Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Mei 2017
Download Buku Singkatan RSSA
18.16
Buku Singkatan RS dr. Syaiful Anwar Malang
![]() |
| Cover Buku Singkatan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang |
Satu lagi buku yang menurut saya keren. Buku ini memudahkan saya sewaktu mengkoding penyakit yang ditulis dengan singkatan.Misalnya B3 yaitu Bahan Berbahaya Beracun , APP atau Apendisitis,BRVO Branch Retinal Vascular Occlusion. Untuk yang belum terbiasa pasti akan kesulitan seperti saya saat mengkoding diagnosa yang disingkat-singkat. tapi tidak hanya singkatan itu saja banyak singkatan lain.
Singkatan apa saja yang dalam buku ini adalah :
- Daftar Kode Unit Kerja.
- Daftar Singkatan Sebutan Satuan Kerja
- Daftar Singkatan, Simbol dan Penulisan Dosis yang tidak boleh digunakan
- Daftar Singkatan Yang Digunakan RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
- Daftar Singkatan Dalam Resep
- Daftar Kode Gigi
- Daftar Kode Gigi Permanen
- Daftar Kode Gigi Sulung
- Daftar Simbol Yang Digunakan RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Jumat, 17 Maret 2017
Tips Menjaga Kesehatan Telinga
02.19
Cara-cara Untuk Menjaga Kesehatan Telinga
1. Hindari lingkungan yang bising, seperti tempat karaoke dan lainnya. Karena sering mendengar suara yang bising bisa membuat anda menjadi tuli, jika Anda berkerja di tempat yang bising maka gunakanlah perangkat pelindung telinga.
2. Seng dan asam folat tidak hanya dapat membantu menjaga kesehatan tubuh, namun juga baik untuk menjaga kesehatan telinga. Kurangi konsumsi gula, kafein, rokok, garam dan pemanis buatan.
3. Bersihkanlah telinga secara teratur dengan menggunakan cutton bud, jangan terlalu kuat mendorong cutton bud kedalam telinga ketika sedang membersihkannya. Karena Membersihkan telinga dengan mendorong atau memasukkan cutton terlalu dalam kedalam bagian telinga bukannya akan mengeluarkan kotoran, tetapi justru akan mendorong kotoran masuk lebih jauh kedalam telinga. Hindari alat-alat yang dapat mendorong kotoran telinga masuk ke liang telinga, karena dapat menyebabkan cedera dan gangguan pendengaran.
4. Hindari mengobati sendiri jika telinga terasa sakit atau bergending, lebih baik berkonsultasi dengan dokter THT yang akan memeriksa kesehatan telinga Anda. Apa pun yang terjadi pada telinga Anda dokter akan memberikan saran tentang menjaga kesehatan teinga.
5. Tidak bagus bagi kesehatan telinga kalau selalu mendengarkan lagu-lagu kesukaan dengan suara besar atau kecil dengan menggunakan earphone, ini juga bisa membuat kesehatan telinga anda berkurang dari batas normal pendengaran. Sebaiknya Anda mendengar lagu-lagu kesukaan Anda tanpa menggunakan earphone, Ini akan lebih baik apalagi orang lain disekitar Anda bisa mendengar dan menikmati lagu bersama Anda.
Untuk mengurus telinga tidaklah sulit, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Semoga tips ini bermanfaat bagi Anda.
Sumber Artikel :http://doktersehat.com/cara-untuk-menjaga-kesehatan-telinga/#ixzz4bZo2B7tC
Sabtu, 13 Februari 2016
Kaidah Koding Kode ICD B20-B24 HIV disease
03.45
Seorang pasien dengan sistem kekebalan tubuh akibat penyakit HIV kadang-kadang memerlukan pengobatan lebih dari satu penyakit selama episode perawatan yang sama, misalnya mikobakteri dan infeksi sitomegalovirus. Kategori dan subkategori disediakan di blok kode ICD B20-B24 HIV disease untuk penyakit HIV dengan berbagai penyakit penyerta lainnya. Kode subkategori yang sesuai untuk kondisi utama dipilih oleh dokter.
Jika kondisi utama dicatat sebagai penyakit HIV dengan beberapa penyakit penyerta, kode ICD yang dipilih adalah kode ICD B20-B22 dengan subkategori 7 (mutiple). Sedangkan kode ICD B22.7 harus digunakan bila terdapat kondisi dua atau lebih dari kategori kode ICD B20-B22. Kode tambahan dalam blok B20-B24 dapat digunakan, jika diinginkan untuk menentukan kondisi individu yang tercatat.
Pada kasus yang jarang terjadi ketika kondisi yang berhubungan dengan jelas mendahului infeksi HIV, kombinasi ini seharusnya tidak boleh dikode dan aturan seleksi harus diikuti.
Contoh 1
Kondisi utama : HIV disease dengan Kaposi's sarcoma
Kondisi lain : -
Kode ICD : HIV disease resulting in Kaposi's sarcoma (B21.0).
Contoh 2
Kondisi utama : Toxoplasmosis dan cryptococcosis pada pasien HIV
Kode ICD : HIV disease resulting in multiple infections (B20.7). Dapat digunakan sebagai kode tambahan kondisi penyertanya : B20.8 (HIV disease resulting in other infectious and parasitic diseases), B20.5 (HIV disease resulting in other mycoses).
Contoh 3
Kondisi utama : HIV disease dengan Pneumocystis carinii pneumonia, Burkitt's lymphoma dan oral candidiasis
Kondisi lain : -
Kode ICD : HIV disease resulting in multiple diseases (B22.7). Dapat digunakan sebagai kode tambahan kondisi penyertanya : B20.6 (HIV disease resulting in Pneumocystis carinii pneumonia), B21.1 (HIV disease resulting in Burkitt's lymphoma), B20.4 (HIV disease resulting in candidiasis).
Subkategori pada kode ICD B20-B23, kode empat karakter hanya sebagai pilihan untuk negara yang menggunakan versi empat karakter ICD-10. Di mana jika tidak menggunakan pilihan subkategori karakter keempat, kode dari dalam klasifikasi tempat lain harus digunakan sebagai kode tambahan untuk mengidentifikasi kondisi yang spesifik.
Dalam contoh 1 di atas, kondisi utama dikodekan B21 (penyakit HIV yang mengakibatkan neoplasma ganas). Kode C46.9 (Kaposi's sarcoma) digunakan sebagai kode tambahan.
Dalam Contoh 2, kondisi utama dikodekan ke B20 (penyakit HIV yang mengakibatkan penyakit infeksi dan parasit). Kode B58.9 (Toksoplasmosis, unspecified) dan B45.9 (Kriptokokosis, unspecified) digunakan sebagai kode tambahan.
Ketentuan diatas berdasarkan petunjuk manual ICD-10 tentang Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.
Sekian, Semoga bermangfangat.
http://www.hakayuci.com/2015/04/kaidah-koding-b20-b24-hiv-disease.html
Jika kondisi utama dicatat sebagai penyakit HIV dengan beberapa penyakit penyerta, kode ICD yang dipilih adalah kode ICD B20-B22 dengan subkategori 7 (mutiple). Sedangkan kode ICD B22.7 harus digunakan bila terdapat kondisi dua atau lebih dari kategori kode ICD B20-B22. Kode tambahan dalam blok B20-B24 dapat digunakan, jika diinginkan untuk menentukan kondisi individu yang tercatat.
Pada kasus yang jarang terjadi ketika kondisi yang berhubungan dengan jelas mendahului infeksi HIV, kombinasi ini seharusnya tidak boleh dikode dan aturan seleksi harus diikuti.
Contoh 1
Kondisi utama : HIV disease dengan Kaposi's sarcoma
Kondisi lain : -
Kode ICD : HIV disease resulting in Kaposi's sarcoma (B21.0).
Contoh 2
Kondisi utama : Toxoplasmosis dan cryptococcosis pada pasien HIV
Kode ICD : HIV disease resulting in multiple infections (B20.7). Dapat digunakan sebagai kode tambahan kondisi penyertanya : B20.8 (HIV disease resulting in other infectious and parasitic diseases), B20.5 (HIV disease resulting in other mycoses).
Contoh 3
Kondisi utama : HIV disease dengan Pneumocystis carinii pneumonia, Burkitt's lymphoma dan oral candidiasis
Kondisi lain : -
Kode ICD : HIV disease resulting in multiple diseases (B22.7). Dapat digunakan sebagai kode tambahan kondisi penyertanya : B20.6 (HIV disease resulting in Pneumocystis carinii pneumonia), B21.1 (HIV disease resulting in Burkitt's lymphoma), B20.4 (HIV disease resulting in candidiasis).
Kaidah Koding Kode ICD B20-B24 HIV disease
Dalam contoh 1 di atas, kondisi utama dikodekan B21 (penyakit HIV yang mengakibatkan neoplasma ganas). Kode C46.9 (Kaposi's sarcoma) digunakan sebagai kode tambahan.
Dalam Contoh 2, kondisi utama dikodekan ke B20 (penyakit HIV yang mengakibatkan penyakit infeksi dan parasit). Kode B58.9 (Toksoplasmosis, unspecified) dan B45.9 (Kriptokokosis, unspecified) digunakan sebagai kode tambahan.
Ketentuan diatas berdasarkan petunjuk manual ICD-10 tentang Rules and guidelines for mortality and morbidity coding.
Sekian, Semoga bermangfangat.
http://www.hakayuci.com/2015/04/kaidah-koding-b20-b24-hiv-disease.html
Senin, 27 April 2015
Download ebook Pedoman pemantauan terapi obat PTO
12.36
Download ebook Pedoman pemantauan terapi obat PTO
Buku Pedoman PTO atau Pemantauan Terapi Obat
Dalam ebook ini anda akan mendapatan pengkajian pilihan obat, dosis, cara pemberian obat, respons terapi, reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) )dan rekomendasi perubahan atau alternatif terapi.
Glosarium tentang Data dan Informasi Kesehatan
12.31
Glosarium tentang Data dan Informasi Kesehatan
Download ebook glosarium tentang data dan informasi kesehatan
Berikut ebook glosarium tentang data dan informasi kesehatan,dengan ebook ini anda akan mengetahui beberapa istilah kesehatan tentang data dan informasi kesehatan.Download disini
Download Ebook Tentang Kanker
09.51
Download Ebook Tentang Kanker
Download ebook tentang pengantar kanker karya www.untuksehat.co.cc
Ebook ini berisi seputar pengenalan tentang kanker,semoga bermanfaat yo :
Langganan:
Postingan (Atom)

