Tampilkan postingan dengan label ICD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ICD. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Oktober 2017

Cara Koding Diagnosa Suspek

05.20

Koding ICD kondisi suspect, gejala dan temuan abnormal dan situasi non-penyakit

Dalam periode perawatan rawat inap coder harus berhati-hati tentang mengklasifikasikan diagnosa utama untuk Bab XVIII danXXIJika diagnosis yang lebih spesifik belum ditentukan pada akhir episode rawat inap tinggalatau jika benar-benar tidak ada penyakit atau cederamaka kode dari Bab XVIII dan XXIdiperbolehkan untuk digunakan (lihat juga Aturan MB3 dan MB5bagian 4.4.3 dalam manual ICD 10) . Kategori ini juga dapat digunakan untuk episode lain dalam kategori kontak denganpelayanan kesehatan. 


Jikasetelah episode perawatan kesehatandiagnosis utama masih dicatat sebagai suspected, atau masih dipertanyakan, dan tidak ada informasi lebih lanjut atau klarifikasi dari dokter yang terkaityang diduga (suspected) diagnosis harus dikode.

Kategori Z03.- 
(Medical observation and evaluation for suspected diseases and conditions) observasi medis dan evaluasi untuk tersangka penyakit dan kondisiberlaku untuk dugaan diagnosa yang dapat dikesampingkan setelah penyelidikan.

Berikut beberapa contoh kasusnya :
  
Diagnosis Utama : Suspected acute cholecystitis 
Diagnosis Sekunder : — 
Kesimpulan : Kode acute cholecystitis (K81.0) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Admitted for investigation of suspected malignant neoplasm of cervix - ruled out
Mengakui untuk penyelidikan dugaan neoplasma ganas serviks - dikesampingkan
Kesimpulan : Kode  observation for suspected malignant neoplasm (Z03.1) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Ruled out myocardial infarction 
Diagnosis Sekunder : — 
Kesimpulan : Kode observation for suspected myocardial infarction (Z03.4) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Severe epistaxis 
Diagnosis Sekunder : — 
Pasien di rumah sakit satu hariTidak ada prosedur atau investigasi dilaporkan
Kesimpulan : Kode untuk epistaksis (R04.0) sebagai diagnosis utama. Hal ini dapat diterima karena pasien jelasmengaku berurusan dengan darurat saja.
  
Ketentuan tersebut diatas berdasarkan ICD-10 Second Edition, 2005, 4. Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.

Sekian, semoga bermangfangat.
sumber : hakayuci

Senin, 15 Mei 2017

Free Download ICD 10 Volume 2 Bahasa Indonesia

17.35

Terjemahan ICD 10 Volume 2 dari Dr. Erkadius,M.Sc.

Bersama APIKES IRIS

Daftar Isi Ebook ICD 10 Volume 2 Indonesia

Tujuan ICD 10 Volume 2

ICD bertujuan untuk memudahkan pencatatan data mortalitas dan morbiditas, serta analisis, interpretasi dan pembandingan sistematis data tersebut antara berbagai wilayah dan jangka waktu

ICD dipakai untuk mengubah diagnosis penyakit dan masalah kesehatan lain menjadi kode alfa-numerik, sehingga penyimpanan, pengambilan dan analisis data dapat dilakukan dengan mudah. 

Di dalam praktek, ICD telah menjadi klasifikasi diagnosis standard internasional untuk semua tujuan epidemiologi umum dan berbagai tujuan manajemen kesehatan. Hal ini mencakup analisis situasi kesehatan masyarakat, pemantauan insiden dan prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lain, dan hubungannya dengan variabel lain seperti ciri-ciri orang yang terlibat dan situasi yang dihadapinya. ICD tidak dimaksudkan untuk mengindeks entitas klinis yang lebih detil, atau aspek finansial seperti penagihan dan alokasi sumber daya. 

Walaupun ICD dirancang untuk klasifikasi semua diagnosis resmi penyakit dan cedera, tidak semua masalah bisa dikategorikan dengan cara ini. 

Oleh karena itu ICD menyediakan tempat untuk gejala, tanda, serta penemuan klinis dan laboratorium yang abnormal (Bab XVIII), dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan kontak dengan asuhan kesehatan (Bab XXI). 

Jadi ICD bisa dipakai untuk mengklasifikasi data ‘diagnosis’, ‘alasan admisi’, ‘kondisi yang diobati’, dan ‘alasan konsultasi’, yang terdapat pada berbagai catatan yang merupakan sumber statistik dan informasi kesehatan. 


kesimpulannya Volume 2 dari ICD revisi 10 ini berisi pedoman untuk mencatat dan mengode, bersama banyak material baru pada aspek praktis penggunaan klasifikasi, di samping sebagai garis besar latar belakang sejarah klasifikasi ini. Material ini disajikan sebagai volume terpisah untuk memudahkan penanganan ketika rujukan perlu dibuat pada waktu yang bersamaan ke klasifikasi (Volume 1) dan petunjuk penggunaannya (Volume 2). Petunjuk deail tentang penggunaan Indeks Alfabet terdapat di dalam pengantar pada Volume 3.

Manual petunjuk ini menyediakan uraian dasar ICD, bersama dengan petunjuk praktis untuk pengode mortalitas dan morbiditas, dan pedoman untuk presentasi dan interpretasi data. Ini tidak dimaksudkan untuk memberikan latihan deail dalam penggunaan ICD. Material yang dilibatkan disini perlu diperkuat dengan latihan resmi yang memungkinkan praktek luas terhadap contoh rekam medis dan pembahasan masalah.
 

Cara Download  ICD 10 Volume 2

Untuk mendownloadnya silahkan klik DISINI .anda akan dihantarkan ke halaman mediafire seperti gambar di bawah lalu klik tombol download yaang berwarna hijau.


Senin, 02 Januari 2017

E-BOOK PDF Nosologia Methodica Sistens Morborum Classes

19.58

E-BOOK PDF Nosologia Methodica Sistens Morborum Classes


E-BOOK PDF Nosologia Methodica Sistens Morborum Classes
Cover Nosologia Methodica Sistens Morborum Classes

Free download ebook format pdf ( sceen capture) from Boston Medical Association may 28 1889 with the title Nosologia Methodica Sistens Morborum Classes by Auctore Franscisco Boissier de Sauvages. This book have 762 pages.
Download here


Senin, 28 Maret 2016

Gratis download ICD 9 CM 2007 PDF lengkap

17.38

Gratis download ICD 9 CM 2007 PDF Lengkap

ICD 9 CM atau International Classification of Diseases,Ninth Revision,Clinical Modification , Adalah Daftar kode yang terkait dengan Diagnosa dan Prosedur yang tercatat dalam hubungan pelayanan kesehatan di rumah sakit terhadap pasien .kode -kode tersebut  digunakan untuk tujuan Diagnostik , Penagihan dan Pelaporan,Informasi yang didapat mencakup symptoms,patient complaint atau keluhan , causes of injury penyebab cedera , dan mental disorders atau gangguan mental .

Dan anda bisa mendownload buku ICD 9 CM 2007 lengkap dalam bentuk PDF jadi untuk membuka buku ini di butuhkan aplikasi PDF reader anda bisa mendownloadnya yang saya sarankan adalah FOXIT READER karena lebih ringan. Saya gambarkan sedikit apa yang yang ada dalam buku ini.

1. Judul : ICD-9-CM Classification of Procedures 2. Halaman : 458 halaman3. Versi : Ebook PDF di lengkapi navigasi Daftar isi ( sehingga anda tinggal klik daftar isi dan otomatis langsung menuju halaman yang diklik di daftar isi)

4. Isi : A. CONVENTIONS USED IN THE TABULAR LISTB. TABLE OF CONTENTSC. TABULAR LISTD. INDEX TO PROCEDURES

UNTUK DOWNLOAD KLIK TOMBOL DOWNLOAD DIBAWAH INI

 download ICD-9-CM





Selasa, 22 Maret 2016

Free atau Gratis Download ICD 10 Edisi 2010 Volume 2

16.23

Free atau Gratis Download ICD 10 Edisi 2010 Volume 2

Silahkan download ICD 10 Tent Revision volume 2 2010 Edition Lengkap . File yang anda download ini dalam bentuk PDF. klik DISINI


Free atau Gratis Download ICD 10 Inggris - Indonesia xls

15.46

Free atau Gratis Download ICD 10 Inggris - Indonesia xls

Sobat bisa mendowload secara gratis ICD 10 dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia, ICD 10 ini di buat dalam tipe file xls atau file yang dapat di jalankan di Microsoft excel.ICD 10 ini hanya sekedar tabel indeks dari A-Z . Semoga bermanfaat.
Silahkan Download ICD 10 Inggris dan Indonesia DISINI

Senin, 27 April 2015

Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD

13.10

Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD

Pikesstikpan.blogspot.com- Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD
Pikesstikpan.blogspot.com- Istilah dan Petunjuk Pengkodean dalam menggunakan ICD

Berikut ulasan Istilah dan petunjuk yang digunakan dalam pengkodean ICD

A. Istilah Pengkodean

a. Istilah “inclusion” (termasuk)


Dalam pokok bahasan pada tiga atau empat karakter seringkali ditemukan sejumlah istilah diagnostik lain yang disebut sebagai “inclusion term” (artinya, kira-kira: termasuk) dimaksudkan sebagai tambahan diagnostik yang dapat diklasifikasikan kedalam kelompok yang bersangkutan.
Istilah pada “inclusion” dapat juga dipakai untuk kondisi yang berbeda atau sinonimnya (sesuai dengan catatan pada “inclusion”) yang bukan subklasifikasi kelompok tersebut. Digunakan sebagai pedoman rubrik.
 Contoh: A06 Amoebiasis includes infection due to Entamoeba hystolitica

b. Istilah “exclusion” (tak termasuk)

 Beberapa pokok bahasan tertentu berisi kondisi yang didahului dengan kata “exclusion”.
 Istilah ini menunjukkan kode di tempat lain, tidak di dalam kategori ini. Kode yang benar adalah yang diberi tanda dalam kurung yang mengikuti istilah itu.
 Contoh: A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin
 Excludes due to bacterial, protozoal, viral and other specified infectious agent ( A00 – A08)

c. Penjelasan kata istilah (Glossary)

Terdapat pada Bab V yaitu gangguan mental dan perilaku, menggunakan penjelasan glossary untuk menunjukkan isi rubrik ini. Hal ini digunakan karena terminologi gangguan mental sangat bervariasi, terutama perbedaan diantara negara, dari nama yang sama mungkin digunakan untuk menggambarkan kondisi yang agak berbeda. Glossary tidak dipergunakan untuk penggunaan membuat kode diagnosis, tetapi diperuntukkan sebagai petunjuk dokter klinik untuk mengisi rubrik.

d. Kode rangkap: Sistem Dagger (sangkur) dan Asteris (bintang)

Sistem kode rangkap dari kombinasi kode melalui tambahan tanda sangkur (†) dan tanda bintang (*) telah digunakan pada ICD-10. Jadi membolehkan penjelasan kondisi dalam istilah yang mendasari penyebab atau etiologi (†) dan manifestasi (*). Kode primer untuk penyakit yang mendasari penyebab ditandai dengan tanda sangkur (†). Kode untuk manifestasi ditandai dengan tanda bintang (*).
Prinsip dasar ICD adalah kode sangkur yaitu kode primer dan harus selalu digunakan untuk kondisi tunggal. Kode bintang tidak pernah digunakan sendirian.

Ada 83 kategori tanda bintang dalam ICD-10 yang mungkin digunakan dalam hubungannya dengan kode sangkur, tetapi tidak digunakan sendirian. Kategori bintang terdapat pada permulaan setiap bab, blok, dan rubrik yang sesuai.

e. Tanda kurung/ parentesis ( )

Tanda kurung digunakan dalam jilid 1 dalam empat cara:

1) Untuk menyertakan kata-kata tambahan, yang akan mengikuti istilah diagnostik tanpa mempengaruhi angka kode yang dirujuk oleh kata di luar kurung.
 Contoh : G 11.1 Early – onset cerebellar attaxia
 Friedrich’s attaxia (autosomal recessive)

2) Untuk menyertakan kode yang dimaksud dalam istilah “exclusion”
 Contoh: A04 Other bacterial intestinal infection
 Excludes: Foodborne intoxication, bacterial (A05.-)

3) Untuk menyertakan kode tiga karakter dari kategori dalam blok tertentu
 Contoh: Intestinal Infectious diseases (A00 – A09)

4) Untuk menyertakan kode sangkur dalam kategori bintang atau kode bintang dalam istilah sangkur
 Contoh: A02. 2 Localized salmonella infections
 Salmonella:
 Arthritis (M01.3*)

f. Kurung besar / square brackets [ ]

 Kurung besar digunakan:

1) Untuk menyertakan sinonim, kata-kata alternatif atau kalimat penjelasan.
 Contoh : A07.1 Giardiasis [lambiasis]

2) Untuk merujuk pada catatan
 Contoh: C21.8 Overlapping lesion of rectum, anus and anal canal
 [lihat note 5 pada halaman 182 pada ICD-10 Volume 1]

3) Untuk merujuk ke kelompok subdivisi karakter keempat yang dinyatakan sebelumnya.
 Contoh : F10.- Mental and behavioral disorders due to use of alkohol
 [lihat hal. 321-323 untuk subdivision pada ICD-10 Volume 1]

 g. Titik dua/ colon (:)

Titik dua digunakan dalam daftar istilah inclusion dan exclusion, jika kata yang mendahului tidak lengkap penetapan istilahnya dalam rubric.
 Contoh: A06.8 Amoebic infection of other sites
 Amoebic:
 • Appendicitis
 • Balantis† (N51. 2*)

 h. Brace { }

Tanda kurung besar digunakan dalam istilah inclusion dan exclusion untuk menunjukkan bahwa baik kata terdahulu maupun kata sesudahnya adalah istilah lengkap. Sembarang istilah dibelakang tanda kurung besar, seharusnya dikualifikasi oleh satu atau lebih istilah yang mengikutinya.
 Contoh : A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin
 Catarrh, enteric or intestinal
 • Colitis NOS
 • Enteritis haemorrhagic
 • Gastroenteritis septic

i. NOS (yang tak ditentukan)


NOS adalah singkatan dari “Not Otherwise Specified” artinya “tidak dispesifikasikan” atau ”tidak dikualifikasikan”
Pemberi kode sebaiknya berhati-hati untuk memberi kode suatu istilah tidak dikualifikasikan kalau informasi yang disediakan tidak begitu jelas.
 Contoh: A03.9 Shigellosis, unspesified
 Bacillary dysentery NOS

j. Not Elsewhere Classified

NEC adalah singkatan dari “Not Elsewhere Classified”
Apabila digunakan judul pada kategori tiga karakter, NEC merupakan sebagai peringatan bahwa beberapa jenis tertentu dari kondisi yang tercantum dalam rubrik tersebut, bisa saja tercantum pada klasifikasi lain.
 Contoh : K73 Chronic hepatitis, not elsewhere classified

k. Pemakaian “and” dalam judul

Pada ICD-10 “dan” berarti “dan/atau”
Contoh: S49.9 Unspecified injury of shoulder and upper arm
Berarti cedera yang tak dispesifikasikan dari bahu atau cidera lengan atas yang tak dispesifikasikan atau cidera yang tak dispesifikasikan dari bahu dan lengan atas.

l. Titik strip/ point dash (.-)

 Digunakan sebagai pengganti karakter keempat dari satu kategori, titik strip (.-) menunjukkan pada pemberi kode bahwa ada satu karakter keempat dan sebaiknya dicari dalam kategori yang cocok pada daftar tabulasi.
 Contoh : A06 Amoebiasis
 Excludes other protozoal intestinal diseases (A07.-)

B. Petunjuk Dasar Pengkodean

Sebelum melaksanakan pengkodean, pelaksana kode harus memahami terlebih dahulu prinsip klasifikasi dan pengkodean serta pernah mendapat latihan praktis. Berikut petunjuk sederhana dalam pengkodean:

a. Identifikasi tipe pernyataan yang akan dikode dan buka volume 3 alfabetikal indeks (kamus)Bila pernyataan adalah penyakit atau cidera atau kondisi lain yang terdapat pada Bab I – XXI vol. 1, lihat section I pada Index – vol. 3. Bila pernyataan adalah penyebab luar = external cause dari cedera atau kejadian lain yang terdapat pada Bab XX – vol. 1, lihat section II pada Index- vol. 3.

b. Lihat lead term. Untuk penyakit dan cidera : biasanya merupakan kata benda untuk kondisi patologis. Walaupun begitu, beberapa kondisi dikondisikan sebagai kata sifat (adjectives) atau eponym (menggunakan nama penemu) yang terdapat dalam indeks sebagai lead term.

c. Baca seksama dan ikuti petunjuk catatan yang muncul dibawah term.

d. Baca istilah yang terdapat dalam tanda kurung ”( )” sesudah lead term (kata tanda dalam kurung = modifier, itu tidak mempengaruhi nomor kode). Istilah lainnya yang dibawah lead term (dengan tanda minus = idem = indent) dapat mempengaruhi nomor kode, sehingga semua kata-kata diagnostik diperhitungkan).

e. Ikuti secara hati-hati setiap tunjuk silang (cross-references) dan lihat ”see” dan ”see also” yang terdapat dalam indeks.

f. Lihat tabulasi list ( vol. 1) untuk melihat nomor kode yang paling tepat. Lihat kode tiga karakter di indeks dengan tanda minus pada posisi keempat yang berarti bahwa isian untuk kode keempat itu adalah dalam volume 1 dan merupakan posisi karakter tambahan yang tidak ada dalam indeks (volume 3)

g. Ikuti pedoman ”inclusion” atau ”exclusion” pada kode yang dipilih atau dibagian bawah suatu bab (chapter), blok atau judul kategori.

h. Cantumkan kode yang dipilih.

 (Depkes RI,1999)
Download artikel ini dalam versi PDF
Download artikel ini dalam versi Docx
Kunjungi juga : 

Kamis, 09 Oktober 2014

Dasar-dasar menguasai koding

16.29

Beberapa hal yang perlu di ketahui sebelum mengkoding penyakit

Pendahuluan

Dasar-dasar koding
ICD 10 CM
Seorang pengkoder  dibutuhkan keahlian dan wawasan dalam pengkodean penyakit,kesalahan pengkodean harus bisa dicegah seminimal mungkin selain karena dapat menyebabkan kerugian pada instansi rumah sakit,juga karena akibat dari kesalahan pengkodean dapat menyebabkan kerugian bagi pasien dan petugas medis yang terkait.Dalam artikel ini akan di jabarkan dasar-dasar menguasai koding yaitu sebagai berikut :

1. Dasar dan Syarat UMUM tata cara mengkoding penyakit  :

1.1 Memahami Penggunaan ICD 10

Seorang koder tak akan terlepas dari namanya ICD  dimana ICD akan menjadi sahabat dekat sang koder dalam melakukan tugasnya,selain memahami penggunaan ICD seorang koder juga harus mengikuti perkembangan ICD  dari hari kehari,karena ICD terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

1.2 Kualifikasi Pendidikan
Seorang koder minimal D3 Rekam Medis,jikalau sebuah instansi kekurangan tenaga kualifikasi rekam medis,maka alternatife harus dari kualifikasi pendidikan kesehatan yang memiliki pengalaman koding,dan pernah terlibat dalam pelatihan resmi koding dan penggunaan ICD.

1.3 Wawasaan Terminologi Medis.

Seorang koder tentu terlibat dengan berbagai istilah penyakit yang ada pada berkas rekam medis,akurasi diagnosa seorang dokter akan lebih valid bila seorang koder mampu mentranformasinya ke kode yang sesuai ,jadi seorang koder setidaknya harus memiliki wawasan terminology medis dan terminology penyakit.

2. Syarat Khusus tata cara mengkoding penyakit :

1.     Pemahaman Struktur ICD 10 yang terdiri dari ICD 10 Volume 1 dan Volume 3 dan menguasai guideline dari ICD 10 Volume 2.
2.       Memahami runtutan cara mencari kode penyakit yang di perlukan .
2.1   Baca dan pelajari isi buku manual/pedoman koding ICD10 volume 2 : dimana dalam volume 2 terdapat petunjuk penggunaan ICD 10 vol 1 dan 3.
2.2   Dalam ICD 10 vol 2 terdapat penjelasan ICD 10 Volume 1 atau tabular list antara lain :
a.       Istilah Inklusi ( how to use inclusion terms )
b.      Istilah Eksklusi ( how to use exclusion terms )
c.       Glosari Deskripsi ( how to use Glossary Descriptions)
d.      Konvensi kode petunjuk spesifik kode/kode dagger dan asterisk ( how to use the “dagger (†) dan asterisk (*)) kode ini disebut two code for certain conditions
e.      Pilihan Lain untuk kode tambahan ( how to use other optional dual coding ) dimana kode-kode tambahan selain asterisk dan dagger digunakan pada bab-bab khusus.
f.        Kode dalam kurung ( ) ( how to use Parentheses )
g.       Kode tanda kurung persegi [] ( how to use square brackets )
h.      Penggunaan kolon “:” /titik 2 ( how to use colon ) colon  ini untuk memperjelas sebuah istilah  yang membutuhkan kata tambahan yang digunakan untuk melengkapi istilah tersebut ,apakah termaksud atau tidak termaksud sehingga dengan tambahan kata lain yang merujuk ke istilah ,maka istilah yang di dapat  itu bisa lebih spesifik sesuai diagnose  ,misalnya kode k36 tentang appenditics : maka ada petunjuk other appenditics dengan di bawahnya terdapat daftar kata/istilah tambahan – cronic appenditics – recurrent appenditics.
i.        Kode kurawal “}” (  how to use brace } ).
j.        NEC / Not Other Classified ( how to use NEC )
k.       NOS /Not Otherwise Spesified ( how to use NOS)
l.        DaN / “AND” ( how to use AND in Title )
m.    Poin Dash “-“ ( how to use Point Dash )
n.      Kode batasan untuk jenis kelamin ( How to use categories limited one sex )
o.      Kategori  kode Squel ( how to use  sequelae categories )
p.      How to use postprocedural disorders
2.3   Cara pengunaan ICD 10 Volume 3 ( how to use icd 10 volume 3 or Alphabetical Index )
a.       Cara menggunakan Struktur ( how to use structure )
b.      Cara menggunakan kode number ( how to use code numbers)
c.       Cara menggunakan istilah konvensi ( how to use conventions )
d.      Cara menggunakan tanda kurung ( sama dengan icd 10 volume 1)
e.      Cara menggunakan NEC ( how to use NEC )
f.        Cara menggunakan rujukan silang  ( how to use cross-references )
2.4   Dasar Paduan Koding.
Aturan dan tata cara kode mortalitas dan morbiditas ( mortality and morbidity coding )
Wawasan penentuan Lead Term ,seorang koder harus memahami lead term setiap istilah penyakit.
Kontrol setiap pengkodean apakah sudah sesuai dengan diagnose,yang tentunya seorang koder tidak melewatkan semua petunjuk yang ada pada point 2 di atas.
kunjungi juga artikel : Istilah Petunjuk pengkodean ICD
Sumber  :
-          who ICD 10 2005
-          Buku Panduan Penentuan kode penyakit penyebab kematian menurut icd 10 ,Depkes ,WHO , juni 2008
-          ICD 10 Volume 2,Intruction Manual ,WHO 2005