Tampilkan postingan dengan label rumah sakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah sakit. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Februari 2020
Menghitung Lama Rawat Pasien Dipindahkan - Sensus Harian Rawat Inap
07.25
Hal Yang harus diperhatikan saat sensus pasien Transfer in atau Out .
Apa itu pasien dipindahkan ?
Pasien dipindahkan atau transfer out adalah pasien rawat
inap yang keluar dari suatu ruangan inap menuju ke ruangan rawat inap lain yang masih dalam
internal rumah sakit . Misalnya seorang pasien dirawat di ruangan Dahlia dan
dipindahkan ke ruangan ICU.
Apakah pasien dipindahkan termaksud pasien keluar ?
Secara umum pasien dipindahkan bukanlah kategori pasien
keluar karena masih berstatus sebagai pasien rawat inap di rumah sakit. Hanya saja
jika sensus dilakukan per ruangan maka pasien dipindahkan dikategorikan sebagai
pasien keluar untuk ruangan tersebut bukan sebagai pasien keluar rumah sakit.
Apakah pasien dipindahkan dihitung lama rawatnya ?
Karena pasien dipindahkan adalah pasien keluar dari suatu
ruangan maka pasien tersebut harus dihitung lama rawatnya . contoh :
Sensus Ruangan Mawar Tanggal 6
/ 2 / 2020
|
||||
Pasien Dipindahkan
|
NORM
|
Tanggal Masuk
|
Lama rawat
|
Ke ruangan
|
Wulan Sabit
|
08-00-01
|
2/2/2020
|
4 Hari
|
Dahlia
|
Kesalahan dalam menghitung lama rawat pasien dipindahkan ?
Ada beberapa kesalahan yang bias terjadi saat sensus dan
menghitung lama rawat pasien dipindahkan . Yaitu sensus tidak dilakukan secara seragam disemua ruangan. Tanggal dipindahkan dan tanggal pindahan sensus
pasien tidak sama sehingga jika total keseluruhan lama rawat pasien dipindahkan hasilnya kurang satu hari . dan ini bisa dikategorikan kerugian rumah sakit.
Contoh kasus :
Pasien bernama Harum Memawangi masuk di ruangan Mawar pada
tanggal 12/2/2020 lalu pasien dipidahkan ke ruangan Dahlia . diruang dahlia tercatat
masuk 16/2/2020 dan keluar tanggal 20/2/2020 .Sedangkan Pasien Harum
Mewangi tercatat keluar dari ruangan Mawar pada tanggal 15/2/2020.
Kesalahan dari kasus diatas adalah tanggal keluar dari mawar
tidak sama dengan tanggal masuk diruangan dahlia.
Ruangan Mawar
|
|||
Pasien Dipindahkan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
12/2/2020
|
15/2/2020
|
3 hari
|
Ruangan Dahlia
|
|||
Pasien Pindahan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
16/2/2020
|
20/2/2020
|
4 hari
|
Sehingga total lama
rawat pasien Harum Mewangi adalah = Lama Rawat Mawar + lama Rawat Dahlia = 3 hari +
4 hari = 7 hari
Seharusnya pasien Harum
Mewangi memiliki lama rawat 8 Hari
Pasien
|
Tanggal masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama rawat
|
Harum Mewangi
|
12/2/2020
|
20/2/2020
|
8 hari
|
Ruangan Mawar
| |||
Pasien Dipindahkan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
12/2/2020
|
15/2/2020
|
3 hari
|
Ruangan Dahlia
| |||
Pasien Pindahan
|
Tanggal Masuk
|
Tanggal keluar
|
Lama Rawat
|
Harum Mewangi
|
15/2/2020
|
20/2/2020
|
5 hari
|
Jadi kesimpulannya :
Untuk menghindari kesalahan perhitungan diatas adalah bahwa
tanggal dipindahkan harus sama dengan tanggal pindahan . Bahwa petugas atau
perawat disetiap ruangan rawat inap sama waktunya melakukan sensus dan juga
harus memperhatikan jam transfer pasien . Misalnya pasien dipindahkan pukul
11:55 Malam lalu masuk ruangan jam 12:10 malam . Tentu meski hanya berbeda
menit tapi itu sudah masuk kategori tanggal yang berbeda .
Kenapa sensus harus dilakukan seragam atau setelah jam 11:59 malam disetiap ruangan ?
Untuk menghindari kesalahan sensus pada pasien transfer in ( Pindahan ) atau Transfer Out ( Dipindahkan ). Misalnya ruangan Mawar melakukan sensus jam 10 malam sementara dari ruang mawar ada pasien dipindahkan ke dahlia pada jam 11 malam. Tentu pasien dipindahkan ini tidak akan tercatat dalam sensus.
Kamis, 05 Desember 2019
Cara Membuat Grafik Barber Johnson dengan Excel Scatter Chart
22.16
Tutorial Terbaru Cara membuat Grafik Barber Johnson Dengan Microsoft Office Excel 2016 dengan Fitur Scatter Chart
Dalam Video Tutorial ini kita akan membuat grafik barber johnson dengan aplikasi office excel dengan fitur scatter chart atau grafik kordinat. tujuan akhir video ini adalah penonton dapat memahami. 1. Menghitung nilai BOR , BTO,AVLOS,TOI. 2. Mengubah Nilai BOR , BTO , AVLOS,TOI kedalam nilai kordinat. 3. Memasukan nilai kordinat dari 4 indikator diatas kedalam grafik barber johnson. 4. Mengetahui cara penggunaan grafik kordinat di excel 5. Dapat mengedit grafik scatter. 6. mampu membuat daerah efisien si kedalam grafik scatter. BOR = merupakan angka yang menunjukan prosentase penggunaan TT unit rawat inap. AVLOS = Yaitu rata-rata jumlah hari pasien rawat inap yang tinggal di ru—mah sakit, tidak termasuk bayi baru lahir. TOI = Digunakan untuk menentukan lamanya rata-rata tempat tidur kosong antara pasien keluar atau mati dengan pasien masuk. BTO Adalah beberapa kali satu tempat tidur dipakai oleh pasien dalam periode tertentu. Nb : Jika ada pertanyaan atau masih bingun dengan tutorial ini silahkan komen atau hubungi saya di kontak email amaljariyau@gmail.com
Senin, 24 September 2018
Contoh Format SPO Pencabutan AKDR Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
23.21
Contoh Format Standar Prosedur Operasional Pencabutan AKDR Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
![]() |
| Ilustrasi Pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim - Sumber Pexel |
![]() |
| Download Format SPO Pencabutan AKDR PDF |
Konseling pra pencabutan
1.
Sapa klien dengan ramah dan
perkenalkan diri anda
2.
Tanyakan tujuan dari kunjungannya
3.
Tanyakn apa alasannya ingin mencabut
AKDR tersebut dan jawab semua pertanyaanya
4.
Tanyakan tujuan reproduksi ( KB )
selajutnya ( apakah klien ingin mengatur jarak kelahiran atau ingin membatasi
jumlah anaknya
5.
Jelaskan proses pencabutan AKDR dan
apa yang akan klien rasakan pada saat proses pencabutan dan setelah
pencabutan
Tindakan pra pencabutan
6. Pastikan klien sudah mengosongkan kandung kencingnya dan mencuci area
genetalia dengan menggunakan sabun dan air
7. Bantu klien naik ke meja pemeriksaan
8. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,keringkan dengan kain bersih
9. Pakai sarung tangan DTT yang baru
10. Atur penempatan peralatan dan bahan bahan yang akan di pakai dala wadah
steril atau DTT
Prosedur pencabutan
11. Lakukan pemeriksaan bimanual :
Ø
Pastikan gerakan serviks bebas
Ø
Tentukan besar dan posisi uterus
Ø
Pastikan tdk ada infeksi atau tumor
pada adneksa
12. Pasang spekulum vagina untuk melihat serviks
13. Usap vagina dan serviks dengan larutan
14. Jepit benang yang dekat dengan klem
15. Tarik keluar benang secara mantap tetapi hati hati untuk mengeluarka AKDR
16. Tunjukkan AKDR tersebut pada klien,kemudian rendam dakam larutan klorin
0,5%
17. Keluarkan spekulum dengan hati hati
Tindakan pasca pencabutan
18. rendam semua peralatan yang sudah di pakai dalam larutan
klorin 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi
19.buang bahan bahan yang sudah tdk di pakai lagi (kasa,srung tangan
sekali pakai )ketempat yang sudah di sediakan.
20.celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan
klorin 0,5%,kemudian lepaskan dalam keadaan terbalik dan rendam dalam larutan
klorin tersebut
21.cuci tangan dengan air dan sabun
22.amati selama 5 menit sebelum memperbolehkan pasien pulang
Konseling pasca pencabutan
23.diskusikan apa yang harus
dilakukan bila klien mengalami masalah ( misalnya perdarahan yang lama atau
rasa nyeri pada perut atau panggul )
24.minta klien untuk mengulangi kembali penjelasan yang telah di berikan
25.jawab semua pertanyaan klien
26.ulangi kembali keterangan tentang pilihan kontrasepsi yang tersedia
dan risiko keuntungan dari masing masing alat kontrasepsi bila klien ingin
tetap mengatur jarak klahiran atau ingin membatasi jumlah anaknya
27.bantu klien untuk menentukan alat kontrasepsi sementara sampai dapat
memutuskan alat kontrasepsi baru yang akan di pakai
28.buat rekam medik tentang pencabutan
AKDR
Download Contoh Format SPO Pemasangan AKDR ( Alat Kotrasepsi Dalam Rahim )
00.56
![]() |
| Prosedur Pemasangan Alat Kotrasepsi Dalam Rahim / Sumber Pexel.com |
Standar Prosedur Operasional Pemasangan AKDR atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim beserta contoh format dalam PDF.
Berikut adalah isi Prosedur Pemasangan AKDR :
Konseling awal
1. Menyapa klien dengan senyum ramah dan perkenalkan diri
anda dan tanyakan tujuan kedatangannya
2. Berikan inforasi umum tentang keluarga berencana
3. Berikan informasi tentang jenis kontrasepsi yang tersedia
dan keuntungan keterbatasan dari masing masing jenis kontrasepsi (termasuk
perbedaan antara kontak dan metode reversible ) :
- Tunjukan di mana dan bagaimana alkon tersebut di gunakan
- Jelaskan bagaimana cara kerja alkon
- Jelaskan kemungkinan efek samping dan masalah kesehatan lain yang mungkin akan di alami
- Jelaskan efek samping yang umumnya sering di alami oleh klien
4. Jelaskan apa yang
bisa di peroleh dari kunjungannya.
Konseling metode khusus
1. Berikan jaminan
akan kerahasiaaan yang di perlukan klien
2.
kumpulkan data pribadi klien ( nama,alamat dan sebagainya
)
3. banyakan tujuan
reproduksi ( KB ) yang di inginkan ( apakah klien ingin mengatur jarak
kelahiran atau ingin membatasi jumlah anak )
4. tanyakan agama
atau kepercayaan yang di anut klien,yang mungkin menentang salah satu metode
KB.
5. Diskusikan
kebutuhan,pertimbangan dan kekhawatiran klien dengan sifat yang simpatik.
6.
Bantulah klien untuk memilih metode yang tepat.
7.
Jelaskan kemungkinan kemungkinan efek samping AKDR Cu T
380 A, sampai benar benar di mengerti oleh klien
Konseling pra pemasangan dan seleksi klien
8. Lakukan seleksi
klien ( anamneses ) secara cermat untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan
untuk menggunakan AKDR
Riwayat kesehatan reproduksi
·
Tanggal haid terakhir,lama haid dan pola perdarahan haid
·
Paritas dan riwayat persalinan terakhir
·
Riwyat kehamilan ektopik
·
Nyeri yang hebat setiap haid
·
Anemia yang berat ( hb<9 gr persen atau hematokrit
<30)
·
Riwayat infeksi sistem genetalia (ISG),penyakit menular
seksual ( PMS )atau infeksi panggul
·
Berganti ganti pasangan ( risiko ISG tinggi )
·
Kanker serviks
9. Jelaskan bahwa
perlu pemeriksaan fisik dan panggul dan jelaskan apa yang akan di lakukan dan
persilahkan pasien mengajukan pertanyaan
Pemeriksaan panggul
14.
Pastikan klien sudah mengosongkan kandung kemihnya dan mencuci area genetalia dengan menggunakan
sabun dan air.
15.Cuci
tangan dengan air bersih mengalir dan sabun,keringkan dengan kain bersih
16.Bantu
klien untuk naik ke meja pemeriksaan
17.Palpasi
daerah perut dan periksa apakah ada nyeri,benjolan atau kelainan lainnya di
daerah supra publik
18.Kenakan
kain penutup pada klien untuk pemeriksaan panggul
19.Atur
arah suber cahaya untuk melihat serviks
20.Pakai
sarung tangan DTT
21.Atur
penempatan peralatan dan bahan bahan yang akan di gunakan dalam wadah steril
atau DTT
22.Lakukan
inspeksi pada genetalia eksterna
23.palpasi
kelenjar skene dan bartolin amati adanya nyeri atau duh ( discharge ) vagina
24.Masukkan
spekulum vagina
25.Lakukan
pemeriksaan inspekulo :
·
Periksa adanya lesi atau keputihan pada vagina
·
Inspeksi servik
26.Keluarkan
dengan hati hati dan letakkan kembali pada tempat semuladengan tidak menyentuh peralatan
lain yang belum di gunakan
27.Langkah pemeriksaan bimanual :
·
Pastikan gerakan serviks bebas
·
Tentukan besar dan posisi uterus
·
Pasrtikan tidak ada kehamilan
·
Pastikan tidak ada infeksi atau tumor pada adnegsa
28.Lakukan pemeriksaan rektovaginal ( bila ada indikasi )
:
·
Kesulitan menentukan besar uterus retroversi
·
Adanya tumor pada kavum douglasi
29. Celupkan dan bersihkan sarung tangan dalam larutan
klorin 0,5 persen kemudian buka secara terbalik dan rendam dalam lartan klorin
Tindakan pra pemasangan
30.jelaskan proses pemasangan AKDR dan apa yang klien
rasakan pada saat proses
pemasangan dan setelah pemasangan dan persilahkan klien untuk mengajukan
pertanyaan
31.masukkan
lengan AKDR Cu T 380 A di dalam kemasan sterilnya :
·
Buka sebagian plastik penutupnya dan lipat kebelakang
·
Masukkan pendorong kedalam tabung inserter tanpa
menyentuh benda tidak steril
·
Letakkan kemasan pada tempat yang datar
·
Selipkan karton pengukur di bawah lengan AKDR
·
Pegang kedua ujung lengan AKDR dan dorong tabung inserter
sampai ke pangkal lengan sehingga lengan akan melipat
·
Setelah lengan melipat sampai menyentuh tabung
inserter,tarik inserter dari bawah lipatan lengan
·
Angkat sedikit tabung inserter,dorong dan putar untuk
memasukkan lengan AKDR yang sudah terlipat tersebut kedalam tabung inserter
Prosedur pemasangan AKDR
32.pakai sarung tangan DTT yang baru
33.pasang spekulum vagina untuk melihat serviks
34.usap vagina dan serviks dengan laruta antiseptik 2
sampai 3 kali
35.jepit serviks dengan tenakulum secara hati hati (
takik pertama )
36.masukkan sonde uterus dengan teknik “tidak menyentuh“ ( no touch chnique )
yaitu secara hati hati memasukka sonde kedalam vakum uteri dengan sekali masuk
tampa menyentuh dinding vagina ataupun bibir spekulum
37.tentukan
posisi dan kedalaman kavum uteri dan keluarkan sonde
38.ukur kedalaman kavum uteri pada tabung inserter yang
masuh berada dalam kemasan sterilnya dengan menggeser leher biru pada tabung
inserter,kemudian buka seluruh plastik penutup kemasan
39.angkat tabung AKDR dari kemasannya tanpa menyentuh
permukaan yang tidak steril,hati hati jangan sampai pendorongnya terdorong
40.pegang tabung AKDR dengan leher biru dalam posisi
horizontal ( sejajar lengan AKDR ).sementara melakukan tarikan hati hati pada
tenakulum, masukkan tabung inserter ke dalam uterus sampai leher biru menyentuh
serviks atau sampai terasa adanya tahanan
41.pegang
serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan
42.lepaskan lengan AKDR dengan menggunakan tehknik withdrawal yaitu menarik keluar tabung inserter sampai pangkal pendorong dengan
tetap tahan pendorongu terasa
43.keluarka pendorong , kemudian tabung inserter di
dorong kembali ke serviks sampai leher biru menyentuh serviks atau teras adanya
tahanan
44.keluarkan sebagian dari tabung inserter dan gunting
benang AKDR krang lebih 3-4 cm
45.keluarkan seluruh tabung inserter buang ketempat
sampah terkontaminasi
46.lepaskan tenakulum dengan hati hati,rendam dalam
larutan klorin 0,5 persen
47.periksa serviks dan bila ada perdarhan dari tempat
bekas jepitan tenakulum,tekan dengan kasa selama 30-60 detik
48.keluarkan spekulum dengan hati hati,rendam dala
larutan klorin 0,5 %
Tindakan pasca pemasangan
49.rendam seluruh peralatan yang sudah di pakai dalam
larutan klorin 0,5 %selama 10 menit untuk dekontaminasi
50.buang bahan bhana yang sudah tidak di pakai buang
bahan bahan yang sudah tidak di paakai lagi (kasa,sarung tangan sekali pakai )
ke tempat yang sudah di sediakan
51.celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan
kedalam klorin 0,5%,bersihkan cemaran pada sarung tangan,buka secara terbalik
dan rendam dalam klorin 0,5%
52.cuci
tangan dengan air dan sabun
53.pastikan klien tidak mengalami keram hebat dan amatis
selama 15 menit sebelum memperbolehkan klien pulang
Konseling pasca pemasangan
54.ajarkan klien
bagaimana cara memeriksa sendiri benang AKDR dan kapan harus di lakukan
55.jelaskan pada
klien apa yang harus di lakukan bila mengalami efek samping
56.beritahu kapan klien harus datang kembali ke klinik
untuk kontrol
57.ingatkan
kembali masa pemakaian AKDR Cu T 380 A adalah 10 tahun
58.yakinkan klien
bahwa ia dapat datang di klinik setiap saat bila memerlukan
konsultasi,pemeriksaan medik atau bila menginginkan alat AKDR tersebut di cabut
59.minta klien
untuk mengulangi kembali penjelasan yang telah di berikan
60.lengkapi reka medik dan kartu AKDR untuk klien
![]() |
| Download File PDF Format SPO AKDR |
Langganan:
Postingan (Atom)



