Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2018

PEMBAHASAN PSIKOLOGI KESEHATAN DASAR

05.33

MATERI PSIKOLOGI KESEHATAN DASAR

psikologi dasar
PSIKOLOGI DASAR KESEHATAN 


A.      PSIKOLOGI KESEHATAN

       Seperti yang kita lihat pada pembahasan diatas, renovasi-renovasi di dalam pendekatan-pendekatan memiliki reaksi yang keras terhadap disiplin psikologi sendiri. Karena adanya minat terhadap bidang baru ini, suatu disiplin ilmu baru muncul. Definisi psikologi kesehatan mencakup definisi sebagai berikut :
1.
Psikologi kesehatan menyangkut bagian khusus dari bidang ilmiah psikologi yang memfokuskan pada studi perilaku yang memiliki kaitan dengan kesehatan dan penerapan dari kesehatan ini.
2.
Penekanan pada peran perilaku yang normal di dalam mempromosikan kesehatan (promosi kesehatan dan pencegahan dasar) pada level mikro, meso dan makro dan menyembuhkan penyimpangan kesehatan.
3.
Banyak bidang psikologi yang berbeda dapat memberikan sumbangan kepada bidang psikologi kesehatan.


B.POLA PERILAKU

Penelitian-penelitian yang terbaru banyak dilakukan untuk meneliti factor-faktor kepribadian dan atau pola-pola perilaku sebagai factor resiko untuk penyakit jantung koroner dan penyakit kardiovaskuler.
1.
Perilaku tipe A Tipe A pertama kali digambarkan secara jelas dan diukur oleh Friedman dan Rosenman di tahun 1959. aslinya hal ini digambarkan sebagai gaya perilaku dan emosi. Sekarang beberapa penulis memandang tipe A sebagai cirri sifat kepribadian yang pasti, sementara yang lain menggambarkan hal ini sebagai pola penggiatan perilaku yang kuat dan terus menerus yang biasanya merupakan dimulai dari diri sendiri. Tipe A meliputi disposisi perilaku, perilaku dan rsepon emosional yang khusus. Kebanyakan para penulis setuju dengan adanya tiga ciri-ciri utama tipe A :

a.
Orientasi persaingan prestasi, ambisius, kritis terhadap diri sendiri.
b.
Urgensi waktu, berjuang melawan waktu, tidak sabaran, melakukan pekerjaan berbeda-beda dalam waktu yang sama.
c.
Permusuhan, mudah marah, kadang-kadang agresif. Khususnya selama 20 tahun pertama dan publikasi dan riset, nampaknya tipe A mempunyai hubungan kuat dengan CHD. Laki-laki tipe A mempunyai resiko
2. 
 kali lipat untuk mengalami CHD. Sebagai tambahan, orang-orang tipe A memiliki gaya coping terhadap stress yang berbeda dan lebih cenderung untuk menggunakan control terhadap lingkungan mereka. Bagaimanapun sejak tahun 1980-an hasil-hasil riset menjadi lebih membingungkan dan banyak peneliti tidak menemukan hubungan yang signifikan antara perilaku tipe A dan penyakit jantung koroner sama sekali. Walaupun besarnya kesulitan-kesulitan dalam pengukuran perilaku tipe A, malahan definisi operasional perlu diperkuat dan penelitian epidemiologis masa depan harus mengusahakan secara prospektif memvalidasi komponen-komponen tipe A melawan perkembangan CHD. Tipe A juga telah diteliti pada anak-anak dan remaja. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak tipe A lebih reaktif terhadap stress daripada anak-anak yang non tipe A. Pada umunya, anak-anak pria lebih memiliki kemungkinan meniru perilaku tipe A dan orang tua mereka daripada anak-anak perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa tipe A berkembang sebagai interaksi antara keturunan dan gaya pengasuhan. Selanjutnya Nay & Wagner mengetahui bahwa anak-anak tipe A memiliki harga diri lebih rendah, lebih eksternal locus of controlnya dan tingkat kecemasan lebih tinggi daripada teman-teman yang bukan tipe A. Mekanisme coping terhadap stress dan tipe kognisi juga mungkin berbeda antara subjek tipe A dan tipe B.
Kepribadian ketabahan Hardiness Tipe kepribadian atau pola perilaku lain yang sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah ketabahan (hardiness atau hardy personality) sebuah gagasan konsep dari kobasa. Konseptualisasinya tentang hardiness sebagai tipe kepribadian yang penting sekali pada perlawanan terhadap stress, didapat dari teori eksistensial kepribadian. Dia mulai dengan adanya perbedaan-perbedaan interpersonal dalam control pribadi dan mengkombinasikan variable ini dengan yang lain, agar dapat dihasilkan tipe kepribadian yang lebih komprehensif. Hardiness memasukkan tiga sifat dasar :
a.
Kontrol pribadi
b.
Komitmen; tingkat keterlibatan dalam peristiwa-peristiwa, aktivitas-aktivitas dan orang-orang.
c.
Tantangan; kecenderungan memandang adanya perubahan sebagai suatu kesempatan untuk tumbuh dan bukan suatu ancaman keselamatan.
Hardiness dianggap menjaga seseorang tetap sehat walaupun mengalami kejadian-kejadian hidup yang penuh stress. Meskipun Kobasa sendiri dan ahli lain menekankan bukti penelitian yang kuat yang mendukung keadaan dan relevansi hardiness, ada juga banyak kritik. Kritikan yang diberikan pada kepribadian tipe A berlaku pul untuk tipe hardiness; operasionalisasi komponen tersebut nampak sulit, tidak semua dari komponen membantu prediksi hasil kesehatan (misalnya tantangan) dan masalah utama tentang perannya penengah dalam kondisi dan perilaku kesehatan seseorang tidak terjawab dengan tuntas.
3.
Lain-lain Optimisme dan perasaan pertalian akhir-akhir ini telah untuk melihat kemampuannya dalam ramalan penyembuhan pembedaan. Keduanya ditemukan sangat mampu meramalkan perbaikan dalam aspek-aspek positif dari penyembuhan setelah mengontrol tingkat pre pembedahan. Perasaan pertalian ditemukan menjadi predictor lebih penting dari pada optimisme dalam konteks ini. Bagaimanapun kedua factor kepribadian ini tidak memprediksikan perbaikan dalam penderitaan atau nyeri, dekat dengan factor perasaan pertalian adalah konsep integrity. Sampai sekarang tipe kepribadian yang lain belum dapat dijelaskan dengan gambling seperti halnya tipe A dan tipe ketabahan. Jelaskan, ditemukan banyak overlap antara konsep tersebut dan metode ukuran kurang konsisten. Disamping itu, masih ada kebutuhan untuk penelitian prospektif yang menyelidiki kualitas interaktif dari factor kepribadian tersebut, dengan variable kepribadian lainnya dan variable lingkungan. Kami akan memberi satu contoh yang menggambarkan kompleksitas factor-faktor kepribadian tersebut. Telah dinyatakan bahwa aspek-aspek hardiness meliputi aspek optimisme. Dalam gilirannya, optimisme telah diteliti dari perspektif atribusi; beberapa pengarang menyatakan bahwa optimisme dikaitkan dengan gaya atribusi seseorang. Atribusi-atribusi pada gilirannya, dikaitkan dengan keinginan untuk mengontrol lingkungan. Dan ini sebenarnya merupakan satu dari konsep dasar hardiness. Jadi, melangkah dari satu gaya kepribadian ke gaya kepribadian lain, kita tinggal dalam lingkaran setan. Jelaslah masih perlu banyak penelitian untuk menjelaskan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dengan hasil kesehatan.

C.TERMINOLOGI KESEHATAN


Kesehatan adalah salah satu konsep yang telah sering digunakan namun sukar dijelaskan artinya. Factor yang berbeda menyebabkan sukarnya mendefinisikan kesehatan, kesakitan dan penyakit. Meskipun begitu, kebanyakan sumber ilmiah setuju bahwa definisi kesehatan apapun harus mengandung paling tidak komponen biomedis, personal dan sosiokultural. Secara harfiah, konsep ini adalah suatu idealisasi yang tidak menganggap bahwa tidak tercapainya kesejahteraan yang sementara merupakan kekuatan yang mendorong perilaku manusia dalam kehidupan yang normal. Konsep ini kurang memandang kesehatan sebagai suatu proses dan tidak memiliki kesamaan dengan komponen khusus kesehatan. Meskipun demikian, dengan merubah focus terhadap aspek positif kesehatan dan memperluas lingkup dimensionalnya, definisi WHO memberikan pengaruh yang besar.

D.        PENYAKIT – KESAKITAN


Penyakit (disease) dan kesakitan (illness), meskipun sangat berkaitan satu dengan yang lainnya, namun mencerminkan suatu perbedaan yang fundamental dan konsepsional tentang periode sakit. Jadi penyakit adalah sesuatu yang dimiliki suatu organ, sedang “illness” adalah sesuatu yang dimiliki seseorang. Kesakitan adalah respon subyektif dari pasien serta rsepon di sekitarnya, terhadap keadaan tidak sehat. Tidak hanya memasukkan pengalaman tidak sehatnya saja, tapi juga arti pengalaman tersebut bagi dia. Justru arti inilah menentukan bahwa penyakit atau gejala yang sama, bisa ditafsirkan secara sangat berbeda oleh dua pasien yang berasal dari budaya yang berbeda. Hal ini juga akan mempengaruhi perilaku mereka selanjutnya serta jenis perawatan yang dicari.

E.        PERILAKU KESEHATAN


Definisi tersebut tidak hanya meliputi tindakan yang dapat secara langsung diamati dan jelas tetapi juga kejadian mental dan keadaan perasaan yang diteliti dan diukur secara tidak langsung. Sebagai tambahan, definisi komprehensif Gochman merangkum beberapa definisi dan atau klasifikasi perilaku kesehatan yang lain. Di Indonesia istilah “perilaku kesehatan” sudah lama dikenal dalam 15 tahun akhir-akhir ini konsep-konsep di bidang perilaku yang berkaitan dengan kesehatan ini sedang berkembang dengan pesatnya. Khususnya, di bidang antropogi medis dan kesehatan masyarakat. Haruslah dicatat bahwa istilah perilaku kesehatan dapat menimbulkan beberapa kesimpangsiuran. Istilah ini dapat memberikan pengertian bahwa kami hanya berbicara mengenai perilaku yang secara sengaja dilakukan dalam kaitannya dengan kesehatan. Kenyataannya banyak sekali perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan, bahkan seandainya seseorang tidak mengetahuinya atau melakukannya dengan alas an yang sama sekali berbeda. Sebagai contoh, seseorang mungkin melakukan olahraga hanya untuk mengadakan hubungan social, bukan untuk menjaga kesehatan. Atau gosok gigi karena kebiasaan bukan karena alasan kesehatan.

F.         STATUS KESEHATAN
Status kesehatan adalah keadaan kesehatan pada waktu tertentu. Karena itu, status kesehatan tidak sama dengan perilaku kesehatan. Bagaimanapun, menurut Cochman, persepsi seseorang terhadap status atau persepsi peningkatan, kesembuhan atau perubahan lain pada status kesehatan adalah perilaku kesehatan.
G.        FAKTOR RESIKO DAN FAKTOR PROTEKTIF
Faktor Resiko Dalam bidang kesehatan, konsep factor resiko (dan perilaku beresiko, kelompok beresiko) merupakan konsep kunci dalam penelitian, peningkatan teori serta pencegahan dan promosi kesehatan. Dulu, penggunaan konsep resiko merupakan biomedis yang memantulkan perhatian akan hasil yang merugikan yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas. Sebagai contoh, hipertensi dan kolesterol berserum tinggi merupakan factor resiko bagi penyakit kardiovaskuler.


PENUTUP


 
A. KESIMPULAN

Psikologi kesehatan fokus pada pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, seperti bagaimana mendorong anak mengembangkan kebiasaan hidup sehat, bagaimana meningkatkan aktivitas fisik, dan bagaimana merancang suatu kampanye yang dapat mendorong orang lain memperbaiki pola makannya. Maupun kesehatan mental remaja. Remaja yang salah penyesuaian dirinya terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak realistis, bahkan cenderung melarikan diri dari tanggung jawabnya. Perilaku mengalihkan masalah yang dihadapi dengan mengkonsumsi minuman beralkohol banyak dilakukan oleh kelompok remaja, bahkan sampai mencapai tingkat ketergantungan penyalahgunaan obat terlarang dan zat adiktif.
Pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi selama masa remaja tidak selalu dapat tertangani secara baik. Oleh karena itu ada perlunya pengawasan dari orang tua serta bimbingan dan dorongan untuk memikul tanggung jawab, mengambil keputusan, dan merencanakan masa depannya. Namun, proses pemahaman ini tidak terjadi secara cepat, perlu kesabaran dan ketulusan orangtua di dalam membimbing dan mengarahkan anak remajanya. Menurut pakar Psikologi strategi menghormati kecenderungannya untuk bebas merdeka tanpa mengabaikan perhatian orangtua kepada mereka. Strategi ini selain dapat menciptakan iklim kepercayaan antara orangtua dan anak, dapat juga mengajarkan adaptasi atau penyesuaian diri yang sehat pada remaja. Hal ini sangat membantu perkembangan, kematangan, dan keseimbangan jiwa remaja.

BB. SARAN

Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat bersifat membangun bagi pembaca pada umumnya. Dan penulis juga menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini.


Kamis, 12 Oktober 2017

Cara Koding Diagnosa Suspek

05.20

Koding ICD kondisi suspect, gejala dan temuan abnormal dan situasi non-penyakit

Dalam periode perawatan rawat inap coder harus berhati-hati tentang mengklasifikasikan diagnosa utama untuk Bab XVIII danXXIJika diagnosis yang lebih spesifik belum ditentukan pada akhir episode rawat inap tinggalatau jika benar-benar tidak ada penyakit atau cederamaka kode dari Bab XVIII dan XXIdiperbolehkan untuk digunakan (lihat juga Aturan MB3 dan MB5bagian 4.4.3 dalam manual ICD 10) . Kategori ini juga dapat digunakan untuk episode lain dalam kategori kontak denganpelayanan kesehatan. 


Jikasetelah episode perawatan kesehatandiagnosis utama masih dicatat sebagai suspected, atau masih dipertanyakan, dan tidak ada informasi lebih lanjut atau klarifikasi dari dokter yang terkaityang diduga (suspected) diagnosis harus dikode.

Kategori Z03.- 
(Medical observation and evaluation for suspected diseases and conditions) observasi medis dan evaluasi untuk tersangka penyakit dan kondisiberlaku untuk dugaan diagnosa yang dapat dikesampingkan setelah penyelidikan.

Berikut beberapa contoh kasusnya :
  
Diagnosis Utama : Suspected acute cholecystitis 
Diagnosis Sekunder : — 
Kesimpulan : Kode acute cholecystitis (K81.0) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Admitted for investigation of suspected malignant neoplasm of cervix - ruled out
Mengakui untuk penyelidikan dugaan neoplasma ganas serviks - dikesampingkan
Kesimpulan : Kode  observation for suspected malignant neoplasm (Z03.1) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Ruled out myocardial infarction 
Diagnosis Sekunder : — 
Kesimpulan : Kode observation for suspected myocardial infarction (Z03.4) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Severe epistaxis 
Diagnosis Sekunder : — 
Pasien di rumah sakit satu hariTidak ada prosedur atau investigasi dilaporkan
Kesimpulan : Kode untuk epistaksis (R04.0) sebagai diagnosis utama. Hal ini dapat diterima karena pasien jelasmengaku berurusan dengan darurat saja.
  
Ketentuan tersebut diatas berdasarkan ICD-10 Second Edition, 2005, 4. Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.

Sekian, semoga bermangfangat.
sumber : hakayuci

Senin, 15 Mei 2017

Download Buku Singkatan RSSA

18.16

Buku Singkatan RS dr. Syaiful Anwar Malang

Cover Buku Singkatan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang- pikesstikpan.tk
Cover Buku Singkatan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Satu lagi buku yang menurut saya keren. Buku ini memudahkan saya sewaktu mengkoding penyakit yang ditulis dengan singkatan.Misalnya B3 yaitu Bahan Berbahaya Beracun , APP atau Apendisitis,BRVO Branch Retinal Vascular Occlusion. Untuk yang belum terbiasa pasti akan kesulitan seperti saya saat mengkoding diagnosa yang disingkat-singkat. tapi tidak hanya singkatan itu saja banyak singkatan lain.

Singkatan apa saja yang dalam buku ini adalah :
  1. Daftar Kode Unit Kerja.
  2. Daftar Singkatan Sebutan Satuan Kerja
  3. Daftar Singkatan, Simbol dan Penulisan Dosis yang tidak boleh digunakan
  4. Daftar Singkatan Yang Digunakan RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG 
  5. Daftar Singkatan Dalam Resep
  6. Daftar Kode Gigi
  7. Daftar Kode Gigi Permanen
  8. Daftar Kode Gigi Sulung
  9. Daftar Simbol Yang Digunakan RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
 Untuk mendownloadnya silahkan klin DISINI

Jumat, 17 Maret 2017

Tips Menjaga Kesehatan Telinga

02.19

Cara-cara Untuk Menjaga Kesehatan Telinga

tips kesehatan untuk telinga www.pikesstikpan.tk
Ilustrasi by Google Images

1. Hindari lingkungan yang bising, seperti tempat karaoke dan lainnya. Karena sering mendengar suara yang bising bisa membuat anda menjadi tuli, jika Anda berkerja di tempat yang bising maka gunakanlah perangkat pelindung telinga.
2. Seng dan asam folat tidak hanya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, namun juga baik untuk menjaga kesehatan telinga. Kurangi konsumsi gula, kafein, rokok, garam dan pemanis buatan.
3. Bersihkanlah telinga secara teratur dengan menggunakan cutton bud, jangan terlalu kuat mendorong cutton bud kedalam telinga ketika sedang membersihkannya. Karena Membersihkan telinga dengan mendorong atau memasukkan cutton terlalu dalam kedalam bagian telinga bukannya akan mengeluarkan kotoran, tetapi justru akan mendorong kotoran masuk lebih jauh kedalam telinga. Hindari alat-alat yang dapat mendorong kotoran telinga masuk ke liang telinga, karena dapat menyebabkan cedera dan gangguan pendengaran.


4. Hindari mengobati sendiri jika telinga terasa sakit atau bergending, lebih baik berkonsultasi dengan dokter THT yang akan memeriksa kesehatan telinga Anda. Apa pun yang terjadi pada telinga Anda dokter akan memberikan saran tentang menjaga kesehatan teinga.


5. Tidak bagus bagi kesehatan telinga kalau selalu mendengarkan lagu-lagu kesukaan dengan suara besar atau kecil dengan menggunakan earphone, ini juga bisa membuat kesehatan telinga anda berkurang dari batas normal pendengaran. Sebaiknya Anda mendengar lagu-lagu kesukaan Anda tanpa menggunakan earphone, Ini akan lebih baik apalagi orang lain disekitar Anda bisa mendengar dan menikmati lagu bersama Anda.
Untuk mengurus telinga tidaklah sulit, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda.


Sumber Artikel :http://doktersehat.com/cara-untuk-menjaga-kesehatan-telinga/#ixzz4bZo2B7tC

Sabtu, 11 Maret 2017

Tips Merawat dan Memutihkan Gigi Dengan 7 Cara Mudah

04.14

Inilah Cara Yang Tepat dan Efisien Untuk Merawat Kesehatan Gigi.

www.pikesstikpan.tk Tips Kesehatan Gigi
Cara Ampuh dan Mudah Memutihkan Gigi

Siapa sih yang tidak ingin memiliki gigi putih. Gigi putih merupakan dambaan setiap orang. Anda tidak perlu kawatir,

7 Cara Ampuh Memutihkan Gigi Secara Alami ini sudah kami rangkum dan bahannya termasuk mudah didapatkan.



Setiap orang pasti mendambakan gigi yang putih. Memiliki gigi putih membuat orang menjadi lebih percaya diri. Terkadang ada beberapa orang saat mengobrol atau berbicara selain melihat mata pasti melihat gigi.

Jika ingin memiliki gigi yang putih dan sehat tentunya tidak hanya diam begitu saja, akan tetapi harus ada upaya untuk membuat gigi putih dan sehat.

Ada beberapa faktor penyebab gigi kuning dan gigi tidak sehat antara lain:

  • – Karena merokok
  • – Terlalu sering meminum kopi atau teh
  • – Malas untuk menggosok gigi serta cara menggosok gigi yang kurang sempurna
  • – Memakai obat tetes mata berlebih
  • – Terlalu sering mengkonsumsi minuman penambah energi atau suplement
  • – Kurang nya perawatan pada gigi
  • – Faktor usia
  • – Menggunakan obat kimia, dll.
Orang yang memiliki gigi kuning pasti akan mencari cara agar gigi nya tampak putih dan sehat. Kebanyakan orang memilih untuk menggunakan obat pemutih gigi.

Akan tetapi sebelum anda menggunakan obat pemutih gigi anda harus mencari tahu dulu apakah obat pemutih gigi tersebut dapat menimbulkan efek samping serta membuat anda ketergantungan.

 Gigi kuning dapat diatasi dengan tidak menggunakan obat pemutih gigi di apotik. Kita semua tahu bahwa obat-obatan yang dijual di apotik hampir semuanya terbuat dari bahan-bahan kimia.

Anda juga pasti tahu penggunaan obat-obatan kimia dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping bagi kesehatan tubuh anda.

7 Cara Ampuh Memutihkan Gigi Secara Alami

Namun anda tidak perlu khawatir karena ada obat pemutih gigi kuning secara alami dan menggunakan bahan-bahan tradisional yakni:
1. Memutihkan gigi menggunakan kulit jeruk
Siapa sangka bahwa ternyata kulit jeruk memiliki kandungan vitamin C yang bermanfaat untuk merawat gigi. Caranya dengan enggunakan bagian dalam dari kulit jeruk yang berwarna putih kemudian gosokkan pada gigi anda. Akan tetapi cara ini tidak cocok untuk gigi yang sensitif.
2. Memutihkan gigi menggunakan Strawberi
Buah yang satu ini selain enak dimakan ternyata juga berkhasiat untuk memutihkan gigi. Caranya tidak sulit, karena anda hanya cukup dengan langsung mengkonsumsi buah ini seperti makan buah biasa.
3. Memutihkan gigi menggunakan siwak
Siwak merupakan dahan atau akar pohon yang bisa dipakai untuk membersihkan gigi. Cara membersihkan gigi menggunakan siwak sudah dilakukan oleh kaum muslim sejak zaman dahulu. Selain untuk membersihkan gigi siwak juga dapat membuat gigi tetap kuat.
4. Memutihkan gigi menggunakan baking soda
Baking soda ini dapat membantu menghilangkan noda-noda yang ada pada gigi. Akan tetapi jangan terlalu sering menggunakan baking soda untuk memutihkan gigi, karena akan merusak lapisan pada gigi, gunakan maksimal 2 kali dalam waktu 1 bulan. Caranya mudah cukup mengoleskan baking soda pada gigi kemudian diamkan kurang lebih selama 10 menit lalu sikat gigi menggunakan pasta gigi.
5. Memperbanyak konsumsi air putih
Perbanyaklah mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari untuk menjaga gigi anda tetap bersih dan sehat.
6. Konsumsi buah-buahan
Jenis buah-buahan yang dapat digunakan untuk menjaga gigi agar tetap bersih dan sehat antara lain buah pir, apel dan stroberi. Jenis buah-buahan tersebut dapat membantu produksi air liur lebih banyak. Air liur mampu menyingkirkan bakteri pemicu gigi rusak.
7. Konsumsi sayur-sayuran yang berwarna hijau tua
Jenis sayuran yang berwarna hijau tua antara lain brokoli dan bayam. Jenis sayuran tersebut mempunyai kandungan mineral yang berfungsi memproduksi selaput yang dapat menutupi dan melindungi gigi dari noda.
Nah, itulah beberapa cara memutihkan gigi secara tradisional dan alami. Bahan-bahan yang diperlukan juga tidak sulit untuk di dapat dan pastinya lebih aman untuk digunakan dibanding dengan menggunakan produk-produk yang berbahan kimia. Mudah sekali bukan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
sumber - Indoportal

Sabtu, 13 Februari 2016

Kaidah Koding Kode ICD B20-B24 HIV disease

03.45
Seorang pasien dengan sistem kekebalan tubuh akibat penyakit HIV kadang-kadang memerlukan pengobatan lebih dari satu penyakit selama episode perawatan yang sama, misalnya mikobakteri dan infeksi sitomegalovirus. Kategori dan subkategori disediakan di blok kode ICD B20-B24 HIV disease untuk penyakit HIV dengan berbagai penyakit penyerta lainnya. Kode subkategori yang sesuai untuk kondisi utama dipilih oleh dokter.

Jika kondisi utama dicatat sebagai penyakit HIV dengan beberapa penyakit penyerta, kode ICD yang dipilih adalah kode ICD B20-B22 dengan subkategori 7 (mutiple). Sedangkan kode ICD B22.7 harus digunakan bila terdapat kondisi dua atau lebih dari kategori kode ICD B20-B22. Kode tambahan dalam blok B20-B24 dapat digunakan, jika diinginkan untuk menentukan kondisi individu yang tercatat.

Pada kasus yang jarang terjadi ketika kondisi yang berhubungan dengan jelas mendahului infeksi HIV, kombinasi ini seharusnya tidak boleh dikode dan aturan seleksi harus diikuti.

Contoh 1
Kondisi utama : HIV disease dengan Kaposi's sarcoma 
Kondisi lain : - 
Kode ICD :  HIV disease resulting in Kaposi's sarcoma (B21.0). 

Contoh 2
Kondisi utama : Toxoplasmosis dan cryptococcosis pada pasien HIV
Kode ICD : HIV disease resulting in multiple infections (B20.7). Dapat digunakan sebagai kode tambahan kondisi penyertanya : B20.8 (HIV disease resulting in other infectious and parasitic diseases), B20.5 (HIV disease resulting in other mycoses).

Contoh 3
Kondisi utama : HIV disease dengan Pneumocystis carinii pneumonia, Burkitt's lymphoma dan oral candidiasis
Kondisi lain : -
Kode ICD : HIV disease resulting in multiple diseases (B22.7). Dapat digunakan sebagai kode tambahan kondisi penyertanya : B20.6 (HIV disease resulting in Pneumocystis carinii pneumonia), B21.1 (HIV disease resulting in Burkitt's lymphoma), B20.4 (HIV disease resulting in candidiasis).

Kaidah Koding Kode ICD B20-B24 HIV disease


Subkategori pada kode ICD B20-B23, kode empat karakter hanya sebagai pilihan untuk negara yang menggunakan versi empat karakter ICD-10. Di mana jika tidak menggunakan pilihan subkategori karakter keempat, kode dari dalam klasifikasi tempat lain harus digunakan sebagai kode tambahan untuk mengidentifikasi kondisi yang spesifik.

Dalam contoh 1 di atas, kondisi utama dikodekan B21 (penyakit HIV yang mengakibatkan neoplasma ganas). Kode C46.9 (Kaposi's sarcoma) digunakan sebagai kode tambahan.

Dalam Contoh 2, kondisi utama dikodekan ke B20 (penyakit HIV yang mengakibatkan penyakit infeksi dan parasit). Kode B58.9 (Toksoplasmosis, unspecified) dan B45.9 (Kriptokokosis, unspecified) digunakan sebagai kode tambahan.

Ketentuan diatas berdasarkan petunjuk manual ICD-10 tentang Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.

Sekian, Semoga bermangfangat.
http://www.hakayuci.com/2015/04/kaidah-koding-b20-b24-hiv-disease.html

Selasa, 27 Oktober 2015

KARTU INDEKS UTAMA PASIEN

07.03

KARTU INDEKS UTAMA PASIEN

1.       Pengertian

Kartu Indeks Utama Pasien atau KIUP adalah kartu yang dijadikan database pasien secara manual,sehingga KIUP harus mutlak dibuat bagi setiap pasien yang baru mendaftar di TPP (Tempat Pendaftaran Pasien ) Baik itu pasien rawat jalan ,rawat inap,dan rawat darurat.
Kartu Indeks Utama Pasien berguna sebagai backup apabila pasien lupa membawa kartu berobatnya.KIUP yang merupakan salah satu sumber data penting pasien ini bersifat permanen atau disimpan selamanya pada instansi rumah sakit,karena itu  KIUP harus diisi secara lengkap dan tepat sesuai dengan identitas pasien.

2.       Data / Variabel Kartu Indeks Utama Pasien .

KIUP dibuat berdasarkan atas ringkasan riwayat klinik yang diterima dari tempat penerimaan pasien.KIUP harus dibuat selengkap dan sejelas mungkin.Dalam KIUP dimuat beberapa data identitas pasien yang dibuat secara terperinci dan lengkap,data tersebut antara lain:
a.       Nama Lengkap Pasien.
b.      Nomor Rekam Medis.
c.       Tempat Tanggal Lahir.
d.      Jenis Kelamin.
e.      Alamat Lengkap.
f.        Nama Ayah.
g.       Nama Ibu.
h.      Nama Suami/Istri.
i.         Agama.
j.        Pekerjaan.
k.       Status.
l.         Penanggung Jawab.
m.    Tanggal Kunjungan.

Ada beberapa catatan penting dalam pengisian data KIUP yaitu ada beberapa data yang bisa saja berubah seperti Alamat,Status,Nama Suami atau Istri,Agama,Pekerjaan,maka setiap terjadi perubahan data maka perubahan tersebut bisa di tulis di balik KIUP disertai dengan tanda tangan petugas yang menerima perubahan data tersebut.atau bisa dibuatkan kolom keterangan pada kartu untuk mengisi perubahan tersebut,atau dibuatkan kartu KIUP baru dengan keterangan petunjuk ke KIUP lama.

3.       Standarisasi Pembuatan Kartu Indeks Utama Pasien.

Untuk membuat kartu indeks utama pasien atau KIUP harus diperhatikan beberapa hal penting yang menjadi standar KIUP tersebut yaitu:
a.       Ukuran 12.5 x 7.5
b.      Bahan tebal dan berwarna putih.
c.       Mencakup seluruh data/variable KIUP.
KIUP harus disimpan pada tempat tersendiri dengan cara penyimpanan secara alpabhet atau huruf misalnya nama pasien adalah Asmarah Sukma maka KIUP disimpan pada bagian “A”.Karena itu KIUP harus dibuat benar-benar sesuai dengan nama lengkap pasien bukan nama panggilan atau nama samaran,tapi sesuai dengan kartu identitas pasien misalnya KTP/SIM atau Kartu pelajar atau Kartu Keluarga atau Akte Kelahiran.
Berikut Contoh format KIUP:
Contoh KIUP Rekam Medis - pikesstikpan.blogspot.com
Tampak Depan
Contoh KIUP Rekam Medis - pikesstikpan.blogspot.com
Tampak Belakang

4.       KIUP vs MIP

MIP atau Master Indeks Pasien adalah KIUP yang dibuat secara elektronik,berbeda KIUP ,MIP disimpan didalam Hardisk Komputer,kemudahannya adalah lebih cepat dalam pelacakan identitas pasien ,memuat lebih banyak data,dan lebih aman ( Kerusakan KIUP seperti Sobek,atau luntur terkena air).MIP juga harus dibuat backup apabila computer error atau terbakar.


Minggu, 25 Oktober 2015

Sistem Penomoran Rekam Medis

21.21

Sistem Penomoran Rekam Medis

A. Pendahuluan


Pasien yang melakukan kunjungan ke Rumah Sakit harus mengetahui alur prosedurnya mulai dari alur pelayanan ke Rawat Inap,Rawat Jalan,Rawat Darurat,dan instansi pelayanan lainya.Dan semua alur tersebut dimulai dari TPP (Tempat Pendaftaran Pasien).

Pasien yang mendaftar akan dibuatkan berkas Rekam Medis dan Nomor rekam medis.kegunaan dari nomor rekam medis pada prinsipnya sebagai identitas penyimpanan berkas.Kenapa berkas rekam medis harus disimpan berdasarkan nomor bukan nama pasien,karena dengan nomor akan lebih mudah di jajarkan,diambil kembali saat diperlukan.Tentu ini lebih baik daripada berkas pasien disimpan berdasrkan namanya karena berkas akan sulit dilacak bila ada beberapa pasien yang memiliki nama yang sama dan hampir sama.

Ada 3 model sistem penomoran yang bias diterapkan yaitu :
1.       Sistem Penomoran Seri
2.       Sistem Penomoran Unit
3.       System penomoran seri unit

B.      Pengertian dan Tujuan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya pada intinya penomoran ini berfungsi untuk penyimpanan berkas rekam medis,sehingga nomor tersebut akan menjadi petunjuk apa bila berkas rekam medis digunakan saat pasien berkunjung kembali ke rumah sakit.dari Pemahaman tersebut bisa di simpulkan bahwa sistem penomoran rekam medis adalah cara yang digunakan untuk menyimpan berkas rekam medis berdasar nomor pengenal ( Record Number ).Pemberian nomor tersebut diberikan pertama kali untuk kunjungan baru pasien.
Berikut penjelasan dari masing-masing system penomoran:

1.       Sistem Penomoran Seri ( Serial Numbering System )

Pada system ini setiap pasien berkunjung ke rumah sakit akan di buatkan berkas rekam medis dengan nomor rekam medis baru,jadi bila pasien berkunjung 3 kali maka pasien memiliki 3 nomor rekam medis yang berbeda.Nomor rekam medis pasien juga tercatat dalam KIUP (Kartu Indeks Utama Pasien) yang berbeda (*KIUP akan dibahas pada artikel lainya,dan berkasnya pun disimpan terpisah sesuai dengan nomor rekam medis masing-masing.keuntungan dari system ini adalah pasien dilayani lebih cepat tapi akibatnya berkas akan cepat menumpuk sehingga di butuhkan ruang penyimpanan yang luas dan sulit melacak riwayat penyakit pasien tersebut karena akan membutuhkan banyak waktu untuk mengumpulkan berkas pasien yang memiliki banyak nomor rekammedis yang berbeda.

2.       Sistem Penomoran Unit

Berbeda dengan penomoran seri pada system penomoran unit pasien hanya boleh memiliki satu nomor rekam medis dan nomor tersebut akan selalu digunakan saat pasien melakukan kunjungan lanjutan ke rumah sakit.kelebihan dari system ini adalah record pelayanan pasien meliputi rawat jalan,rawat inap,dan rawat darurat berada dalam satu berkas sehingga mudah melacak kronologi atau riwayat penyakit serta riwayat pengobatan pasien.namun kekurangan dari system ini adalah berkas menjadi tebal sehingga dibutuhkan lebih dari map berkas untuk satu pasien.Bisa terjadi duplikasi nomor rekam medis bila petugas lalai atau pasien lupa membawa kartu indeks berobatKekurangan diatas bisa diatasi atau diminimalisir dengan kebijakan tertentu,misalnya kecakapan petugas dalam mencatat nomor rekam medis dan selalu mengingatkan akan kesadaran pasien bahwa betapa pentingnya untuk menjaga kartu indeks berobatnya.Bila pasien memang kehilangan nomor rekam medis hal ini bisa diatasi bila rumah sakit memiliki system pendaftaran yang terkomputerisasi.kelebihan dari system komputerasi databasae pasien mudah di lacak meski hanya dengan kata kunci nama pasien.

3.       Sistem Penomoran Seri Unit ( Serial Unite numbering system )

Adalah gabungan antara penomoran seri dan unit. Yaitu setiap pasien berkunjung akan diberikan nomor baru,namun berkas lama dan nomor rekam medis lama pasien tidak dipisahkan dengan nomor rekam medis dan berkas rekam medis baru pasien.Kelebihan dari system ini adalah terkumpulnya berkas rekam medis pasien dan memudahkan dalam retensi berkas rekam medis.kekurangannya akan menimbulkan terlalu banyak nomor rekam medis untuk satu pasien dan susah melacak nomor rekam medis lama pasien apabila pasien lupa membawa kartu berobatnya sehingga bias menyebabkan nomor rekam medis pasien yang baru akan terpisah dengan nomor rekam medis lama pasien.

Dari ketiga system penomoran rekam medis diatas yang paling dianjurkan adalah system penomoran seri karena 1 nomor rekam medis untuk 1 satu pasien akan memiliki 1 kumpulan berkas rekam medis dari berbagai pelayanan yang didapatkan pasien tersebut.lantas muncul pertanyaan kenapa data berkas rekam medis harus terkumpul sama-sama dan tidak dianjurkan terpisah,jawabanya adalah karena data tersebut berguna untuk mengetahui kronologi penyakit dan kronologi riwayat pelayanan pasien ,kronologi penyakit ini sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh perkembangan penangan penyakit tersebut dan kronologi riwayat pelayanan berguna untuk mengetahui seberapa efektif penanangan yang telah dilakukan,misalnya dengan ilustrasi sederhana, ada pasien pernah berkunjung dengan keluhan benturan dikepala,setelah pasien dilayani,kemudian pasien datang lagi dengan keluhan sakit kepala,dengan data kronologi , dokter bisa mengetahui bahwa pasien pernah mengalami benturan dikepala dan dokter kemudian akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan apakah sakit kepala yang diderita pasien ada pengaruhnya dari benturan yang pernah dialami pasien,jika tidak maka dokter bisa melakukan tindakan yang lebih tepat untuk pasien tersebut.

4.       Transformasi Penomoran Seri ke Unit

Untuk merubah system penomoran seri ke unit ada beberap langkah yang harus diperhatikan.
a.       Menyiapkan Lokasi penyimpanan berkas yang baru.
b.      Pelatihan petugas dalam mengetahui system kerja penomoran unit.
c.       Menentukan Tanggal Perubahan system penomoran seri ke unit.
d.      Pasien baru dibuatkan nomor rekam medis baru, dan pasien lama yang belum memiliki nomor rekam medis tertanggal perbuhanan system tersebut akan di berikan nomor rekam medis baru.
e.      Pasien lama yang mendapat nomor rekam medis baru ,berkasnya akan digabungkan dengan berkas rekam medis lama pasien.
f.        Berkas lama pasien yang tidak sempat terlacak akan di anggap sebagai berkas tidak aktif.

C.      Catatan Penting untuk Pasien

Sudah dibahas diatas apa itu nomor rekam medis dan kegunaanya,jadi sebagai pasien yang bijak harus tau bahwa kartu berobatnya harus disimpan dengan baik.kadang ada juga pasien yang ingin mendapatkan pelayanan yang cepat dari tempat pendaftaran sehingga pasien lama mengaku sebagai pasien baru.tanpa memperdulikan bahwa riwayat pelayanannya yang lama itu sangat penting baginya.

Sekian dari artikel ini semoga bermanfaat dan semoga kita semua sehat selalu.Aamiin