Tampilkan postingan dengan label rekam medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rekam medis. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Mei 2017
Download Buku Singkatan RSSA
18.16
Buku Singkatan RS dr. Syaiful Anwar Malang
![]() |
| Cover Buku Singkatan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang |
Satu lagi buku yang menurut saya keren. Buku ini memudahkan saya sewaktu mengkoding penyakit yang ditulis dengan singkatan.Misalnya B3 yaitu Bahan Berbahaya Beracun , APP atau Apendisitis,BRVO Branch Retinal Vascular Occlusion. Untuk yang belum terbiasa pasti akan kesulitan seperti saya saat mengkoding diagnosa yang disingkat-singkat. tapi tidak hanya singkatan itu saja banyak singkatan lain.
Singkatan apa saja yang dalam buku ini adalah :
- Daftar Kode Unit Kerja.
- Daftar Singkatan Sebutan Satuan Kerja
- Daftar Singkatan, Simbol dan Penulisan Dosis yang tidak boleh digunakan
- Daftar Singkatan Yang Digunakan RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
- Daftar Singkatan Dalam Resep
- Daftar Kode Gigi
- Daftar Kode Gigi Permanen
- Daftar Kode Gigi Sulung
- Daftar Simbol Yang Digunakan RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Jumat, 30 Oktober 2015
Video Tutorial Cara membuat Grafik Barber Johnson
09.42
Video Tutorial Cara membuat Grafik Barber Johnson
Video terdiri dari 4 bagian :
Pada video Part 1 : Membuat Tabel https://www.youtube.com/watch?v=SpDu5WgkCp4
Pada video Part 2 : Membuat Grafik https://www.youtube.com/watch?v=6IKGEOZiO6s
Pada Video Part 3 : membuat Garis daerah efisiensi https://www.youtube.com/watch?v=Lo6BbNKocyQ
Pada video Part 1 : Membuat Tabel https://www.youtube.com/watch?v=SpDu5WgkCp4
Pada video Part 2 : Membuat Grafik https://www.youtube.com/watch?v=6IKGEOZiO6s
Pada Video Part 3 : membuat Garis daerah efisiensi https://www.youtube.com/watch?v=Lo6BbNKocyQ
Pada video part 4 : Menambahkan fitur macro pada excel https://www.youtube.com/watch?v=PhR2tWA9lyw
Download Buku Pedoman Rekam Medis
09.00
Download BUKU PEDOMAN REKAM MEDIS
Berikut daftar isi dari buku pedoman rekam medis :
SK Direktur penetapan Buku
Pedoman Penyelenggaraan Rekam MedisKata
Pengantar
Daftar Isi
BAB I
: PENDAHULUAN
1.
Pengertian Rekam
Medis
2.
Kegunaan Rekam
Medis
3.
Sifat Rekam Medis
4.
Tujuan
Penyelenggaraan Rekam Medis
5.
Isi Rekam Medis
BAB II
: PEMBERIAN
IDENTITAS PASIEN
1.
Pemberian Nomor
Rekam Medis
2.
Pemberian
Identitas Pasien Dawasa
3.
Perawatan dan
Pemberian identitas bayi baru lahir dengan persalinan normal
4.
Pemberian
identitas dan penomoran pasien di unit gawat darurat
BAB III
: PENULISAN NAMA
DAN INDEKS PASIEN
1.
Penulisan nama
2.
Indeks utama
pasien (KIUP)
3.
Penyimpanan KIUP
BAB IV
: PENYIMPANAN
BERKAS REKAM MEDIS
1.
Sistem
penyimpanan berkas rekam medis
2.
Jangka waktu
penyimpanan berkas rekam medis
3.
Penyimpanan rekam
medis aktif
4.
Kode warna dan
penomoran
BAB V
:
PEMINJAMAN,PENANGANAN DAN PEMELIHARAAN RM
1. Peminjaman berkas rekam medis
2. Pengambilan berkas rekam medis dari rak penyimpanan
3. Pemasangan lembar perunut (out guide)
4. Pengiriman berkas rekam medis
5. Pengembalian berkas rekam medis
6. Peraturan dan tatatertib pengamanan berkas rekam medis
7. Pemeliharaan berkas rekam medis
8. Kerahasiaan informasi dalam berkas rekam medis
BAB VI
: PROSEDUR PASIEN
DI RAWAT
1. Ketentuan pendaftaran pasien rawat jalan ( flow chat)
2. Prosedur penerimaan pasien rawat jalan :
a. Pasien baru
b. Pasien lama tanpa perjanjian
c. Pasien lama dengan perjanjian
3. Prosedur penerimaan pasien di IGD
4. Ketentun dan prosedur penerimaan pasien rawat inap
5. Ketentuan dan prosedur pasien rawat inap pulang
6. Ketentuan dan prosedur pasien keluar rumah sakit
7. Ketentuan dan prosedur konsul pasien
8. Ketentuan dan prosedur pasien pulang paksa
BAB VII
: PENCATATAN DAN
PENGISIAN REKAM MEDIS
1. Pencatatan rekam medis
2. Penulisan symbol,singkatan dan tanda khusus
3. Ringkasan selama dirawat
4. Ketentuan dan prosedur Infomed Consent
5. Laporan kacelakaan
6. Otopsi (walaupun rumah sakit tidak melakukan sendiri)
7. Pembuatan Visum et Repertum
8. Ketentuan dan prosedur pelayanan asuransi
9. Riwayat penyakit pasien
10.Catatan
perintah dokter untuk pengobatan dll11.Laporan anestensi, operasi, tindakan lain12.Catatan observasi pasien
13.Catatan perkembangan pasien
14.Penulisan diognosa15.Bukti dokter penanggung jawab pasien memberikan Penjelasan tentang penyakit pasien dan pendidikan tentang kewajiban pasien16.Kewajiban dokter dan perawat mengisi rekam medis secara lengkap, benar, jelas, akurat, tepat waktu, tanpa coretan
BAB VIII
: SISTEM
PELAPORAN
1. Laporan internal berkala
2. Laporan eksternal berkala
3. Laporan khusus sewaktu
BAB IX
: SUB KOMITE
REKAM MEDIS
1. Keputusan pembentukan sub komite rekam medis
2. Tugas pokok, fungsi dan tanggung jawab sub komite RM
3. Keanggotaan
4. Uraian tugas
5. Struktur organisasi
Download Bukunya disini :
Selasa, 27 Oktober 2015
KARTU INDEKS UTAMA PASIEN
07.03
KARTU INDEKS UTAMA PASIEN
1. Pengertian
Kartu Indeks Utama Pasien atau KIUP adalah kartu yang dijadikan
database pasien secara manual,sehingga KIUP harus mutlak dibuat bagi setiap
pasien yang baru mendaftar di TPP (Tempat Pendaftaran Pasien ) Baik itu pasien
rawat jalan ,rawat inap,dan rawat darurat.
Kartu Indeks Utama Pasien berguna sebagai backup apabila pasien lupa
membawa kartu berobatnya.KIUP yang merupakan salah satu sumber data penting
pasien ini bersifat permanen atau disimpan selamanya pada instansi rumah
sakit,karena itu KIUP harus diisi secara
lengkap dan tepat sesuai dengan identitas pasien.
2. Data / Variabel Kartu Indeks Utama Pasien .
KIUP dibuat berdasarkan atas ringkasan riwayat klinik yang diterima
dari tempat penerimaan pasien.KIUP harus dibuat selengkap dan sejelas
mungkin.Dalam KIUP dimuat beberapa data identitas pasien yang dibuat secara
terperinci dan lengkap,data tersebut antara lain:
a.
Nama Lengkap Pasien.
b.
Nomor Rekam Medis.
c.
Tempat Tanggal Lahir.
d.
Jenis Kelamin.
e.
Alamat Lengkap.
f.
Nama Ayah.
g.
Nama Ibu.
h.
Nama Suami/Istri.
i.
Agama.
j.
Pekerjaan.
k.
Status.
l.
Penanggung Jawab.
m.
Tanggal Kunjungan.
Ada beberapa catatan penting dalam pengisian data KIUP yaitu ada
beberapa data yang bisa saja berubah seperti Alamat,Status,Nama Suami atau Istri,Agama,Pekerjaan,maka
setiap terjadi perubahan data maka perubahan tersebut bisa di tulis di balik
KIUP disertai dengan tanda tangan petugas yang menerima perubahan data
tersebut.atau bisa dibuatkan kolom keterangan pada kartu untuk mengisi
perubahan tersebut,atau dibuatkan kartu KIUP baru dengan keterangan petunjuk ke
KIUP lama.
3. Standarisasi Pembuatan Kartu Indeks Utama Pasien.
Untuk membuat
kartu indeks utama pasien atau KIUP harus diperhatikan beberapa hal penting
yang menjadi standar KIUP tersebut yaitu:
a.
Ukuran 12.5 x 7.5
b.
Bahan tebal dan berwarna putih.
c.
Mencakup seluruh data/variable KIUP.
KIUP harus
disimpan pada tempat tersendiri dengan cara penyimpanan secara alpabhet atau
huruf misalnya nama pasien adalah Asmarah Sukma maka KIUP disimpan pada bagian
“A”.Karena itu KIUP harus dibuat benar-benar sesuai dengan nama lengkap pasien
bukan nama panggilan atau nama samaran,tapi sesuai dengan kartu identitas
pasien misalnya KTP/SIM atau Kartu pelajar atau Kartu Keluarga atau Akte
Kelahiran.
4. KIUP vs MIP
MIP atau Master
Indeks Pasien adalah KIUP yang dibuat secara elektronik,berbeda KIUP ,MIP
disimpan didalam Hardisk Komputer,kemudahannya adalah lebih cepat dalam
pelacakan identitas pasien ,memuat lebih banyak data,dan lebih aman ( Kerusakan
KIUP seperti Sobek,atau luntur terkena air).MIP juga harus dibuat backup
apabila computer error atau terbakar.
Minggu, 25 Oktober 2015
Sistem Penomoran Rekam Medis
21.21
Sistem Penomoran Rekam Medis
A. Pendahuluan
Pasien
yang melakukan kunjungan ke Rumah Sakit harus mengetahui alur prosedurnya mulai
dari alur pelayanan ke Rawat Inap,Rawat Jalan,Rawat Darurat,dan instansi
pelayanan lainya.Dan semua alur tersebut dimulai dari TPP (Tempat Pendaftaran
Pasien).
Pasien yang mendaftar akan dibuatkan berkas Rekam Medis dan Nomor rekam medis.kegunaan dari nomor rekam medis pada prinsipnya sebagai identitas penyimpanan berkas.Kenapa berkas rekam medis harus disimpan berdasarkan nomor bukan nama pasien,karena dengan nomor akan lebih mudah di jajarkan,diambil kembali saat diperlukan.Tentu ini lebih baik daripada berkas pasien disimpan berdasrkan namanya karena berkas akan sulit dilacak bila ada beberapa pasien yang memiliki nama yang sama dan hampir sama.
Pasien yang mendaftar akan dibuatkan berkas Rekam Medis dan Nomor rekam medis.kegunaan dari nomor rekam medis pada prinsipnya sebagai identitas penyimpanan berkas.Kenapa berkas rekam medis harus disimpan berdasarkan nomor bukan nama pasien,karena dengan nomor akan lebih mudah di jajarkan,diambil kembali saat diperlukan.Tentu ini lebih baik daripada berkas pasien disimpan berdasrkan namanya karena berkas akan sulit dilacak bila ada beberapa pasien yang memiliki nama yang sama dan hampir sama.
Ada
3 model sistem penomoran yang bias diterapkan yaitu :
1.
Sistem Penomoran Seri
2.
Sistem Penomoran Unit
3.
System penomoran seri unit
B. Pengertian dan Tujuan
Seperti
yang dijelaskan sebelumnya pada intinya penomoran ini berfungsi untuk penyimpanan
berkas rekam medis,sehingga nomor tersebut akan menjadi petunjuk apa bila berkas
rekam medis digunakan saat pasien berkunjung kembali ke rumah sakit.dari
Pemahaman tersebut bisa di simpulkan bahwa sistem penomoran rekam medis adalah
cara yang digunakan untuk menyimpan berkas rekam medis berdasar nomor pengenal
( Record Number ).Pemberian nomor tersebut diberikan pertama kali untuk
kunjungan baru pasien.
Berikut
penjelasan dari masing-masing system penomoran:
1. Sistem Penomoran Seri ( Serial Numbering System )
Pada system ini
setiap pasien berkunjung ke rumah sakit akan di buatkan berkas rekam medis
dengan nomor rekam medis baru,jadi bila pasien berkunjung 3 kali maka pasien
memiliki 3 nomor rekam medis yang berbeda.Nomor rekam medis pasien juga
tercatat dalam KIUP (Kartu Indeks Utama Pasien) yang berbeda (*KIUP akan
dibahas pada artikel lainya,dan berkasnya pun disimpan terpisah sesuai dengan
nomor rekam medis masing-masing.keuntungan dari system ini adalah pasien
dilayani lebih cepat tapi akibatnya berkas akan cepat menumpuk sehingga di
butuhkan ruang penyimpanan yang luas dan sulit melacak riwayat penyakit pasien
tersebut karena akan membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan berkas pasien
yang memiliki banyak nomor rekammedis yang berbeda.
2. Sistem Penomoran Unit
Berbeda dengan penomoran seri pada system penomoran unit pasien hanya
boleh memiliki satu nomor rekam medis dan nomor tersebut akan selalu digunakan
saat pasien melakukan kunjungan lanjutan ke rumah sakit.kelebihan dari system
ini adalah record pelayanan pasien meliputi rawat jalan,rawat inap,dan rawat
darurat berada dalam satu berkas sehingga mudah melacak kronologi atau riwayat
penyakit serta riwayat pengobatan pasien.namun kekurangan dari system ini
adalah berkas menjadi tebal sehingga dibutuhkan lebih dari map berkas untuk
satu pasien.Bisa terjadi duplikasi nomor rekam medis bila petugas lalai atau
pasien lupa membawa kartu indeks berobatKekurangan diatas bisa diatasi atau diminimalisir dengan kebijakan
tertentu,misalnya kecakapan petugas dalam mencatat nomor rekam medis dan selalu
mengingatkan akan kesadaran pasien bahwa betapa pentingnya untuk menjaga kartu
indeks berobatnya.Bila pasien memang kehilangan nomor rekam medis hal ini bisa
diatasi bila rumah sakit memiliki system pendaftaran yang terkomputerisasi.kelebihan
dari system komputerasi databasae pasien mudah di lacak meski hanya dengan kata
kunci nama pasien.
3. Sistem Penomoran Seri Unit ( Serial Unite numbering system )
Adalah
gabungan antara penomoran seri dan unit. Yaitu setiap pasien berkunjung akan
diberikan nomor baru,namun berkas lama dan nomor rekam medis lama pasien tidak
dipisahkan dengan nomor rekam medis dan berkas rekam medis baru
pasien.Kelebihan dari system ini adalah terkumpulnya berkas rekam medis pasien
dan memudahkan dalam retensi berkas rekam medis.kekurangannya akan menimbulkan
terlalu banyak nomor rekam medis untuk satu pasien dan susah melacak nomor
rekam medis lama pasien apabila pasien lupa membawa kartu berobatnya sehingga
bias menyebabkan nomor rekam medis pasien yang baru akan terpisah dengan nomor
rekam medis lama pasien.
Dari
ketiga system penomoran rekam medis diatas yang paling dianjurkan adalah system
penomoran seri karena 1 nomor rekam medis untuk 1 satu pasien akan memiliki 1
kumpulan berkas rekam medis dari berbagai pelayanan yang didapatkan pasien
tersebut.lantas muncul pertanyaan kenapa data berkas rekam medis harus
terkumpul sama-sama dan tidak dianjurkan terpisah,jawabanya adalah karena data
tersebut berguna untuk mengetahui kronologi penyakit dan kronologi riwayat
pelayanan pasien ,kronologi penyakit ini sangat diperlukan untuk mengetahui
seberapa jauh perkembangan penangan penyakit tersebut dan kronologi riwayat
pelayanan berguna untuk mengetahui seberapa efektif penanangan yang telah
dilakukan,misalnya dengan ilustrasi sederhana, ada pasien pernah berkunjung
dengan keluhan benturan dikepala,setelah pasien dilayani,kemudian pasien datang
lagi dengan keluhan sakit kepala,dengan data kronologi , dokter bisa mengetahui
bahwa pasien pernah mengalami benturan dikepala dan dokter kemudian akan
menentukan tindakan apa yang harus dilakukan apakah sakit kepala yang diderita
pasien ada pengaruhnya dari benturan yang pernah dialami pasien,jika tidak maka
dokter bisa melakukan tindakan yang lebih tepat untuk pasien tersebut.
4. Transformasi Penomoran Seri ke Unit
Untuk merubah
system penomoran seri ke unit ada beberap langkah yang harus diperhatikan.
a.
Menyiapkan Lokasi penyimpanan berkas yang baru.
b.
Pelatihan petugas dalam mengetahui system kerja
penomoran unit.
c.
Menentukan Tanggal Perubahan system penomoran
seri ke unit.
d.
Pasien baru dibuatkan nomor rekam medis baru,
dan pasien lama yang belum memiliki nomor rekam medis tertanggal perbuhanan
system tersebut akan di berikan nomor rekam medis baru.
e.
Pasien lama yang mendapat nomor rekam medis baru
,berkasnya akan digabungkan dengan berkas rekam medis lama pasien.
f.
Berkas lama pasien yang tidak sempat terlacak
akan di anggap sebagai berkas tidak aktif.
C. Catatan Penting untuk Pasien
Sudah
dibahas diatas apa itu nomor rekam medis dan kegunaanya,jadi sebagai pasien
yang bijak harus tau bahwa kartu berobatnya harus disimpan dengan baik.kadang
ada juga pasien yang ingin mendapatkan pelayanan yang cepat dari tempat
pendaftaran sehingga pasien lama mengaku sebagai pasien baru.tanpa memperdulikan
bahwa riwayat pelayanannya yang lama itu sangat penting baginya.
Sekian dari
artikel ini semoga bermanfaat dan semoga kita semua sehat selalu.Aamiin
Sabtu, 12 April 2014
Langganan:
Postingan (Atom)






