Tampilkan postingan dengan label Kpt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kpt. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Oktober 2017

Cara Koding Diagnosa Suspek

05.20

Koding ICD kondisi suspect, gejala dan temuan abnormal dan situasi non-penyakit

Dalam periode perawatan rawat inap coder harus berhati-hati tentang mengklasifikasikan diagnosa utama untuk Bab XVIII danXXIJika diagnosis yang lebih spesifik belum ditentukan pada akhir episode rawat inap tinggalatau jika benar-benar tidak ada penyakit atau cederamaka kode dari Bab XVIII dan XXIdiperbolehkan untuk digunakan (lihat juga Aturan MB3 dan MB5bagian 4.4.3 dalam manual ICD 10) . Kategori ini juga dapat digunakan untuk episode lain dalam kategori kontak denganpelayanan kesehatan. 


Jikasetelah episode perawatan kesehatandiagnosis utama masih dicatat sebagai suspected, atau masih dipertanyakan, dan tidak ada informasi lebih lanjut atau klarifikasi dari dokter yang terkaityang diduga (suspected) diagnosis harus dikode.

Kategori Z03.- 
(Medical observation and evaluation for suspected diseases and conditions) observasi medis dan evaluasi untuk tersangka penyakit dan kondisiberlaku untuk dugaan diagnosa yang dapat dikesampingkan setelah penyelidikan.

Berikut beberapa contoh kasusnya :
  
Diagnosis Utama : Suspected acute cholecystitis 
Diagnosis Sekunder : — 
Kesimpulan : Kode acute cholecystitis (K81.0) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Admitted for investigation of suspected malignant neoplasm of cervix - ruled out
Mengakui untuk penyelidikan dugaan neoplasma ganas serviks - dikesampingkan
Kesimpulan : Kode  observation for suspected malignant neoplasm (Z03.1) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Ruled out myocardial infarction 
Diagnosis Sekunder : — 
Kesimpulan : Kode observation for suspected myocardial infarction (Z03.4) sebagai diagnosis utama.

Diagnosis Utama : Severe epistaxis 
Diagnosis Sekunder : — 
Pasien di rumah sakit satu hariTidak ada prosedur atau investigasi dilaporkan
Kesimpulan : Kode untuk epistaksis (R04.0) sebagai diagnosis utama. Hal ini dapat diterima karena pasien jelasmengaku berurusan dengan darurat saja.
  
Ketentuan tersebut diatas berdasarkan ICD-10 Second Edition, 2005, 4. Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.

Sekian, semoga bermangfangat.
sumber : hakayuci

Selasa, 22 Maret 2016

Free atau Gratis Download ICD 10 Inggris - Indonesia xls

15.46

Free atau Gratis Download ICD 10 Inggris - Indonesia xls

Sobat bisa mendowload secara gratis ICD 10 dua bahasa yaitu Inggris dan Indonesia, ICD 10 ini di buat dalam tipe file xls atau file yang dapat di jalankan di Microsoft excel.ICD 10 ini hanya sekedar tabel indeks dari A-Z . Semoga bermanfaat.
Silahkan Download ICD 10 Inggris dan Indonesia DISINI

Kamis, 09 Oktober 2014

Dasar-dasar menguasai koding

16.29

Beberapa hal yang perlu di ketahui sebelum mengkoding penyakit

Pendahuluan

Dasar-dasar koding
ICD 10 CM
Seorang pengkoder  dibutuhkan keahlian dan wawasan dalam pengkodean penyakit,kesalahan pengkodean harus bisa dicegah seminimal mungkin selain karena dapat menyebabkan kerugian pada instansi rumah sakit,juga karena akibat dari kesalahan pengkodean dapat menyebabkan kerugian bagi pasien dan petugas medis yang terkait.Dalam artikel ini akan di jabarkan dasar-dasar menguasai koding yaitu sebagai berikut :

1. Dasar dan Syarat UMUM tata cara mengkoding penyakit  :

1.1 Memahami Penggunaan ICD 10

Seorang koder tak akan terlepas dari namanya ICD  dimana ICD akan menjadi sahabat dekat sang koder dalam melakukan tugasnya,selain memahami penggunaan ICD seorang koder juga harus mengikuti perkembangan ICD  dari hari kehari,karena ICD terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

1.2 Kualifikasi Pendidikan
Seorang koder minimal D3 Rekam Medis,jikalau sebuah instansi kekurangan tenaga kualifikasi rekam medis,maka alternatife harus dari kualifikasi pendidikan kesehatan yang memiliki pengalaman koding,dan pernah terlibat dalam pelatihan resmi koding dan penggunaan ICD.

1.3 Wawasaan Terminologi Medis.

Seorang koder tentu terlibat dengan berbagai istilah penyakit yang ada pada berkas rekam medis,akurasi diagnosa seorang dokter akan lebih valid bila seorang koder mampu mentranformasinya ke kode yang sesuai ,jadi seorang koder setidaknya harus memiliki wawasan terminology medis dan terminology penyakit.

2. Syarat Khusus tata cara mengkoding penyakit :

1.     Pemahaman Struktur ICD 10 yang terdiri dari ICD 10 Volume 1 dan Volume 3 dan menguasai guideline dari ICD 10 Volume 2.
2.       Memahami runtutan cara mencari kode penyakit yang di perlukan .
2.1   Baca dan pelajari isi buku manual/pedoman koding ICD10 volume 2 : dimana dalam volume 2 terdapat petunjuk penggunaan ICD 10 vol 1 dan 3.
2.2   Dalam ICD 10 vol 2 terdapat penjelasan ICD 10 Volume 1 atau tabular list antara lain :
a.       Istilah Inklusi ( how to use inclusion terms )
b.      Istilah Eksklusi ( how to use exclusion terms )
c.       Glosari Deskripsi ( how to use Glossary Descriptions)
d.      Konvensi kode petunjuk spesifik kode/kode dagger dan asterisk ( how to use the “dagger (†) dan asterisk (*)) kode ini disebut two code for certain conditions
e.      Pilihan Lain untuk kode tambahan ( how to use other optional dual coding ) dimana kode-kode tambahan selain asterisk dan dagger digunakan pada bab-bab khusus.
f.        Kode dalam kurung ( ) ( how to use Parentheses )
g.       Kode tanda kurung persegi [] ( how to use square brackets )
h.      Penggunaan kolon “:” /titik 2 ( how to use colon ) colon  ini untuk memperjelas sebuah istilah  yang membutuhkan kata tambahan yang digunakan untuk melengkapi istilah tersebut ,apakah termaksud atau tidak termaksud sehingga dengan tambahan kata lain yang merujuk ke istilah ,maka istilah yang di dapat  itu bisa lebih spesifik sesuai diagnose  ,misalnya kode k36 tentang appenditics : maka ada petunjuk other appenditics dengan di bawahnya terdapat daftar kata/istilah tambahan – cronic appenditics – recurrent appenditics.
i.        Kode kurawal “}” (  how to use brace } ).
j.        NEC / Not Other Classified ( how to use NEC )
k.       NOS /Not Otherwise Spesified ( how to use NOS)
l.        DaN / “AND” ( how to use AND in Title )
m.    Poin Dash “-“ ( how to use Point Dash )
n.      Kode batasan untuk jenis kelamin ( How to use categories limited one sex )
o.      Kategori  kode Squel ( how to use  sequelae categories )
p.      How to use postprocedural disorders
2.3   Cara pengunaan ICD 10 Volume 3 ( how to use icd 10 volume 3 or Alphabetical Index )
a.       Cara menggunakan Struktur ( how to use structure )
b.      Cara menggunakan kode number ( how to use code numbers)
c.       Cara menggunakan istilah konvensi ( how to use conventions )
d.      Cara menggunakan tanda kurung ( sama dengan icd 10 volume 1)
e.      Cara menggunakan NEC ( how to use NEC )
f.        Cara menggunakan rujukan silang  ( how to use cross-references )
2.4   Dasar Paduan Koding.
Aturan dan tata cara kode mortalitas dan morbiditas ( mortality and morbidity coding )
Wawasan penentuan Lead Term ,seorang koder harus memahami lead term setiap istilah penyakit.
Kontrol setiap pengkodean apakah sudah sesuai dengan diagnose,yang tentunya seorang koder tidak melewatkan semua petunjuk yang ada pada point 2 di atas.
kunjungi juga artikel : Istilah Petunjuk pengkodean ICD
Sumber  :
-          who ICD 10 2005
-          Buku Panduan Penentuan kode penyakit penyebab kematian menurut icd 10 ,Depkes ,WHO , juni 2008
-          ICD 10 Volume 2,Intruction Manual ,WHO 2005


Kamis, 07 Agustus 2014

Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder

18.12

Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder

Dalam Pengkodean ICD-10

Diagnosis Utama
  • Selalu di tetapkan di akhir perawatan pasien.
  • Diagnosis utama memiliki tanggung jawab utama untuk pasien menerima segala tindakan perawatan/berbagai bentuk tes pemeriksaan
  • Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis yg paling banyak menggunakan resouces (SDM, bahan habis pakai, peralatan medik, tes pemeriksaan dan lain2.
  • Jika tidak ada diagnosis yg bisa dijadikan sebagai diagnosis utama maka symptoms, abnormal finding or problem dapat digunakan’.
Diagnosis Sekunder
  • Diagnosis sekunder adalah diagnosa selain diagnosa utama yang sudah ada sebelum pasien di rawat di Rumah Sakit.
  • Muncul sebagai akibat dari tindakanan penatalaksanaan rawatan pasien selama di Rumah Sakit (komplikasi).
sumber : casemix indonesia

Senin, 04 Agustus 2014

Struktur ICD10-tenth revision volume 1

10.16

Struktur ICD10-tenth revision volume 1

Struktur Kode ICD10

Strukrut kode dari ICD10 adalah terdiri dari gabungan huruf dan angka (alphanumeric),dengan komposisi 4 karakter ( 1 huruf 3 angka ) dan di tambah symbol “titik” untuk perluasan spesifikasi kode dari 3 karakter ke 4 karakter. Lebih lanjut pada contoh.
Contoh
Diseases of pulp and periapical tissues ( penyakit pada pulpa dan jaringan akar gigi )K10







Dan untuk penyakit yang lebih spesifik dari K10 akan di ikuti tambah “titik” dan 1 angka. Misalnya K10.1 yaitu Pulpitis ( Radang Pulpa ).
Penjelasan tentang kategori dan sub kategori di bahas dalam klasifikasi ICD10.




Klasifikasi ICD10

Dalam klasifikasi penyusanan ICD10-tenth revisi volume 1 sebagai berikut :

* BAB
* BLOCK
* KATEGORI 3 KARAKTER
* SUB KATEGORI

A.BAB ICD10

Bab tersusun dari huruf A-Z kecuali huruf U,huruf U di peruntukan sebagai cadangan tambahan di masa dating dan perubahan-perubahan serta kemungkinan klasifikasi tambahan untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang muncul di antara waktu revisi (Depkes dan WHO Juni 2008 ).
Sebaiknya penyebutan BAB tidak disebut dalam huruf tapi angka romawi dan judul di karenakan dalam 1 BAB juga terdiri dari 2 huruf.
Contohnya misalnya  Penyakit radang pulpa di sebut berada pada BAB XI ( bab sebelas ) Diseases Of the Digestive System atau Penyakit-Penyakit dari Sistem Digestif atau Sistem Pencernaan.

B.BLOK ICD10


Blok adalah turunan pertama dari Bab yang di jadikan sebagai judul dalam pengelompokan  masing-masing Kategori 3 karakter.blok di tulis dengan judul dan pengelompokan Kategori 3 karakter terkait judul tersebut.
Contoh misalnya BAB IX Disease of the circulatory system,atau Penyakit-penyakit dari system sirkulasi ( I00-I99),yang di turunkan menjadi 10 blok salah satunya Block Hypertensive Diseases ( I05-I09) atau Blok penyakit-penyakit Hipertensi (I05-109).



C.KATEGORI 3 KARAKTER ICD10

Kategori adalah turunan dari Blok di tulis dengan kode 3 karakter dan nama penyakit.
Contoh A00 Cholera
D.SUB-KATEGORI ICD10
Sub kategori adalah turunan dari Kategori sebagai kode penyakit yang lebih spesifik dari kategori.
Contoh : A00.0 Classical Cholera
 Berikut contoh klasifikasi ICD10 dalam bentuk Tabel.

BAB
BLOK
KATEGORI
SUB-KATEGORI
·      I  Certain infectious and parasitic diseases (A00-B09)
·         (A00-09) Intestinal infectious diseases
·         A00 Cholera.
·         A01 typhoid and Paratyphoid fevers
·         A00.0 Classical cholera
·         A00.1 Cholera eltor
·         A01.0 Typhoid fever

Sumber reference:
ICD-10 tente revision Volume 1.WHO.Geneva 2005
Buku Panduan Penentuan Kode Penyebab Kematian Menurut ICD-10.Depkes.WHO.Juni 2008
Kamus Saku Kedokteran Dorlan Edisi 25.Jakarta.EGC,1998
Pikesstikpan.blogspot.com
2014



Selasa, 10 Juni 2014

Apa itu International Classification of Diseases (ICD) ?

11.13

Apa Itu International Classification of Diseases (ICD)

ICD Juga sering di sebut Statistik Klasifikasi Internasional Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait adalah alat diagnostik standar untuk epidemiologi, manajemen kesehatan dan tujuan klinis. Ini termasuk analisis situasi kesehatan umum kelompok populasi. Hal ini digunakan untuk memonitor insiden dan prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lainnya.

Hal ini digunakan untuk mengklasifikasikan penyakit dan masalah kesehatan lainnya direkam pada banyak jenis kesehatan dan catatan penting termasuk sertifikat kematian dan catatan kesehatan. Selain memungkinkan penyimpanan dan pengambilan informasi diagnostik untuk tujuan klinis, epidemiologis dan kualitas, catatan ini juga menyediakan dasar bagi penyusunan statistik mortalitas dan morbiditas nasional oleh negara-negara anggota WHO. Hal ini digunakan untuk penggantian dan alokasi sumber daya pengambilan keputusan oleh negara.
ICD-10 disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia Empat puluh ketiga bulan Mei 1990 dan mulai digunakan di negara-negara anggota WHO sejak tahun 1994. Revisi 11 klasifikasi telah dimulai dan akan berlanjut sampai 2017.

ICD merupakan proyek utama untuk statistik mengklasifikasikan gangguan kesehatan, dan memberikan bantuan diagnostik. ICD adalah inti berbasis statistik sistem diagnostik klasifikasi untuk masalah yang terkait kesehatan dari.

Versi ICD

ICD terbagi dalam beberap Versi yaitu :
    • 1 ICD-6
    • 2 ICD-7
    • 3 ICD-8
    • 4 ICD-9
      • 4.1 ICPM
      • 4.2 ICD-9-CM
    • 5 ICD-10
      • 5.1 ICD-10-CM
      • 5.2 ICD-10-CA
    • 6 ICD-11
  • I
  • CD adalah revisi berkala dan saat ini sedang dalam revisi kesepuluh. The ICD-10 , seperti yang diketahui oleh karena itu, dikembangkan pada tahun 1992 untuk melacak statistik kesehatan. ICD-11 direncanakan untuk 2017.Pada tahun 2007  rencana pembangunan termasuk menggunakan Web 2.0 prinsip untuk mendukung revisi rinci. [6] update minor Tahunan dan Triennial update utama yang diterbitkan oleh WHO. [ 7] ICD adalah bagian dari "keluarga" dari panduan yang dapat digunakan untuk melengkapi satu sama lain, termasuk juga Klasifikasi Internasional Berfungsi, cacat, dan Kesehatan yang berfokus pada domain berfungsi (cacat) yang berhubungan dengan kondisi kesehatan, dari kedua perspektif medis dan sosial.

Kamis, 10 November 2011

Dasar dan Tahap-Tahap Kode Penyakit

08.46

Dasar dan Tata Cara Koding Penyakit

PENGERTIAN KODING PENYAKIT.
Cover ICD-10-CM/PCS


Dalam bahasa sehari-hari kode artinya tanda-tanda,isyarat,atau sandi untuk menunjukkan atau menerangkan sesuatu..sedangkan dalam kamus bahasa Indonesia  kode adalah kumpulan peraturan yg bersistem,sedangkan dalam kamus ilmiah popular kode adalah tanda,sandi,tulisan rahasia atau kitab undang-undanng ,nah dari penjelasan di atas tentang kode ada yang sudah bisa mendefenisikan KODING PENYAKIT  okeylah mari kita coba … jadi menurut saya koding penyakit adalah tanda-tanda atau sandi yang telah di sepakati guna menjelaskan atau menunjukkan suatu penyakit. Jadi dalam bahasa yang lebih sederhana lagi KODING PENYAKIT adalah mengkode atau memberi tanda penyakit berdasarkan yang telah di sepakati.,trus muncul pertanyaan baru yang di maksud dengan “telah di sepakati itu apa ?” nah itu dia
Para ahli kesehatan berkumpul dari perwakilan antar negara saya nda tau Indonesia ikut apa tidak heehe… guna merangkum semua kode penyakit kemudian di sepakati bahwa kode itu sah di gunakan dan di jadikan acuan untuk mengkode penyakit ,Bagi tenaga kesehatan seluruh dunia. Kesepakatan itu tertuang dalam buku ICD hingga saat ini menjadi ICD volume 1 dan Volume 3.
                Pertanyaannya kenapa harus ada kesepakatan bahwa kode penyakit harus mengacu pada ICD ? nah justru  itu supaya dapat memudahkan para tenaga kesehatan serta dokter mendiagnosa penyakit,sehingga lebih mudah penanganannya dan lebih teratur pembiayaannya…banyangkan jika setiap Negara membuat kode penyakitnya sendiri-sendiri repotkan mending harus ada 1 aja jadi acuan.
MEMAHAMI
PENGERTIAN ICD 10

ICD ( International Statistical Classification of Diseases and related health problem )  ICD itu Klasifikasi statistic internasional tentang penyakit dan hubungannya dengan masalah kesehatan
atau :
Menurut saya ICD itu buku yang menggolong-golongkan penyakit berdasarkan kode-kode yang di tetapkan selain penyakit ICD juga menghubungkannya dengan berbagai masalah kesehatan.

Contonya :

Dalam ICD di buat per Bab-bab pada BAB I yaitu Golongan Penyakit Infeksi Dan Parasit Tertentu Kodenya A00-B99
Dalam Setiap bab juga di bagi dalam blok-blok seperti :
 pada BAB I terdapat blok-blok yang di bagi :

Penyakit-penyakit akibat bakteria, chlamydia, dan rickettsia
            A00-A09        Penyakit infeksi usus
            A15-A19        Tuberculosis
            A20-A28        Penyakit bakteri zoonotik tertentu
            A30-A49        Penyakit bakteri lainnya
            A50-A64        Infeksi dengan penularan terutama melalui hubungan seksual
            A65-A69        Penyakit akibat spirochaeta lainnya
            A70-A74        Penyakit lain akibat chlamydia
            A75-A79        Rickettsioses
Penyakit-penyakit akibat infeksi virus
            A80-A89        Infeksi virus sistem syaraf pusat
            A90-A99        Demam akibat virus asal-arthropoda dan demam berdarah akibat virus
            B00-B09        Infeksi virus yang khas dengan lesi kulit dan membran mukosa
            B15-B19        Hepatitis virus
            B20-B24        Penyakit human immunodeficiency virus [HIV]
            B25-B34        Penyakit virus lainnya
Penyakit-penyakit akibat jamur, protozoa, cacing, dan kutu
            B35-B49        Mikosis
            B50-B64        Penyakit akibat protozoa
            B65-B83        Penyakit akibat cacing (helminthiases)
            B85-B89        Pediculosis, acariasis dan infestasi lainnya
Hal-hal lain sehubungan dengan penyakit infeksi dan parasit
            B90-B94        Sequelae penyakit-penyakit infeksi dan parasit
            B95-B97        Bakteria, virus dan agen infeksi lainnya
            B99               Penyakit-penyakit menular lainnya

ICD 10 VOLUME 3

                ICD 10 Volume 3 merupakan ICD yang di susun berdasarkan index alphabetical atau mengindeks sesuai dengan abjad huruf A- Z.tujuan dari ICD 10 Volm 3 adalah sebagai daftar isi menurut abjad untuk menunjukan daftar pada ICD Volm 1.jadi ICD 10 Volm 3 cuman daftar isi buat ICD 10 Volm 
                Dalam ICD 10 volume 3 memiliki 3 sesion
1.       Sesion I : adalah daftar atau index dari penyakit, sindrom, kondisi dari penyakit itu ( Pathological condition ),  berbagai luka-luka ( injuries ), gejala-gejalanya ( sympthoms ), berbagai masalah dan alas an –alasan lainnya yang bersinggungan dengan pelayanan kesehatan, yaitu berbagai tipe dari keterangan yang  di rekam oleh seorang  dokter ahli. Yang termaksud dari session I ini adalah semua terms yang telah di klasifikasikan berdasarkan kategori mulai dari A00-T98 dan Z00-Z99 kecuali obat-obatan dan subtansi bahan  kimia lainnya  yang beracun ,atau akibat efek buruk lainnya ( ini semua masuk dalam session III).
2.       Sesion II : adalah daftar atau indeks dari cedera luar ( external causes injury )
3.    sesion III : adalah tabel drug atau bahan kimia




MEMAHAMI PENGERTIAN LEADTERM

Lead Terms
Lead : Menunjuk,Menuntun
Terms : Terminologi ilmu yang mempelajari peristilahan
                Jadi kesimpulannya Lead terms adalah istilah penunjuk ,dalam pengkodean lead terms yang pertama harus di ketahui
1.      
LT ( leadterm ) sperti biasa kita harus pahami dulu kata per kata
 Lead : mengantarkan
Term : terminology atau ilmu yang mempelajari tentang istilah-istilah jadi dalam hal ini di kebanyakan istilah medis.

Kode diagnose : yaitu kode penyakit pada buku ICD 10
Jadi tahap-tahapnya
1.       Tentukan leadterm-nya..lead term ini adalah istilah medis yang akan mengantarkan kita pada kode penyakit itu jadi kita liat dalam sebuah diagnose kita cari kata mana yang menunjukkan itu sebagai istilah penyakit
Contoh diagnose : Rubella Arthtritis
Rubella : infeksi virus ringan yang di tandai dengan  ruam merah muda.demam,dan pembesaran kelenjar limfe.
Arthritis :  Radang sendi
Maka yang menjadi lead term-nya adalah arthritis karna itu adalah istilah penyakit radang sendi.
Tetanus Neonatorum
Tetanus :  Penyakit Infeksi yang akut di sebabkan oleh neurotoksin yang mnginfeksi melalui luka
Neonatorum :  bayi yang baru lahir
jadi sudah jelas yang menjadi leadterm adalah tetanus karna ia adalah istilah penyakit.
Sudah pahamkah tentang leadterm.anda akan lebih memahami leadterm jika punya pemahaman terminology medis atau bisa juga karna sering berlatih mengkoding.jadi kesimpulannya kita harus tau leadterm sebagai acuan diagnose pengkodean yaitu dalam bahasa sederhana leadterm sama dengan nama penyakit.

2.       Kita sudah memahami leadterm,jika dalam sebuah diagnosa anda sudah temukan leadtermnya buka pada buku ICD 10 volume 3 disini tidak di jelaskan menggunnakan ICD 10 elektronik.
3.       Cari kata leadterm itu pada buku ICD 10 volume 3 dan perhatikan semua petunjuk dan tanda baca pada buku tersebut.
4.       Setelah di dapat leadtermnya, tuliskan apa yang anda dapat tapi  tuliskan secara strusctur seperti di bawah ini :
LT = Nama Penyakit
Di dapat  =           - Spesifik penyakit
                                                                --Lebih spesifik lagi ( jika di temukan )
                                                                ---yang paling spesifik ( jika di temukan )
5.       Lihat kode diagnosanya  trus kode diagnose itu cari lagi atau di sesuaikan dengan ICD volume 1.
6.       Kalau sesuai tuliskan kodenya dan halamannya :
Jadi seperti ini :
LT = Nama Penyakit
Di dapat  =           - Spesifik penyakit
                                                                --Lebih spesifik lagi ( jika di temukan )
                                                                ---yang paling spesifik ( jika di temukan )
        Kode Diagnosa pada ICD 10 Volume 3 halaman …
        Kode Diagnosa pada ICD 10 Volume 1 halaman …


                Nah saya yakin pasti ada yang kebingungan untuk itu kita ambil saja satu contoh diagnose
                Contoh soal :
                                Di rumah sakit Amirullah ada seorang pasien masuk kemudian dokter mendiagnosa bahwa penyakit yang di derita pasien adalah rubella Arthritis kemudian dokter meminta seorang tenaga rekam medis untuk mengkoding penyakit tersebut.

1.       Tentukan Leadterm Rubella Arthritis
Leatermnya : Arthritis
2.       Buka buku ICD 10 volume 3 dan cari leadterm arthritis
Jika anda dapat penyakit arthritis ada pada halaman 61.
3.       Perhatikan semua petunjuknya.berarti kita cari petunjuk yang lebih spesifik ke penyakit tersebut.
Jika anda dapat kita akan mendapatkan petunjuk ( -in( due to ) ) kita cari lagi yang lebih spesifik di dapat (--rubella B06.8 † M01.4*) pada halaman 62 perhatikan tanda garis strep (-) dan symbol dagger (†) dan asterisk (*).
4.       Tulis apa yang anda dapat secara structur jadi :
Diagnosa : Rubella Arthritis
Leadterm : Arthritis
Di dapat               : Arthritis,arthritic-continued
-          In ( due to )
-- Rubellah  B06.8 † M01.4*
                ICD 10 Volume 3 Halaman 62
5.       Sesuaikan Kode pada ICD 10 Volume 1 yaitu kode B06 apakah sudah sesuai dengan diagnose apa tidak.
Jika dapat anda akan menemukannnya padanya halaman 136
B06  Rubella [ German Measles]
Trus liat kembali kodenya ada B06.8 apakah ada juga pada ICD 10 Volum 1 kalau anda dapat maka  di dapat
B06.8 Rubella with other complications
                Rubella :
                                                -Arthritis †( M01.4*)
                                                -pneumoniat †(J17.1*)
                Maka arthritis yang diambil berarti sesuai toh
Jadi  langsung aja tulis :
Diagnosa : Rubella Arthritis
Leadterm : Arthritis
Di dapat               : Arthritis,arthritic-continued
-          In ( due to )
-- Rubellah  B06.8 † M01.4*
                ICD 10 Volume 3 Halaman 62
ICD 10 Volume 1 Halaman 136

saya pikir mungkin cukup sampai di situ
tak ada yang ku pinta lebih dari postingan ini hanya berharap semoga postingan ini bermanfaat.