent) dapat mempengaruhi nomor kode, sehingga semua kata-kata diagnostik diperhitungkan).

e. Ikuti secara hati-hati setiap tunjuk silang (cross-references) dan lihat ”see” dan ”see also” yang terdapat dalam indeks.

f. Lihat tabulasi list ( vol. 1) untuk melihat nomor kode yang paling tepat. Lihat kode tiga karakter di indeks dengan tanda minus pada posisi keempat yang berarti bahwa isian untuk kode keempat itu adalah dalam volume 1 dan merupakan posisi karakter tambahan yang tidak ada dalam indeks (volume 3)

g. Ikuti pedoman ”inclusion” atau ”exclusion” pada kode yang dipilih atau dibagian bawah suatu bab (chapter), blok atau judul kategori.

h. Cantumkan kode yang dipilih.

 (Depkes RI,1999)
Download artikel ini dalam versi PDF
Download artikel ini dalam versi Docx
Kunjungi juga : 

Download ebook Pedoman pemantauan terapi obat PTO

12.36

Download ebook Pedoman pemantauan terapi obat PTO

Buku Pedoman PTO atau Pemantauan Terapi Obat

Dalam ebook ini anda akan mendapatan pengkajian pilihan obat, dosis, cara pemberian obat, respons terapi, reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) )dan rekomendasi perubahan atau alternatif terapi. 

Glosarium tentang Data dan Informasi Kesehatan

12.31

Glosarium  tentang Data dan Informasi Kesehatan 

Download ebook glosarium tentang data dan informasi kesehatan 

Berikut ebook glosarium tentang data dan informasi kesehatan,dengan ebook ini anda akan mengetahui beberapa istilah kesehatan tentang data dan informasi kesehatan.
Download disini

Download Ebook Rekam Medis dan SIK di Puskesmas

12.24

Download Ebook Rekam Medis dan SIK di Puskesmas - Sharon Gondodiputro,dr.,MARS 

Download Ebook rekam medis dan Sistem Informasi Kesehatan di pelayanan kesehatan primer (Puskesmas ) Karya : Sharon Gondodiputro,dr.,MARS 

Silahkan download ebook tentang rekam medis dan sistem informasi kesehatan di puskesmas berikut :

Download Ebook Tentang Kanker

09.51

Download Ebook Tentang Kanker

Download ebook tentang pengantar kanker karya  www.untuksehat.co.cc 


Ebook ini berisi seputar pengenalan tentang kanker,semoga bermanfaat yo :


Ebook - AMI Penyakit Menular

08.53

Ebook - AMI Penyakit Menular

Penyakit Menular : Pengawasan dan Penanggulangan

pikesstikpan.blogspot.com - Ebook - AMI Penyakit Menular
pikesstikpan.blogspot.com - Ebook - AMI Penyakit Menular

Selasa, 18 November 2014

Download Ebook - Farmakologi Obat

09.45

Gratis Download ebook Farmakologi Obat

Dalam ebook ini akan di bahas tentang pengantar obat.

Contoh Format Lembaran Fromulir Rekam Medis

09.40

Contoh Format Lembaran Fromulir Rekam Medis


Kumpulan Kode ICD10 yang paling banyak di temukan di Puskesmas

09.38

Kumpulan Kode ICD10 yang paling banyak di temukan di Puskesmas

Makalah PSRM III - Analisis Kuantitatif Berkas Rekam Medis

09.36

Makalah PSRM III - Analisis Kuantitatif Berkas Rekam Medis

Makalah PSRM II - Register Rawat Inap

09.32

Tugas Makalah PSRM II - Register Rawat Inap

Epidemologi Ablasio Retina

09.27

Tugas Makalah Epidemologi - Penyakit Ablasio Retina

Ini adalah Tugas makalah saya pada mata kuliah epidemologi ,dimana dalam makalah ini menggunakan pendekatan epidemologi diskriptif tentang penyakit pada mata yaitu ablasio retina,semoga bermanfaat

Minggu, 16 November 2014

TUTORIAL MEMBUAT APLIKASI REKAM MEDIS SEDERHANA DENGAN VISUAL BASIC

09.57


Tutorial membuat aplikasi rekam medis sederhana dengan visual basic 6
Daftar urutan Videonya :

1. Tutorial 1 Membuat Database https://www.youtube.com/watch?v=g-akN94p9iQ

2. Tutorial 2 Menghubungkan Database ke Form https://www.youtube.com/watch?v=_oBjhOkgVpI

3. Tutorial 3 Kode Program awal https://www.youtube.com/watch?v=rxCxHpaKmzU

4. Tutorial 4 Kode untuk Combobox dan tombol Simpan https://www.youtube.com/watch?v=Mfg5mYR4aW4

5. Tutorial 5 Cara membuat perintah Cari,Ubah,hapus,batal ,dan keluar https://www.youtube.com/watch?v=-uhQK26UgZk

6. Tutorial 6 cara buat form menu dan laporan https://www.youtube.com/watch?v=ZvRn0OJb3d4

7. Tutorial 7 Cara membuat form user Login https://www.youtube.com/watch?v=hbD59kCSgcY

8. Tutorial 8 Cara membuat form untuk perintah user baru https://www.youtube.com/watch?v=6vdYOVa4ARo

9. Tutorial 9 Cara membuat Laporan yang dinamis https://www.youtube.com/watch?v=o7mGq7NP7ws

Kamis, 09 Oktober 2014

Pengertian Rekam Medis

16.38

A.Pengertian Rekam Medis

1.Pengertian Rekam Medis

Permenkes No.269 Tahun 2008 Tentang Rekam Medis dan UU no.24 Tahun 2004  Tentang Praktek kedokteran.
Bahwa yang di maksud dengan Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien,pemeriksaan,pengobatan,tindakan,dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

2. Pengertian Rekam Medis menurut para ahli :

a. Geoffrey A.Robinson ( Hospitas Administration,London,Butterworts,1966)

arti empit : Sebagai catatan kasus-kasus setiap pasien yang di rawat di rumah sakit.
Arti luas : Catatan dan data sebagai akibat hubungan maupun tidak langsung dengan segala aktifitas di rumah sakit yang berkaitan dengan pengobatan pasien.ha ini termaksud rekaman yang berasal dari unit-unit penunjang,pelaksanaan indeks diagnostic serta pengawasan terhadap staf yang berhubungan dengan kegiatan itu.

b. Edna K.Huffman ( 1994 )

kumpulan fakta-fakta atau bukti keadaan pasien,riwayat penyakit dan pengobatan masa lalu serta saat ini yang ditulis oleh profesi kesehatan yang memberikan pelayan pada pasien tersebut.

c. MF Skurka ( American Hospital Association ,1988 )

bahwa rekam medis adalah adanya dokter yang berpartisipasi dalam mensupervisi pelayanan medis yang diberikan kepada pasien dalam institusi pelayan kesehatan.

d. Amra = AHIMA ( an instruction guide of organizing health record,Chicago,1975)

Rekam medis berisi semua informasi mengenai pasien,penyakit,dan pengobatan dan masukan di dalamnya direkam dalam urutan masa pelayanan/perawatan yang terjadi.

e. Gemala Hatta 2008

Rekam Medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya,termaksud keadaan sakit,pengobatan saat ini dan masa lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya memberikan pelayan kesehatan kepada pasien,selain rekam medis pasien merupakan catatan yang merekam informasi tentang penyakit-penyakit dan perawatan pasien pada masa lalu dan saat ini.Rekam medis harus tersusun secara tepat yang meliputi data identifikasi,anamnesis,pemeriksaan diagnosis,tindakan,dan pelayanan yang mendorong untuk melakukan diagnose atau alas an untuk menjalani pelyanan kesehatan dengan perlakuan yang benar menurut hokum,dan menghasilkan dokumen yang tepat. ( DepKes RI.2006 )

3. Pembahasan

Pengertian rekam medis kini semakin modern mengikuti perkembangan zaman,dimana jika pengertian rekam medis hanya berpatokan pada berkas maka rekam medis akan selalu identic dengan catatan dan dokumen dalam bentuk fisik mialnya kertas atau biasa disebut  rekam medis manual.Tapi perluasan definisi rekam medis tidak hanya mengenai berkas fisik tapi juga berkas elektronik.


Dasar-dasar menguasai koding

16.29

Beberapa hal yang perlu di ketahui sebelum mengkoding penyakit

Pendahuluan

Dasar-dasar koding
ICD 10 CM
Seorang pengkoder  dibutuhkan keahlian dan wawasan dalam pengkodean penyakit,kesalahan pengkodean harus bisa dicegah seminimal mungkin selain karena dapat menyebabkan kerugian pada instansi rumah sakit,juga karena akibat dari kesalahan pengkodean dapat menyebabkan kerugian bagi pasien dan petugas medis yang terkait.Dalam artikel ini akan di jabarkan dasar-dasar menguasai koding yaitu sebagai berikut :

1. Dasar dan Syarat UMUM tata cara mengkoding penyakit  :

1.1 Memahami Penggunaan ICD 10

Seorang koder tak akan terlepas dari namanya ICD  dimana ICD akan menjadi sahabat dekat sang koder dalam melakukan tugasnya,selain memahami penggunaan ICD seorang koder juga harus mengikuti perkembangan ICD  dari hari kehari,karena ICD terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

1.2 Kualifikasi Pendidikan
Seorang koder minimal D3 Rekam Medis,jikalau sebuah instansi kekurangan tenaga kualifikasi rekam medis,maka alternatife harus dari kualifikasi pendidikan kesehatan yang memiliki pengalaman koding,dan pernah terlibat dalam pelatihan resmi koding dan penggunaan ICD.

1.3 Wawasaan Terminologi Medis.

Seorang koder tentu terlibat dengan berbagai istilah penyakit yang ada pada berkas rekam medis,akurasi diagnosa seorang dokter akan lebih valid bila seorang koder mampu mentranformasinya ke kode yang sesuai ,jadi seorang koder setidaknya harus memiliki wawasan terminology medis dan terminology penyakit.

2. Syarat Khusus tata cara mengkoding penyakit :

1.     Pemahaman Struktur ICD 10 yang terdiri dari ICD 10 Volume 1 dan Volume 3 dan menguasai guideline dari ICD 10 Volume 2.
2.       Memahami runtutan cara mencari kode penyakit yang di perlukan .
2.1   Baca dan pelajari isi buku manual/pedoman koding ICD10 volume 2 : dimana dalam volume 2 terdapat petunjuk penggunaan ICD 10 vol 1 dan 3.
2.2   Dalam ICD 10 vol 2 terdapat penjelasan ICD 10 Volume 1 atau tabular list antara lain :
a.       Istilah Inklusi ( how to use inclusion terms )
b.      Istilah Eksklusi ( how to use exclusion terms )
c.       Glosari Deskripsi ( how to use Glossary Descriptions)
d.      Konvensi kode petunjuk spesifik kode/kode dagger dan asterisk ( how to use the “dagger (†) dan asterisk (*)) kode ini disebut two code for certain conditions
e.      Pilihan Lain untuk kode tambahan ( how to use other optional dual coding ) dimana kode-kode tambahan selain asterisk dan dagger digunakan pada bab-bab khusus.
f.        Kode dalam kurung ( ) ( how to use Parentheses )
g.       Kode tanda kurung persegi [] ( how to use square brackets )
h.      Penggunaan kolon “:” /titik 2 ( how to use colon ) colon  ini untuk memperjelas sebuah istilah  yang membutuhkan kata tambahan yang digunakan untuk melengkapi istilah tersebut ,apakah termaksud atau tidak termaksud sehingga dengan tambahan kata lain yang merujuk ke istilah ,maka istilah yang di dapat  itu bisa lebih spesifik sesuai diagnose  ,misalnya kode k36 tentang appenditics : maka ada petunjuk other appenditics dengan di bawahnya terdapat daftar kata/istilah tambahan – cronic appenditics – recurrent appenditics.
i.        Kode kurawal “}” (  how to use brace } ).
j.        NEC / Not Other Classified ( how to use NEC )
k.       NOS /Not Otherwise Spesified ( how to use NOS)
l.        DaN / “AND” ( how to use AND in Title )
m.    Poin Dash “-“ ( how to use Point Dash )
n.      Kode batasan untuk jenis kelamin ( How to use categories limited one sex )
o.      Kategori  kode Squel ( how to use  sequelae categories )
p.      How to use postprocedural disorders
2.3   Cara pengunaan ICD 10 Volume 3 ( how to use icd 10 volume 3 or Alphabetical Index )
a.       Cara menggunakan Struktur ( how to use structure )
b.      Cara menggunakan kode number ( how to use code numbers)
c.       Cara menggunakan istilah konvensi ( how to use conventions )
d.      Cara menggunakan tanda kurung ( sama dengan icd 10 volume 1)
e.      Cara menggunakan NEC ( how to use NEC )
f.        Cara menggunakan rujukan silang  ( how to use cross-references )
2.4   Dasar Paduan Koding.
Aturan dan tata cara kode mortalitas dan morbiditas ( mortality and morbidity coding )
Wawasan penentuan Lead Term ,seorang koder harus memahami lead term setiap istilah penyakit.
Kontrol setiap pengkodean apakah sudah sesuai dengan diagnose,yang tentunya seorang koder tidak melewatkan semua petunjuk yang ada pada point 2 di atas.
kunjungi juga artikel : Istilah Petunjuk pengkodean ICD
Sumber  :
-          who ICD 10 2005
-          Buku Panduan Penentuan kode penyakit penyebab kematian menurut icd 10 ,Depkes ,WHO , juni 2008
-          ICD 10 Volume 2,Intruction Manual ,WHO 2005


Kamis, 02 Oktober 2014

Free / Gratis Download Aplikasi Anatomi 3 Dimensi (Visible Body )

08.05

Free / Gratis Download Aplikasi Anatomi 3 dimensi  (Visible Body )

Human Anatomy Atlas

Gratis Download aplikasi anatomi 3d

Mempelajari anatomi sangat penting bagi praktisi kesehatan,hampir di semua lini keilmuan Kesehatan menjadikan anotomi dan fisiologi sebagai materi dasar.Dan untuk mempermudah proses pembelajaran Anatomi selain dengan melakukan praktek langsung di lab di perlukan juga alat peraga yang detail ,dan aplikasi anatomy 3d ini bisa juga di pakai sebagai referensi tambahan untuk mempelajari anatomi tubuh manusia,karena kelebihannya dalam menvisualisasikan struktur tubuh manusia begitu detai dengan tampilan 3 dimensi .


Fitur dan kelebihan Aplikasi Anotomi 3 deminsi ini :
1. Tampilan 3 dimensi atraktif.
2. Tampilan Anatomi dalam aplikasi Bisa di konversi menjadi gambar *.jpg
3. Di lengkapi tools tambahan.
4. Fitur suara ejaan untuk masing-masing istilah / nama bagian tubuh.
5. Fitur Defenisi untuk setiap istilah.
6. Fitur keyword pencarian kata/istilah.
7. Navigasi show ,hide,Fade,Multiple select .
8. Bagian Anatomi di bagi ke dalam 11 menu seperti : Muscular,nervous,dan lain-lain.
9. Ringan dan mudah di Instal.
10. Aplikasi Offline

Kelemahan :
1. Berbayar

Tapi sobat gak perlu khawatir,sobat bisa mendownloadnya secara gratis lewat link yang akan saya bagikan di bawah ,tapi agar fitur serta kelebihan makin update dan lebih banyak sebaiknya download di versi aslinya.

Oke sob ,segitu aja pengantarnya langsung aja yah di comot :

untuk Download Gratisnya klik DISINI ( setelah di download tinggal di instal )
kalau anda kesulitan dengan link diatas maka coba kunjungi ke sumber download gratisnya  DISINI
untuk sumber aslinya bisa berkunjung ke situs Visible Body ( berbayar )

nb :
Jika sobat ada masalah dalam download file dalam blog saya ini,silahkan komen atau  hubungi saya di facebook ,twitter atau email .saya akan perbaiki linknya.