Tampilkan postingan dengan label SPO. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPO. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2018

Contoh Format SPO Pencabutan AKDR Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

23.21

Contoh Format Standar Prosedur Operasional Pencabutan AKDR Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

SPO Pencabutan AKDR- Pikesstikpan.blogspot.com
Ilustrasi Pencabutan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim - Sumber Pexel

Download format SPO Pencabutan AKDR- amirullahyusu.blogspot.com
Download Format SPO Pencabutan AKDR PDF


Konseling pra pencabutan
1.    Sapa klien dengan ramah dan perkenalkan diri anda
2.    Tanyakan tujuan dari kunjungannya
3.    Tanyakn apa alasannya ingin mencabut AKDR tersebut dan jawab semua pertanyaanya
4.    Tanyakan tujuan reproduksi ( KB ) selajutnya ( apakah klien ingin mengatur jarak kelahiran atau ingin membatasi jumlah anaknya
5.    Jelaskan proses pencabutan AKDR dan apa yang akan klien rasakan pada saat proses pencabutan dan setelah pencabutan

Tindakan pra pencabutan
6.   Pastikan klien sudah mengosongkan kandung kencingnya dan mencuci area genetalia dengan menggunakan sabun dan air
7.   Bantu klien naik ke meja pemeriksaan
8.   Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,keringkan dengan kain bersih
9. Pakai sarung tangan DTT yang baru
10.  Atur penempatan peralatan dan bahan bahan yang akan di pakai dala wadah steril atau DTT

Prosedur pencabutan
11.  Lakukan pemeriksaan bimanual :
Ø  Pastikan gerakan serviks bebas
Ø  Tentukan besar dan posisi uterus
Ø  Pastikan tdk ada infeksi atau tumor pada adneksa
12.  Pasang spekulum vagina untuk melihat serviks
13.  Usap vagina dan serviks dengan larutan
14.  Jepit benang yang dekat dengan klem
15.  Tarik keluar benang secara mantap tetapi hati hati untuk mengeluarka AKDR
16.  Tunjukkan AKDR tersebut pada klien,kemudian rendam dakam larutan klorin 0,5%
17.  Keluarkan spekulum dengan hati hati


Tindakan pasca pencabutan
18. rendam semua peralatan yang sudah di pakai dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit untuk dekontaminasi
19.buang bahan bahan yang sudah tdk di pakai lagi (kasa,srung tangan sekali pakai )ketempat yang sudah di sediakan.
20.celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam larutan klorin 0,5%,kemudian lepaskan dalam keadaan terbalik dan rendam dalam larutan klorin tersebut
21.cuci tangan dengan air dan sabun
22.amati selama 5 menit sebelum memperbolehkan pasien pulang


Konseling pasca pencabutan
23.diskusikan apa yang harus dilakukan bila klien mengalami masalah ( misalnya perdarahan yang lama atau rasa nyeri pada perut atau panggul )
24.minta klien untuk mengulangi kembali penjelasan yang telah di berikan
25.jawab semua pertanyaan klien
26.ulangi kembali keterangan tentang pilihan kontrasepsi yang tersedia dan risiko keuntungan dari masing masing alat kontrasepsi bila klien ingin tetap mengatur jarak klahiran atau ingin membatasi jumlah anaknya
27.bantu klien untuk menentukan alat kontrasepsi sementara sampai dapat memutuskan alat kontrasepsi baru yang akan di pakai
28.buat rekam medik tentang pencabutan AKDR

1.    Poli kandungan

=>>>> Baca Juga SPO Pemasangan AKDR 

Download Contoh Format SPO Pemasangan AKDR ( Alat Kotrasepsi Dalam Rahim )

00.56
SPO AKDR https://pikesstikpan.blogspot.com/
Prosedur Pemasangan Alat Kotrasepsi Dalam Rahim / Sumber Pexel.com


Standar Prosedur Operasional Pemasangan AKDR atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim beserta contoh format dalam PDF.

Berikut adalah isi Prosedur Pemasangan AKDR :

Konseling awal

1.   Menyapa klien dengan senyum ramah dan perkenalkan diri anda dan tanyakan tujuan kedatangannya
2.   Berikan inforasi umum tentang keluarga berencana
3.   Berikan informasi tentang jenis kontrasepsi yang tersedia dan keuntungan keterbatasan dari masing masing jenis kontrasepsi (termasuk perbedaan antara kontak dan metode reversible ) :
  •     Tunjukan di mana dan bagaimana alkon tersebut di gunakan
  •     Jelaskan bagaimana cara kerja alkon
  •     Jelaskan kemungkinan efek samping dan masalah kesehatan lain yang mungkin akan di alami
  •     Jelaskan efek samping yang umumnya sering di alami oleh klien

4.      Jelaskan apa yang bisa di peroleh dari kunjungannya.

Konseling metode khusus


1.   Berikan jaminan akan kerahasiaaan yang di perlukan klien
2.   kumpulkan data pribadi klien ( nama,alamat dan sebagainya )

3.   banyakan tujuan reproduksi ( KB ) yang di inginkan ( apakah klien ingin mengatur jarak kelahiran atau ingin membatasi jumlah anak )

4.   tanyakan agama atau kepercayaan yang di anut klien,yang mungkin menentang salah satu metode KB.

5.   Diskusikan kebutuhan,pertimbangan dan kekhawatiran klien dengan sifat yang simpatik.

6.      Bantulah klien untuk memilih metode yang tepat.

7.      Jelaskan kemungkinan kemungkinan efek samping AKDR Cu T 380 A, sampai benar benar di mengerti oleh klien


 Konseling pra pemasangan dan seleksi klien


8.    Lakukan seleksi klien ( anamneses ) secara cermat untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan untuk menggunakan AKDR

Riwayat kesehatan reproduksi
·         Tanggal haid terakhir,lama haid dan pola perdarahan haid
·         Paritas dan riwayat persalinan terakhir
·         Riwyat kehamilan ektopik
·         Nyeri yang hebat setiap haid
·         Anemia yang berat ( hb<9 gr persen atau hematokrit <30)
·         Riwayat infeksi sistem genetalia (ISG),penyakit menular seksual ( PMS )atau infeksi panggul
·         Berganti ganti pasangan ( risiko ISG tinggi )
·         Kanker serviks
9.    Jelaskan bahwa perlu pemeriksaan fisik dan panggul dan jelaskan apa yang akan di lakukan dan persilahkan pasien mengajukan pertanyaan

Pemeriksaan panggul


14. Pastikan klien sudah mengosongkan kandung kemihnya dan  mencuci area genetalia dengan menggunakan sabun dan air.
15.Cuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun,keringkan dengan kain bersih
16.Bantu klien untuk naik ke meja pemeriksaan
17.Palpasi daerah perut dan periksa apakah ada nyeri,benjolan atau kelainan lainnya di daerah supra publik
18.Kenakan kain penutup pada klien untuk pemeriksaan panggul
19.Atur arah suber cahaya untuk melihat serviks
20.Pakai sarung tangan DTT
21.Atur penempatan peralatan dan bahan bahan yang akan di gunakan dalam wadah steril atau DTT
22.Lakukan inspeksi pada genetalia eksterna
23.palpasi kelenjar skene dan bartolin amati adanya nyeri atau duh ( discharge ) vagina
24.Masukkan spekulum vagina
25.Lakukan pemeriksaan inspekulo :
·         Periksa adanya lesi atau keputihan pada vagina
·         Inspeksi servik

26.Keluarkan dengan hati hati dan letakkan kembali pada tempat     semuladengan tidak menyentuh peralatan lain yang belum di gunakan

27.Langkah pemeriksaan bimanual :
·         Pastikan gerakan serviks bebas
·         Tentukan besar dan posisi uterus
·         Pasrtikan tidak ada kehamilan
·         Pastikan tidak ada infeksi atau tumor pada adnegsa

28.Lakukan pemeriksaan rektovaginal ( bila ada indikasi ) :
·         Kesulitan menentukan besar uterus retroversi
·         Adanya tumor pada kavum douglasi
29. Celupkan dan bersihkan sarung tangan dalam larutan klorin 0,5 persen kemudian buka secara terbalik dan rendam dalam lartan klorin

Tindakan pra pemasangan


30.jelaskan proses pemasangan AKDR dan apa yang klien rasakan  pada saat proses pemasangan dan setelah pemasangan dan persilahkan klien untuk mengajukan pertanyaan
31.masukkan lengan AKDR Cu T 380 A di dalam kemasan sterilnya :
·         Buka sebagian plastik penutupnya dan lipat kebelakang
·         Masukkan pendorong kedalam tabung inserter tanpa menyentuh benda tidak steril
·         Letakkan kemasan pada tempat yang datar
·         Selipkan karton pengukur di bawah lengan AKDR
·         Pegang kedua ujung lengan AKDR dan dorong tabung inserter sampai ke pangkal lengan sehingga lengan akan melipat
·         Setelah lengan melipat sampai menyentuh tabung inserter,tarik inserter dari bawah lipatan lengan
·         Angkat sedikit tabung inserter,dorong dan putar untuk memasukkan lengan AKDR yang sudah terlipat tersebut kedalam tabung inserter


Prosedur pemasangan AKDR


32.pakai sarung tangan DTT yang baru

33.pasang spekulum vagina untuk melihat serviks

34.usap vagina dan serviks dengan laruta antiseptik 2 sampai 3 kali

35.jepit serviks dengan tenakulum secara hati hati ( takik pertama )
36.masukkan sonde uterus dengan teknik “tidak menyentuh“ ( no touch chnique ) yaitu secara hati hati memasukka sonde kedalam vakum uteri dengan sekali masuk tampa menyentuh dinding vagina ataupun bibir spekulum 
37.tentukan posisi dan kedalaman kavum uteri dan keluarkan sonde
38.ukur kedalaman kavum uteri pada tabung inserter yang masuh berada dalam kemasan sterilnya dengan menggeser leher biru pada tabung inserter,kemudian buka seluruh plastik penutup kemasan
39.angkat tabung AKDR dari kemasannya tanpa menyentuh permukaan yang tidak steril,hati hati jangan sampai pendorongnya terdorong
40.pegang tabung AKDR dengan leher biru dalam posisi horizontal ( sejajar lengan AKDR ).sementara melakukan tarikan hati hati pada tenakulum, masukkan tabung inserter ke dalam uterus sampai leher biru menyentuh serviks atau sampai terasa adanya tahanan
41.pegang serta tahan tenakulum dan pendorong dengan satu tangan
42.lepaskan lengan AKDR dengan menggunakan tehknik withdrawal yaitu menarik keluar tabung inserter sampai pangkal pendorong dengan tetap tahan pendorongu terasa
43.keluarka pendorong , kemudian tabung inserter di dorong kembali ke serviks sampai leher biru menyentuh serviks atau teras adanya tahanan
44.keluarkan sebagian dari tabung inserter dan gunting benang AKDR krang lebih 3-4 cm
45.keluarkan seluruh tabung inserter buang ketempat sampah terkontaminasi
46.lepaskan tenakulum dengan hati hati,rendam dalam larutan klorin 0,5 persen
47.periksa serviks dan bila ada perdarhan dari tempat bekas jepitan tenakulum,tekan dengan kasa selama 30-60 detik
48.keluarkan spekulum dengan hati hati,rendam dala larutan klorin 0,5 %

Tindakan pasca pemasangan


49.rendam seluruh peralatan yang sudah di pakai dalam larutan klorin 0,5 %selama 10 menit untuk dekontaminasi
50.buang bahan bhana yang sudah tidak di pakai buang bahan bahan yang sudah tidak di paakai lagi (kasa,sarung tangan sekali pakai ) ke tempat yang sudah di sediakan
51.celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan kedalam klorin 0,5%,bersihkan cemaran pada sarung tangan,buka secara terbalik dan rendam dalam klorin 0,5%
52.cuci tangan dengan air dan sabun
53.pastikan klien tidak mengalami keram hebat dan amatis selama 15 menit sebelum memperbolehkan klien pulang

Konseling pasca pemasangan


54.ajarkan klien bagaimana cara memeriksa sendiri benang AKDR dan kapan harus di lakukan

55.jelaskan pada klien apa yang harus di lakukan bila mengalami efek samping

56.beritahu kapan klien harus datang kembali ke klinik untuk kontrol

57.ingatkan kembali masa pemakaian AKDR Cu T 380 A adalah 10 tahun

58.yakinkan klien bahwa ia dapat datang di klinik setiap saat bila memerlukan konsultasi,pemeriksaan medik atau bila menginginkan alat AKDR tersebut di cabut

59.minta klien untuk mengulangi kembali penjelasan yang telah di berikan

60.lengkapi reka medik dan kartu AKDR untuk klien

Download File PDF Format SPO AKDR