Tampilkan postingan dengan label SIRS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIRS. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Februari 2020
Menghitung Lama Rawat Pasien Dipindahkan - Sensus Harian Rawat Inap
07.25
Hal Yang harus diperhatikan saat sensus pasien Transfer in atau Out .
Apa itu pasien dipindahkan ?
Pasien dipindahkan atau transfer out adalah pasien rawat
inap yang keluar dari suatu ruangan inap menuju ke ruangan rawat inap lain yang masih dalam
internal rumah sakit . Misalnya seorang pasien dirawat di ruangan Dahlia dan
dipindahkan ke ruangan ICU.
Apakah pasien dipindahkan termaksud pasien keluar ?
Secara umum pasien dipindahkan bukanlah kategori pasien
keluar karena masih berstatus sebagai pasien rawat inap di rumah sakit. Hanya saja
jika sensus dilakukan per ruangan maka pasien dipindahkan dikategorikan sebagai
pasien keluar untuk ruangan tersebut bukan sebagai pasien keluar rumah sakit.
Apakah pasien dipindahkan dihitung lama rawatnya ?
Karena pasien dipindahkan adalah pasien keluar dari suatu
ruangan maka pasien tersebut harus dihitung lama rawatnya . contoh :
Sensus Ruangan Mawar Tanggal 6
/ 2 / 2020
|
||||
Pasien Dipindahkan
|
NORM
|
Tanggal Masuk
|
Lama rawat
|
Ke ruangan
|
Wulan Sabit
|
08-00-01
|
2/2/2020
|
4 Hari
|
Dahlia
|
Kesalahan dalam menghitung lama rawat pasien dipindahkan ?
Ada beberapa kesalahan yang bias terjadi saat sensus dan
menghitung lama rawat pasien dipindahkan . Yaitu sensus tidak dilakukan secara seragam disemua ruangan. Tanggal dipindahkan dan tanggal pindahan sensus
pasien tidak sama sehingga jika total keseluruhan lama rawat pasien dipindahkan hasilnya kurang satu hari . dan ini bisa dikategorikan kerugian rumah sakit.
Contoh kasus :
Pasien bernama Harum Memawangi masuk di ruangan Mawar pada
tanggal 12/2/2020 lalu pasien dipidahkan ke ruangan Dahlia . diruang dahlia tercatat
masuk 16/2/2020 dan keluar tanggal 20/2/2020 .Sedangkan Pasien Harum
Mewangi tercatat keluar dari ruangan Mawar pada tanggal 15/2/2020.
Kesalahan dari kasus diatas adalah tanggal keluar dari mawar
tidak sama dengan tanggal masuk diruangan dahlia.
Ruangan Mawar
|
|||
Pasien Dipindahkan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
12/2/2020
|
15/2/2020
|
3 hari
|
Ruangan Dahlia
|
|||
Pasien Pindahan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
16/2/2020
|
20/2/2020
|
4 hari
|
Sehingga total lama
rawat pasien Harum Mewangi adalah = Lama Rawat Mawar + lama Rawat Dahlia = 3 hari +
4 hari = 7 hari
Seharusnya pasien Harum
Mewangi memiliki lama rawat 8 Hari
Pasien
|
Tanggal masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama rawat
|
Harum Mewangi
|
12/2/2020
|
20/2/2020
|
8 hari
|
Ruangan Mawar
| |||
Pasien Dipindahkan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
12/2/2020
|
15/2/2020
|
3 hari
|
Ruangan Dahlia
| |||
Pasien Pindahan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
15/2/2020
|
20/2/2020
|
5 hari
|
Jadi kesimpulannya :
Untuk menghindari kesalahan perhitungan diatas adalah bahwa
tanggal dipindahkan harus sama dengan tanggal pindahan . Bahwa petugas atau
perawat disetiap ruangan rawat inap sama waktunya melakukan sensus dan juga
harus memperhatikan jam transfer pasien . Misalnya pasien dipindahkan pukul
11:55 Malam lalu masuk ruangan jam 12:10 malam . Tentu meski hanya berbeda
menit tapi itu sudah masuk kategori tanggal yang berbeda .
Kenapa sensus harus dilakukan seragam atau setelah jam 11:59 malam disetiap ruangan ?
Untuk menghindari kesalahan sensus pada pasien transfer in ( Pindahan ) atau Transfer Out ( Dipindahkan ). Misalnya ruangan Mawar melakukan sensus jam 10 malam sementara dari ruang mawar ada pasien dipindahkan ke dahlia pada jam 11 malam. Tentu pasien dipindahkan ini tidak akan tercatat dalam sensus.
Jumat, 30 Oktober 2015
Video Tutorial Cara membuat Grafik Barber Johnson
09.42
Video Tutorial Cara membuat Grafik Barber Johnson
Video terdiri dari 4 bagian :
Pada video Part 1 : Membuat Tabel https://www.youtube.com/watch?v=SpDu5WgkCp4
Pada video Part 2 : Membuat Grafik https://www.youtube.com/watch?v=6IKGEOZiO6s
Pada Video Part 3 : membuat Garis daerah efisiensi https://www.youtube.com/watch?v=Lo6BbNKocyQ
Pada video Part 1 : Membuat Tabel https://www.youtube.com/watch?v=SpDu5WgkCp4
Pada video Part 2 : Membuat Grafik https://www.youtube.com/watch?v=6IKGEOZiO6s
Pada Video Part 3 : membuat Garis daerah efisiensi https://www.youtube.com/watch?v=Lo6BbNKocyQ
Pada video part 4 : Menambahkan fitur macro pada excel https://www.youtube.com/watch?v=PhR2tWA9lyw
Rabu, 23 Juli 2014
SIRS ANDAL
03.33
SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) merupakan integrasi sistem yang ada dalam rumah sakit. Sistem Informasi Manajemen rumah sakit (SIMRS) termasuk juga didalamnya. dan ini merupakan tulang punggung suatu organisasi seperti rumah sakit dalam penyelenggaraannya untuk mencapai visis/misis dan tujuannya
Mendukung bisnis proses rumah sakit .
Beberapa rumah sakit telah menerapkan system kendali mutu atau prosedur mutu dalam pelaksanaan operasional rumah sakit, baik yang sertifikasi maupun non sertifikasi.
Prosedur mutu sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan namun membutuhkan satu tenaga Manager Representative yang independen.
Uraiyan bisnis proses secara rinci dibuat dalam standar operasional prosedur dan masing masing SOP yang bisa saja mempunyai beberapa catatan instruksi
Semua SOP dituangkan dalam lembar eProsedur Mutu dan dikendalikan (Terkendali oleh aplikasi) sehingga apabila dalam pelaksanaan nya terjadi ketidak sesuaian maka modul EWS memberikan signal/peringatan dan selanjutnya oleh Manager Representative membuatkan tindakan koreksi sekaligus membuatkan tindakan pencegahannya.
Bisnis proses yang dituangkan dalam SOP tersebut dievaluasi minimal 2 kali setahun dan mutlak dilakukan pengembangan
Pasien mudah mendapatkan informasi , baik diloket pelayanan, media jaringan computer atau di internet.
Sasaran utama informasi tentang rumah sakit yaitu kepada pengguna dalam hal ini masyarakat. Umumnya kebutuhan masyarakat tentang hal rumah sakit yaitu “Mutu Pelayanan” (baca aspek pasien…red) harapan dari mereka yaitu apakah bisa sembuh kalau berobat atau apakah pemeliharaan kesehatan yang diberikan cukup berkualitas, kedua tentang “Biaya”, adakah informasi tentang biaya yang jelas dan pasti, karena sampai saat ini posisi pasien berada di “Ketidak tahuan tentang biaya pelayanan dirumah sakit”
Mudah diaplikasikan, Single Data Entry, Aman dalam penyimpanan , data akurat.
Single data entry dalam SIRS dimaksukan agar perekaman data baik data pelanggan/pasien maupun data /informasi lainnya yang berkaitan dengan operasional rumah sakit di inputkan hanya sekali saja. Hal ini dapat diperoleh dengan menetapkan satu kata kunci agar data tidak terduplikasi atau tidak kehilangan makna.
Data Aman dan Akurat dimaksukan :
Pada waktu data tersebut di akses kembali tidak berubah artinya yang ada hanya penambahan data dan data tersebut tidak terlepas dari data induknya.
Sewaktu data di nonaktifkan tidak hilang dan sewaktu waktu dapat di reproduksi dan tidak berubah.
Semua item data mempunyai arti dan terkait satu sama lainnya, artinya tidak ada satupun data yang berdiri sendiri.
Tidak ada satu item data yang mempunyai arti/ nomenklatur yang berbeda.
Secara fisik data tersebut aman dalam arti seluas-luasnya, bebas dari ancaman kerusakan / kehilangan. Kalaupun terjadi hal tersebut .dapat diproduksi kembali dari salinan yang dibuat secara mirroring.
Ciri khas suatu aplikasi yang baik yaitu tidak ada proses perubahan data atau penghapusan data. dan untuk menghindari kesalahan operator (Human Error), maka proses input data diminimalisasi dengan penggunahan item pilihan yang telah di tetapkan.
Efisien dalam hal tenaga, biaya dan waktu , bila perlu paper less
SIRS yang Efisien, Suatu ciri khas sistem yang baik dan dinamis yaitu dapat mengantisipasi perubahan, dalam arti perubahan (bisnis proses) yang terjadi tidak menyebabkan adanya penambahan sumber daya. bila perlu beberapa kegiatan yang selama ini dapat menyerap sumber daya yang cukub besar, dan dengan pemanfaatan aplikasi , justru dapat diminimalisasi bila perlu diambil alih seluruhnya oleh aplikasi.Lain halnya dalam pemeliharaan peningkatan atau pengembangan kinerja Software memang perlu adanya persiapan /perencanaan angaran yang pasti.
Efektif mencegah terjadinya potensi permasalahan : Lonjakan antrian pasien, Pengaturan ruang perawatan, Moral Hazard Pelangan eksternal maupun internal
Potensi Permasalahan SIRS, Suatu Aplikasi SIRS yang andal apabila dapat mengantisipasi adanya perubahan dalam SOP , Kebijakan, peraturan-peraturan atau adanya pengembangan subsistem dalam rumah sakit.
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa perubahan terbanyak yang seharusnya terjadi/ tidak dapat dihindari (karena perubahan tersebut dapat meningkatkan citra rumah sakit) , tetapi dapat menimbulkan permasalahan pada Aplikasi SIRS (asumsi telah mempunyai Aplikasi SIRS/SIMRS):
Pelayanan Registrasi yang awalnya registrasi hanya diloket kemudian dikembangkan menjadi registrasi dibeberapa tempat atau registrasi online.
Pelayanan obat rawat inap yang awalnya menggunakan sistem peresepan berubah menjadi penggunaan CPO (catatan pemberian obat) pada ODDD atau OUDD
Perubahan tarif pelayanan maupun pola tarif.
Peningkatan status klas/tingkat rumah sakit maupun adanya akreditasi rumah sakit
Adanya Aplikasi pihak ketiga misalnya dari pemasok BAKHP/KSO atau Penjamin.
Perubahan monitoring dan evaluasi indikator kinerja rumah sakit
Penerapan ISO terakreditasi atau atau pengembangan standar pelayanan internasional lainya
Penataan catatan medik dan data pelanggan
Pengendalian Fraud atau Abuse dari aspek rumah sakit, pelanggan atau penjamin
Perubahan pengukuran kinerja /pengganjian pegawai/karyawan
dan lain-lain perubahan atau pengembangan medical pathway’s atau pengembangan subsistem lainya misalnya jenjang pendidikan, kepangkatan , prestasi.
Dinamis dan fleksibel, dapat mengantisipasi perubahan.
Perubahan SIRS, Suatu aplikasi yang baik yaitu apabila ada perubahan yang dituntut demi untuk meningkatkan citra suatu unit kerja , tidak perlu dilakukan perubahan dalam aplikasi itu sendiri. Artinya aplikasi tersebut sangat fleksibel. sebagai satu contoh dalam penetapan suatu tarif paket yang terdiri dari pemberian BAKHP, Jasa Medis , Jasa rumah sakit dan obat standar rumah sakit. dan dalam perkembangannya pola paket ini harus di urai kembali. dan demikian pula sebaliknya. atau contoh yang lain pada pelayanan rawat inap yang menggunakan pemberian obat secara peresepan dan diubah menjadi cara ODDD atau OUDD. maka suatu aplikasi yang baik tidak perlu ada perubahan pemograman dalam aplikasi.
Apabila Anda sebagai Vendor/pengembang atau sebagai konsultan atau mungkin sebagai manajemen rumah sakit dan terlibat dan menyiapkan waktu apalagi biaya untuk perubahan pemograman . maka saya dapat katakan bahwa aplikasi tersebut termasuk aplikasi Gatek (Gagal teknologi) dan keadaan inilah yang menjadi pemicu utama ketidak puasaan dari user
EWS (Early Warning System) dalam SIRS
Aplikasi yang terbilang cukup canggih apabila dalam pelaksanaan operasional rutin suatu rumah sakit, aplikasi dapat memberikan signal peringatan pada user bahwa sistem yang sementara berjalan tidak sesuai dengan semesti apakah itu indikator kinerja yang kurang tercapai atau sangat melampau yang tidak sesuai dengan perencanaan. dan lebih baik lagi apabila sekaligus dapat memberikan alternatif pencegahan atau koreksi dalam berbagai tingkat.
Penerapan Bridge System dalam Sistem Informasi Manajemen
Arti istilah bridge :
Menjembatani, mempertemukan, jembatan antara berbagai subsistem dalam SIM dengan satu atau beberapa system termasuk sistem dari pihak ketiga.
SubSistem : termasuk Suatu proses bisnis, standar-standar prosedur, kebijakan dan peraturan atau kesepakatan
Dituangkan dalam suatu Aplikasi Program (Komputerisasi)
-sumber-
kunjungi juga http://pikesstikpan.blogspot.com/p/sirs_17.html
SIRS YANG ANDAL :
Beberapa rumah sakit telah menerapkan system kendali mutu atau prosedur mutu dalam pelaksanaan operasional rumah sakit, baik yang sertifikasi maupun non sertifikasi.
Prosedur mutu sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan namun membutuhkan satu tenaga Manager Representative yang independen.
Uraiyan bisnis proses secara rinci dibuat dalam standar operasional prosedur dan masing masing SOP yang bisa saja mempunyai beberapa catatan instruksi
Semua SOP dituangkan dalam lembar eProsedur Mutu dan dikendalikan (Terkendali oleh aplikasi) sehingga apabila dalam pelaksanaan nya terjadi ketidak sesuaian maka modul EWS memberikan signal/peringatan dan selanjutnya oleh Manager Representative membuatkan tindakan koreksi sekaligus membuatkan tindakan pencegahannya.
Bisnis proses yang dituangkan dalam SOP tersebut dievaluasi minimal 2 kali setahun dan mutlak dilakukan pengembangan
Pasien mudah mendapatkan informasi , baik diloket pelayanan, media jaringan computer atau di internet.
Sasaran utama informasi tentang rumah sakit yaitu kepada pengguna dalam hal ini masyarakat. Umumnya kebutuhan masyarakat tentang hal rumah sakit yaitu “Mutu Pelayanan” (baca aspek pasien…red) harapan dari mereka yaitu apakah bisa sembuh kalau berobat atau apakah pemeliharaan kesehatan yang diberikan cukup berkualitas, kedua tentang “Biaya”, adakah informasi tentang biaya yang jelas dan pasti, karena sampai saat ini posisi pasien berada di “Ketidak tahuan tentang biaya pelayanan dirumah sakit”
Mudah diaplikasikan, Single Data Entry, Aman dalam penyimpanan , data akurat.
Single data entry dalam SIRS dimaksukan agar perekaman data baik data pelanggan/pasien maupun data /informasi lainnya yang berkaitan dengan operasional rumah sakit di inputkan hanya sekali saja. Hal ini dapat diperoleh dengan menetapkan satu kata kunci agar data tidak terduplikasi atau tidak kehilangan makna.
Data Aman dan Akurat dimaksukan :
Pada waktu data tersebut di akses kembali tidak berubah artinya yang ada hanya penambahan data dan data tersebut tidak terlepas dari data induknya.
Sewaktu data di nonaktifkan tidak hilang dan sewaktu waktu dapat di reproduksi dan tidak berubah.
Semua item data mempunyai arti dan terkait satu sama lainnya, artinya tidak ada satupun data yang berdiri sendiri.
Tidak ada satu item data yang mempunyai arti/ nomenklatur yang berbeda.
Secara fisik data tersebut aman dalam arti seluas-luasnya, bebas dari ancaman kerusakan / kehilangan. Kalaupun terjadi hal tersebut .dapat diproduksi kembali dari salinan yang dibuat secara mirroring.
Ciri khas suatu aplikasi yang baik yaitu tidak ada proses perubahan data atau penghapusan data. dan untuk menghindari kesalahan operator (Human Error), maka proses input data diminimalisasi dengan penggunahan item pilihan yang telah di tetapkan.
Efisien dalam hal tenaga, biaya dan waktu , bila perlu paper less
SIRS yang Efisien, Suatu ciri khas sistem yang baik dan dinamis yaitu dapat mengantisipasi perubahan, dalam arti perubahan (bisnis proses) yang terjadi tidak menyebabkan adanya penambahan sumber daya. bila perlu beberapa kegiatan yang selama ini dapat menyerap sumber daya yang cukub besar, dan dengan pemanfaatan aplikasi , justru dapat diminimalisasi bila perlu diambil alih seluruhnya oleh aplikasi.Lain halnya dalam pemeliharaan peningkatan atau pengembangan kinerja Software memang perlu adanya persiapan /perencanaan angaran yang pasti.
Efektif mencegah terjadinya potensi permasalahan : Lonjakan antrian pasien, Pengaturan ruang perawatan, Moral Hazard Pelangan eksternal maupun internal
Potensi Permasalahan SIRS, Suatu Aplikasi SIRS yang andal apabila dapat mengantisipasi adanya perubahan dalam SOP , Kebijakan, peraturan-peraturan atau adanya pengembangan subsistem dalam rumah sakit.
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa perubahan terbanyak yang seharusnya terjadi/ tidak dapat dihindari (karena perubahan tersebut dapat meningkatkan citra rumah sakit) , tetapi dapat menimbulkan permasalahan pada Aplikasi SIRS (asumsi telah mempunyai Aplikasi SIRS/SIMRS):
Pelayanan Registrasi yang awalnya registrasi hanya diloket kemudian dikembangkan menjadi registrasi dibeberapa tempat atau registrasi online.
Pelayanan obat rawat inap yang awalnya menggunakan sistem peresepan berubah menjadi penggunaan CPO (catatan pemberian obat) pada ODDD atau OUDD
Perubahan tarif pelayanan maupun pola tarif.
Peningkatan status klas/tingkat rumah sakit maupun adanya akreditasi rumah sakit
Adanya Aplikasi pihak ketiga misalnya dari pemasok BAKHP/KSO atau Penjamin.
Perubahan monitoring dan evaluasi indikator kinerja rumah sakit
Penerapan ISO terakreditasi atau atau pengembangan standar pelayanan internasional lainya
Penataan catatan medik dan data pelanggan
Pengendalian Fraud atau Abuse dari aspek rumah sakit, pelanggan atau penjamin
Perubahan pengukuran kinerja /pengganjian pegawai/karyawan
dan lain-lain perubahan atau pengembangan medical pathway’s atau pengembangan subsistem lainya misalnya jenjang pendidikan, kepangkatan , prestasi.
Dinamis dan fleksibel, dapat mengantisipasi perubahan.
Perubahan SIRS, Suatu aplikasi yang baik yaitu apabila ada perubahan yang dituntut demi untuk meningkatkan citra suatu unit kerja , tidak perlu dilakukan perubahan dalam aplikasi itu sendiri. Artinya aplikasi tersebut sangat fleksibel. sebagai satu contoh dalam penetapan suatu tarif paket yang terdiri dari pemberian BAKHP, Jasa Medis , Jasa rumah sakit dan obat standar rumah sakit. dan dalam perkembangannya pola paket ini harus di urai kembali. dan demikian pula sebaliknya. atau contoh yang lain pada pelayanan rawat inap yang menggunakan pemberian obat secara peresepan dan diubah menjadi cara ODDD atau OUDD. maka suatu aplikasi yang baik tidak perlu ada perubahan pemograman dalam aplikasi.
Apabila Anda sebagai Vendor/pengembang atau sebagai konsultan atau mungkin sebagai manajemen rumah sakit dan terlibat dan menyiapkan waktu apalagi biaya untuk perubahan pemograman . maka saya dapat katakan bahwa aplikasi tersebut termasuk aplikasi Gatek (Gagal teknologi) dan keadaan inilah yang menjadi pemicu utama ketidak puasaan dari user
EWS (Early Warning System) dalam SIRS
Aplikasi yang terbilang cukup canggih apabila dalam pelaksanaan operasional rutin suatu rumah sakit, aplikasi dapat memberikan signal peringatan pada user bahwa sistem yang sementara berjalan tidak sesuai dengan semesti apakah itu indikator kinerja yang kurang tercapai atau sangat melampau yang tidak sesuai dengan perencanaan. dan lebih baik lagi apabila sekaligus dapat memberikan alternatif pencegahan atau koreksi dalam berbagai tingkat.
Penerapan Bridge System dalam Sistem Informasi Manajemen
Arti istilah bridge :
Menjembatani, mempertemukan, jembatan antara berbagai subsistem dalam SIM dengan satu atau beberapa system termasuk sistem dari pihak ketiga.
SubSistem : termasuk Suatu proses bisnis, standar-standar prosedur, kebijakan dan peraturan atau kesepakatan
Dituangkan dalam suatu Aplikasi Program (Komputerisasi)
-sumber-
kunjungi juga http://pikesstikpan.blogspot.com/p/sirs_17.html
Sabtu, 12 Juli 2014
Apa itu SIRS ( Sistem Informasi Rumah Sakit )
11.44
Sistem Informasi Rumah Sakit ( SIRS )
Apa itu SIRS dan Fungsi SIRS
Kebutuhan data dan informasi semakin meningkat dan mencakup berbagai aspek,begitu pula dalam bidang kesehatan,khususnya Rumah Sakit ,guna menentukan kebijakan di Bidang Upaya Kesehatan,Rumah Sakit wajib membuat pelaporannya.Pelaporan Rumah Sakit yang baik dan benar bergantung pada data Rumah Sakit ,sehingga di perlukan sebuah sistem manajemen yang mengatur serta mengawasi bagaimana cara mengisi dan mengolah data Rumah Sakit yang lebih di kenal Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ) .SIMRS adalah sub bagian paling penting dari SIRS,sehingga SIM-RS bisa juga di sebut Aplikasi Sistem Infromasi Rumah Sakit. lalu apa itu SIRS ? lebih jauh akan di bahas di bawah.
1. Apa Itu SIRS
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data rumah sakit se-Indonesia. Sistem Informasi ini mencakup semua Rumah Sakit umum maupun khusus, baik yang dikelola secara publik maupun privat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
SIRS yang berlaku saat ini adalah SIRS revisi 6 tahun 2011,dimana SIRS VI ini merupakan penyempurnaan dari SIRS Revisi V yang disusun berdasarkan masukan dari tiap Direktorat dan Sekretariat dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Hal ini diperlukan agar dapat menunjang pemanfaatan data yang optimal serta semakin meningkatnya kebutuhan data saat ini dan yang akan datang.
Jika kita bicara tentang Proses maka akan ada unsur Input dan Ouput.Proses dalam Input Ouput Rumah Sakit wajib melakukan Pengumpulan ,Pengelolahan,dan Penyajian Data ,rangkaian Proses ini akan menghasilkan Data Pelaporan Rumah Sakit dikirmkan dari “Rumah Sakit ke Dinas Kesehatan Provinsi & Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota”. Selain itu juga dibutuhkan pelaporan dari “Rumah Sakit ke KEMENKES RI”.Dalam Membantu implementasi SIRS ,lahirlah Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan Menteri Kesehatan telah menerbitkan buku Petunjuk Teknis SIRS 2011,untuk mendownload buku ini,sudah di sertakan di akhir postingan ini.
penyelenggaraan SIRS guna mewujutkan visi dan misi Rumah Sakit.
Aplikasi SIRS berbasis Online,untuk itu setiap rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan registrasi di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
http://buk.depkes.go.id/
penyelenggaraan SIRS guna mewujutkan visi dan misi Rumah Sakit.
Aplikasi SIRS berbasis Online,untuk itu setiap rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan registrasi di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
http://buk.depkes.go.id/
Berikut merupakan isi dari Pelaporan SIRS Rev. 6 “Terbaru” :
- RL 1 “Data Dasar Rumah Sakit”
- RL 1.1 (Data Dasar Rumah Sakit)
- RL 1.2 (Indikator Pelayanan Rumah Sakit)
- RL 1.3 (Fasilitas Tempat Tidur Rawat Inap)
- RL 2 “Ketenagaan”
- RL 3 “Pelayanan”
- RL 3.1 (Rawat Inap)
- RL 3.2 (Rawat Darurat)
- RL 3.3 (Gigi & Mulut)
- RL 3.4 (Kebidanan)
- RL 3.5 (Perinatologi)
- RL 3.6 (Pembedahan)
- RL 3.7 (Radiologi)
- RL 3.8 (Laboratorium)
- RL 3.9 (Rehabilitasi Medik)
- RL 3.10 (Pelayanan Khusus)
- RL 3.11 (Kesehatan Jiwa)
- RL 3.12 (Keluarga Berencana)
- RL 3.13 (Farmasi Rumah Sakit)
- RL 3.14 (Rujukan)
- RL 3.15 (Cara Bayar)
- RL 4 “Morbiditas san Mortalitas”
- RL 4.a (Penyakit Rawat Inap)
- RL 4.b (Penyakit Rawat Jalan)
- RL 5 “Pengunjung Rumah Sakit”
- RL 5.1 (Pengunjung Rumah Sakit)
- RL 5.2 (Kunjungan Rawat Jalan)
- RL 5.3 (Daftar 10 Besar Penyakit Rawat Inap)
- RL 5.4 (Daftar 10 Besar Penyakit Rawat Jalan)
- Dan berikut ini jenis pelaporan jika ditinjau dari waktu pelaporannya :
- Laporan Updating : RL 1, RL 1.1
- Laporan Tahunan : RL 1.2, RL 1.3, RL 2, RL 3, RL 3.1, RL 3.2, RL 3.3, RL 3.4, RL 3.5, RL 3.6, RL 3.7, RL 3.8, RL 3.9, RL 3.10, RL 3.11, RL 3.12, RL 3.13, RL 3.14, RL 3.15, RL 4, RL 4a, RL 4b.
- Laporan Bulanan : RL 5, RL 5.1, RL 5.2, RL 5.3, RL 5.4.
2. Fungsi SIRS.
Kita sudah membahas apa itu SIRS,dalam bahasa yang sederhana "SIRS adalah Pelaporan Data Ruma Sakit yang Berbasis Online,sehingga lebih cepat dan mudah,serta Infromasi yang di dapatkan lebih uptodate aplikasinya di sebut SIM-RS" .SIRS hanya bisa di lakukan di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan yaitu http://buk.depkes.go.id.dan Rumah Sakit wajib terlebih dahulu resgistrasi sebelum menggunakan SIRS.
Sekarang kita akan mengetahui Fungsi SIRS yaitu :
Sekarang kita akan mengetahui Fungsi SIRS yaitu :
- Membantu mewujudkan visi dan misi RS
- Membangun dan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi
- Mensosialisasikan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia RS mengoperasikan teknologi informasi
- Meningkatkan kinerja Rumah Sakit menjadi lebih efisien dan efektif
- Meningkatkan nilai jual RS di masyarakat sebagai RS yang mengedepankan pelayanan
- Manajemen pengelolaan data menjadi informasi yang cepat dan tepat guna bagi kepentingan User, Manajemen maupun Pemerintah
- Meningkatkan mutu dan mempercepat proses pelayanan RS
- Meningkatkan loyalitas dan kebanggaan karyawan terhadap RS tempat mereka mengabdi
- Mengurangi kesalahan-kesalahan faktor manusia
- Menghilangkan permasalahan redudansi data
- Menghilangkan permasalahan ketidakkonsistenan data
- Pemetaan desain sistem informasi sesuai dengan kebutuhan informasi pada saat ini dan masa datang.
Untuk Mendownload silakan kunjungi: Gratis Download ebook Petunjuk Teknis SIRS
Referensi :
Buku JUKNIS SIRS 2011-buk.depkes.go.id
http://indra18mangun.wordpress.com/rekam-medis/sirs-rev-6/
Buku JUKNIS SIRS 2011-buk.depkes.go.id
http://indra18mangun.wordpress.com/rekam-medis/sirs-rev-6/
http://inticom.wordpress.com/sistem-informasi-rumah-sakit/
http://sirs-medan.blogspot.com/2012/10/manfaat-simrs.html
http://fanyeka.wordpress.com/2013/05/28/sirs-dan-sim-rs/
http://202.70.136.52/sirs/login.php
Kunjungi Juga :
Penulis juga mohon kritik dan sarannya Kritik Dan Saran anda. Sabtu, 17 Mei 2014
Kepemilikan Isi Rekam Medis Dari - Aspek Hukum Rekam Medis
18.18
Kepemilikan Isi Rekam Medis
Pendahuluan
Semenjak pasien bertemu dengan dokter guna mendapatkan pelayanan kesehatan maka sejak itu secara tidak langsung sudah ada jalinan hukum di antara keduannya.Karena itu relasi antara dokter pasien harus di jamin sebuah hukum karena menyangkut tentang data pasien.Saat pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter ,maka dokter tentu mengetahui semua data pribadi milik pasien,tidak hanya dokter instansi serta tenaga medis dan non medis yang terkait dengan pelayanan kesehatan pasien tersebut juga mengetahui data rahasia pribadi milik pasien yang resmi tertuang dalam rekam medis.
sesuai dengan Undang-Undang No.29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan Permenkes No.269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis di atur tentang Kepemilikan Rekam Medis sehingga adanya kepastian hukum atas kepemilikan dan kerahasian isi rekam medis.
Apa Itu Kepemilikan Rekam Medis ?
Kepemilikan
Secara umum pengertian dari Kepemilikan adalah "kekuasaan yang didukung secara sosial untuk memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara eksklusif dan menggunakannya untuk tujuan pribadi. wikipedia.com.". Sedangkan menurut Bapak Satjipto Rahardjo ,Ilmu hukum thn.2000 mengatakan bahwa Kempemilikan menunjukan hubungan antara seorang / subjek hukum dengan objek yang menjadi sasaran kepemilikan.kepemilikan terdiri dari suatu kompleks hak-hak yang kesemuanya dapat di golongkan kedalam ius in rem,karena ia berlaku kepada semua orang.
Apa itu Isi Rekam Medis ?
secara umum kita ketahui bahwa yang di maksud dengan isi rekam medis adalah Isi Rekam Medis merupakan catatan keadaan tubuh dan kesehatan, termasuk data tentang identitas,data sosial,data medis seorang pasien.
sedangkan menurut pasal 1(1) ketentuan umum permenkes 269/Menkes/Per/III/2008 menyatakan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,pemeriksaan,pengobatan,tindakan pelayanan lain yang di telah di berikan kepada pasien.
Siapa Pemilik Rekam Medis ?
Pada prinsipnya isi Rekam Medis adalah milik pasien, sedangkan berkas Rekam Medis (secara fisik) adalah milik Rumah Sakit atau institusi kesehatan. Pasal 10 Permenkes No. 749a menyatakan bahwa berkas rekam medis itu merupakan milik sarana pelayanan kesehatan, yang harus disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat. Untuk tujuan itulah di setiap institusi pelayanan kesehatan, dibentuk Unit Rekam Medis yang bertugas menyelenggarakan proses pengelolaan serta penyimpanan Rekam Medis di institusi tersebut. Karena isi Rekam Medis merupakan milik pasien, maka pada prinsipnya tidak pada tempatnya jika dokter atau petugas medis menolak memberitahu tentang isi Rekam Medis kepada pasiennya, kacuali pada keadaan-keadaan tertentu yang memaksa dokter untuk bertindak sebaliknya. Sebaliknya, karena berkas Rekam Medis merupakan milik institusi, maka tidak pada tempatnya pula jika pasien meminjam Rekam Medis tersebut secara paksa, apalagi jika institusi pelayanan kesehatan tersebut menolaknya.
Sabtu, 12 April 2014
Langganan:
Postingan (Atom)







