Kamis, 09 Oktober 2014

Pengertian Rekam Medis

16.38

A.Pengertian Rekam Medis

1.Pengertian Rekam Medis

Permenkes No.269 Tahun 2008 Tentang Rekam Medis dan UU no.24 Tahun 2004  Tentang Praktek kedokteran.
Bahwa yang di maksud dengan Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas pasien,pemeriksaan,pengobatan,tindakan,dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.

2. Pengertian Rekam Medis menurut para ahli :

a. Geoffrey A.Robinson ( Hospitas Administration,London,Butterworts,1966)

arti empit : Sebagai catatan kasus-kasus setiap pasien yang di rawat di rumah sakit.
Arti luas : Catatan dan data sebagai akibat hubungan maupun tidak langsung dengan segala aktifitas di rumah sakit yang berkaitan dengan pengobatan pasien.ha ini termaksud rekaman yang berasal dari unit-unit penunjang,pelaksanaan indeks diagnostic serta pengawasan terhadap staf yang berhubungan dengan kegiatan itu.

b. Edna K.Huffman ( 1994 )

kumpulan fakta-fakta atau bukti keadaan pasien,riwayat penyakit dan pengobatan masa lalu serta saat ini yang ditulis oleh profesi kesehatan yang memberikan pelayan pada pasien tersebut.

c. MF Skurka ( American Hospital Association ,1988 )

bahwa rekam medis adalah adanya dokter yang berpartisipasi dalam mensupervisi pelayanan medis yang diberikan kepada pasien dalam institusi pelayan kesehatan.

d. Amra = AHIMA ( an instruction guide of organizing health record,Chicago,1975)

Rekam medis berisi semua informasi mengenai pasien,penyakit,dan pengobatan dan masukan di dalamnya direkam dalam urutan masa pelayanan/perawatan yang terjadi.

e. Gemala Hatta 2008

Rekam Medis merupakan kumpulan fakta tentang kehidupan seseorang dan riwayat penyakitnya,termaksud keadaan sakit,pengobatan saat ini dan masa lampau yang ditulis oleh para praktisi kesehatan dalam upaya memberikan pelayan kesehatan kepada pasien,selain rekam medis pasien merupakan catatan yang merekam informasi tentang penyakit-penyakit dan perawatan pasien pada masa lalu dan saat ini.Rekam medis harus tersusun secara tepat yang meliputi data identifikasi,anamnesis,pemeriksaan diagnosis,tindakan,dan pelayanan yang mendorong untuk melakukan diagnose atau alas an untuk menjalani pelyanan kesehatan dengan perlakuan yang benar menurut hokum,dan menghasilkan dokumen yang tepat. ( DepKes RI.2006 )

3. Pembahasan

Pengertian rekam medis kini semakin modern mengikuti perkembangan zaman,dimana jika pengertian rekam medis hanya berpatokan pada berkas maka rekam medis akan selalu identic dengan catatan dan dokumen dalam bentuk fisik mialnya kertas atau biasa disebut  rekam medis manual.Tapi perluasan definisi rekam medis tidak hanya mengenai berkas fisik tapi juga berkas elektronik.


Dasar-dasar menguasai koding

16.29

Beberapa hal yang perlu di ketahui sebelum mengkoding penyakit

Pendahuluan

Dasar-dasar koding
ICD 10 CM
Seorang pengkoder  dibutuhkan keahlian dan wawasan dalam pengkodean penyakit,kesalahan pengkodean harus bisa dicegah seminimal mungkin selain karena dapat menyebabkan kerugian pada instansi rumah sakit,juga karena akibat dari kesalahan pengkodean dapat menyebabkan kerugian bagi pasien dan petugas medis yang terkait.Dalam artikel ini akan di jabarkan dasar-dasar menguasai koding yaitu sebagai berikut :

1. Dasar dan Syarat UMUM tata cara mengkoding penyakit  :

1.1 Memahami Penggunaan ICD 10

Seorang koder tak akan terlepas dari namanya ICD  dimana ICD akan menjadi sahabat dekat sang koder dalam melakukan tugasnya,selain memahami penggunaan ICD seorang koder juga harus mengikuti perkembangan ICD  dari hari kehari,karena ICD terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran.

1.2 Kualifikasi Pendidikan
Seorang koder minimal D3 Rekam Medis,jikalau sebuah instansi kekurangan tenaga kualifikasi rekam medis,maka alternatife harus dari kualifikasi pendidikan kesehatan yang memiliki pengalaman koding,dan pernah terlibat dalam pelatihan resmi koding dan penggunaan ICD.

1.3 Wawasaan Terminologi Medis.

Seorang koder tentu terlibat dengan berbagai istilah penyakit yang ada pada berkas rekam medis,akurasi diagnosa seorang dokter akan lebih valid bila seorang koder mampu mentranformasinya ke kode yang sesuai ,jadi seorang koder setidaknya harus memiliki wawasan terminology medis dan terminology penyakit.

2. Syarat Khusus tata cara mengkoding penyakit :

1.     Pemahaman Struktur ICD 10 yang terdiri dari ICD 10 Volume 1 dan Volume 3 dan menguasai guideline dari ICD 10 Volume 2.
2.       Memahami runtutan cara mencari kode penyakit yang di perlukan .
2.1   Baca dan pelajari isi buku manual/pedoman koding ICD10 volume 2 : dimana dalam volume 2 terdapat petunjuk penggunaan ICD 10 vol 1 dan 3.
2.2   Dalam ICD 10 vol 2 terdapat penjelasan ICD 10 Volume 1 atau tabular list antara lain :
a.       Istilah Inklusi ( how to use inclusion terms )
b.      Istilah Eksklusi ( how to use exclusion terms )
c.       Glosari Deskripsi ( how to use Glossary Descriptions)
d.      Konvensi kode petunjuk spesifik kode/kode dagger dan asterisk ( how to use the “dagger (†) dan asterisk (*)) kode ini disebut two code for certain conditions
e.      Pilihan Lain untuk kode tambahan ( how to use other optional dual coding ) dimana kode-kode tambahan selain asterisk dan dagger digunakan pada bab-bab khusus.
f.        Kode dalam kurung ( ) ( how to use Parentheses )
g.       Kode tanda kurung persegi [] ( how to use square brackets )
h.      Penggunaan kolon “:” /titik 2 ( how to use colon ) colon  ini untuk memperjelas sebuah istilah  yang membutuhkan kata tambahan yang digunakan untuk melengkapi istilah tersebut ,apakah termaksud atau tidak termaksud sehingga dengan tambahan kata lain yang merujuk ke istilah ,maka istilah yang di dapat  itu bisa lebih spesifik sesuai diagnose  ,misalnya kode k36 tentang appenditics : maka ada petunjuk other appenditics dengan di bawahnya terdapat daftar kata/istilah tambahan – cronic appenditics – recurrent appenditics.
i.        Kode kurawal “}” (  how to use brace } ).
j.        NEC / Not Other Classified ( how to use NEC )
k.       NOS /Not Otherwise Spesified ( how to use NOS)
l.        DaN / “AND” ( how to use AND in Title )
m.    Poin Dash “-“ ( how to use Point Dash )
n.      Kode batasan untuk jenis kelamin ( How to use categories limited one sex )
o.      Kategori  kode Squel ( how to use  sequelae categories )
p.      How to use postprocedural disorders
2.3   Cara pengunaan ICD 10 Volume 3 ( how to use icd 10 volume 3 or Alphabetical Index )
a.       Cara menggunakan Struktur ( how to use structure )
b.      Cara menggunakan kode number ( how to use code numbers)
c.       Cara menggunakan istilah konvensi ( how to use conventions )
d.      Cara menggunakan tanda kurung ( sama dengan icd 10 volume 1)
e.      Cara menggunakan NEC ( how to use NEC )
f.        Cara menggunakan rujukan silang  ( how to use cross-references )
2.4   Dasar Paduan Koding.
Aturan dan tata cara kode mortalitas dan morbiditas ( mortality and morbidity coding )
Wawasan penentuan Lead Term ,seorang koder harus memahami lead term setiap istilah penyakit.
Kontrol setiap pengkodean apakah sudah sesuai dengan diagnose,yang tentunya seorang koder tidak melewatkan semua petunjuk yang ada pada point 2 di atas.
kunjungi juga artikel : Istilah Petunjuk pengkodean ICD
Sumber  :
-          who ICD 10 2005
-          Buku Panduan Penentuan kode penyakit penyebab kematian menurut icd 10 ,Depkes ,WHO , juni 2008
-          ICD 10 Volume 2,Intruction Manual ,WHO 2005


Kamis, 02 Oktober 2014

Free / Gratis Download Aplikasi Anatomi 3 Dimensi (Visible Body )

08.05

Free / Gratis Download Aplikasi Anatomi 3 dimensi  (Visible Body )

Human Anatomy Atlas

Gratis Download aplikasi anatomi 3d

Mempelajari anatomi sangat penting bagi praktisi kesehatan,hampir di semua lini keilmuan Kesehatan menjadikan anotomi dan fisiologi sebagai materi dasar.Dan untuk mempermudah proses pembelajaran Anatomi selain dengan melakukan praktek langsung di lab di perlukan juga alat peraga yang detail ,dan aplikasi anatomy 3d ini bisa juga di pakai sebagai referensi tambahan untuk mempelajari anatomi tubuh manusia,karena kelebihannya dalam menvisualisasikan struktur tubuh manusia begitu detai dengan tampilan 3 dimensi .


Fitur dan kelebihan Aplikasi Anotomi 3 deminsi ini :
1. Tampilan 3 dimensi atraktif.
2. Tampilan Anatomi dalam aplikasi Bisa di konversi menjadi gambar *.jpg
3. Di lengkapi tools tambahan.
4. Fitur suara ejaan untuk masing-masing istilah / nama bagian tubuh.
5. Fitur Defenisi untuk setiap istilah.
6. Fitur keyword pencarian kata/istilah.
7. Navigasi show ,hide,Fade,Multiple select .
8. Bagian Anatomi di bagi ke dalam 11 menu seperti : Muscular,nervous,dan lain-lain.
9. Ringan dan mudah di Instal.
10. Aplikasi Offline

Kelemahan :
1. Berbayar

Tapi sobat gak perlu khawatir,sobat bisa mendownloadnya secara gratis lewat link yang akan saya bagikan di bawah ,tapi agar fitur serta kelebihan makin update dan lebih banyak sebaiknya download di versi aslinya.

Oke sob ,segitu aja pengantarnya langsung aja yah di comot :

untuk Download Gratisnya klik DISINI ( setelah di download tinggal di instal )
kalau anda kesulitan dengan link diatas maka coba kunjungi ke sumber download gratisnya  DISINI
untuk sumber aslinya bisa berkunjung ke situs Visible Body ( berbayar )

nb :
Jika sobat ada masalah dalam download file dalam blog saya ini,silahkan komen atau  hubungi saya di facebook ,twitter atau email .saya akan perbaiki linknya.

Selasa, 30 September 2014

Free atau Gratis Download ICD 10 - 2010 Lengkap

17.41

Free atau Gratis Download ICD Revision 10 - 2010 Lengkap


Buku ICD 10 - 2010 ini Terbilang lengkap karena untuk Chapter List atau Tabular List yang biasa di pisahkan dengan Alphabetical Index atau Volume 1 dan Volume 3 di buat dalam 1 file,selain itu buku ini juga menambahkan beberapa bab untuk penjelasan tentang Morphology Neoplasm,Special Tabular list Mortality,dan Defenition yang memuat beberapa pengertian tentang cara mengkode penyebab kematian.keunggulan lainnya juga buku ini sudah di buatkan menu navigasi bada masing-masing bab jadi anda tidak perlu repot-repot scrol mouse untuk pindah ke bab - bab yang berjauhan. karena buku ini terdiri dari 1999 halaman.

Cover Buku ICD-10 2010 - Pikesstikpan.blogspot.com

silahkan di download DISINI
Atau silahkan download pada sumbernya : DISINI

nb :
kalau ada masalah dalam download silahkan komen atau hubungi saya di http://www.facebook.com/joesihectore


Senin, 29 September 2014

Daftar Perkembangan ICD ( Klasifikasi Penyakit Internasional )

09.57

Daftar Perkembangan ICDKlasifikasi Internasional Penyakit

1893-2004 


Untuk isi file  selengkapnya klik link  sumber di bawah ini

ICD decoder
ILCD / BCCD (1893)
(Dalam persiapan)
ILCD Revisi 1 (1900)
semua kode, edisi sementara [7 kb]
ILCD Revisi 2 (1909)
semua kode, edisi sementara [12 kb]
ILCD Revisi 3 (1920)
semua kode, edisi sementara [13 kb]
ILCD Revisi 4 (1929)
semua kode, edisi sementara [14 kb]
ILCD Revisi 5 (1938)
semua kode, edisi sementara [23 kb]
ICD Revisi 6 (1948)
Kode 3 digit [49 kb]
Kode 4 digit [235 kb]
Daftar A: Daftar Menengah dari 150 penyebab tabulasi morbiditas dan mortalitas [22 kb]
Daftar B: Daftar Disingkat dari 50 penyebab tabulasi kematian [8 kb]
Daftar C: Daftar Khusus 50 penyebab tabulasi morbiditas untuk tujuan keamanan sosial [8 kb]
ICD Revisi 7 (1955)
Kode 3 digit [49 kb]
Kode 4 digit [239 kb]
Daftar A: Daftar Menengah dari 150 penyebab tabulasi morbiditas dan mortalitas [21 kb]
Daftar B: Daftar Disingkat dari 50 penyebab tabulasi kematian [8 kb]
Daftar C: Daftar Khusus 50 penyebab tabulasi morbiditas untuk tujuan keamanan sosial [8 kb]
ICD Revisi 8 (1965)
Kode 3 digit [51 kb]
Kode 4 digit [175 kb]
Daftar A: Daftar 150 penyebab tabulasi morbiditas dan mortalitas [20 kb]
Daftar B: Daftar 50 penyebab tabulasi kematian [7 kb]
Daftar C: Daftar 70 penyebab tabulasi morbiditas [11 kb]
Daftar D: Daftar 300 penyebab tabulasi morbiditas rumah sakit [54 kb]
Daftar P: Daftar 100 penyebab tabulasi morbiditas dan mortalitas perinatal [11 kb]
ICD Revisi 9 (1975)
Kode 3 digit [60 kb]
Kode 5 digit [811 kb]
Daftar Tabulasi Dasar [35 kb]
Daftar Kematian [5 kb]
Morbiditas Daftar [5 kb]
ICD Revisi 10 (1990)
Kode 3 karakter [109 kb]
Kode 4 karakter [698 kb]
Kematian daftar tabulasi 1: kematian Umum - daftar kental [18 kb]
Kematian tabulasi daftar 2: kematian Umum - daftar Dipilih [13 kb]
Kematian daftar tabulasi 3: Bayi dan anak kematian - daftar kental [12 kb]
Kematian daftar tabulasi 4: Bayi dan anak kematian - daftar Dipilih [11 kb]
Daftar Tabulasi untuk Morbiditas [53 kb]
ICD untuk Onkologi
Morfologi Neoplasma, 1st Edition (1975) [28 kb]
Morfologi Neoplasma, 2nd Edition (1990) [31 kb]
Morfologi Neoplasma, 3rd Edition (2000) [46 kb]
Miscellaneous
Klasifikasi kecelakaan industri menurut badan (1962) [6 kb]
Dipilih 5-karakter Baca Kode, Versi 3.1, edisi sementara (2004) [109 kb]

Untuk isi file  selengkapnya klik link  sumber di bawah ini

Senin, 22 September 2014

Download Ebook Artikel John Graunt

11.25
Download Ebook Artikel John Graunt


Tokoh Rekam Medis - John Graunt

11.20

Tokoh Rekam Medis
John Graunt

Tokoh yang pertama kali melahirkan perkembangan teory klasifikasi dan statistic penyakit dan penyebab kematian ICD

profil john graunt -Tokoh Rekam Medis- pikesstikpan.blogspot
Profil John Graunt - Wikipedia.org

Biografi John Graunt

Lahir pada tanggal 24 April 1620 di London dan meninggal pada tanggal 18 April 1674 ,Graunt merupakan pakar ilmu kependudukan ( Demography ) pertama,walaupun latar belakang karir Graunt merupakan seorang  pengusaha pakaian pria ,warisan dari ayahnya.John Graunt merupakan anak tertua dari 7 bersaudara,dari pasangan Henry dan Mary Graunt,mereka awalnya adalah imigran London dari Hampshire pada bulan Februari tahun 1641.Pada tahun 1662 ayah Graunt meninggal dunia,dan perusahaan milik ayahnya di wariskan kepadanya. Karir John Graunt di bisnis ayahnya tersebut terbilang sangat sukses hingga mendapat posisi penting dalam serikat Perusahaan Textil.Selain di bisnis,di bidang lain karir Graunt juga terbilang sukses, misalnya  pernah menjabat di berbagai  kantor lingkungan Cornhill 1650,Sipir di Perusahan Draper’s  1671, menjadi anggota dewan London tahun 1669-1671 ,juga Pernah mendapat gelar Capten untuk memimpin squad tentara dalam pertahanan dan ketertiban kota.

Selain menjadi pengusaha,Graunt ternyata juga tertarik pada Ilmu pengetahuan,dengan mempelajari berbagai penilitian ilmiah dari berbagai Profesor Universitas Oxford.Bersama Sahabatnya William Petty mereka menjadi manusia pertama yang mengembangkan statistic modern .Kerja keras John Graunt di bidang pengetahuan tidak sia-sia khususnya di bidang statistic moderen ,di tahun-tahun sepeninggal ayahnya ,Graunt menerbitkan sebuah karya berjudul Natural and Political Observations Made upon the Bills of Mortality (1662 edisi lama  or 1663 edisi baru ) yang mengangkat prinsip-prinsip matematika dalam anilis statistic  dan demography .sehingga  di kreditkan sebagai ahli demography pertama,dan ahli pertama Epidomologi.

karya John Graunt bukan tanpa alasan untuk di terbitkan karena tahun tahun sebelumnya pes mulai menyebar di London dan memakan korban dari ke hari,angka kematian meningkat di london dan pada puncaknya tahun 1665 pes menjadi wabah besar di London ,karena itu Raja Charles II tertarik dengan karya John Graunt dan mengangkat John Graunt sebagai anggota Royal Society yaitu golongan bangsawan meskipun sebenarnya Graunt hanyalah pengusaha pakaian. Akibat wabah pes yang mengganas di London,membuat para pakar ilmiah tertarik untuk mengembangkan karya John Graunt,buku John Graunt di jual habis bahkan sampai 5 edisi .Lewat penemuan dari John Graunt ini dengan harapan bisa menciptakan sebuah system untuk menanangi dan mencegah wabah,dari siniliah teory Ilmu epidemologi lahir dan dari sinilah alasanya kenapa John Graunt di juluki pakar pertama epidemologi.

Namun nasib sial menimpa Graunt,pada tanggal 2-4 september tahun 1666 rumah Graunt terbakar habis serta bisnisnya hancur yang membuat Graunt bankrut,masa-masa sulit Graunt membuat dia memutuskan memeluk agama Katolik Roma.John Graunt meninggal pada usia 53 tahun akibat penyakit kuning dan penyakit hati.tapi semua karya-karya Graunt masih tetap hidup dan terus berkembang hingga sekarang.

Hubungannya John Graunt dengan Rekam Medis.

Memang tidak ada catatan  khusus yang menuntun John Graunt sebagai tokoh rekam medis,tapi dalam buku terbitan WHO tentang History of Development ICD,John Graunt masuk sebagai tokoh yang terlibat dalam sejarah awal perkembangan ICD.Karena  secara tidak langsung dari karya John Graunt Bill of Mortality termaksud dalam usaha pengembangan Klasifikasi Penyebab Kematian. Dalam karya tersebut ,John Graunt membuat klasifikasi penyakit penyebab kematian pada anak sebelum menginjak usia 6 tahun. Saat itu data-data tentang kematian pada usia tertentu belum ada. Jhon Graunt lah yang  membuat pertama kali data penduduk kota yang meninggal berdasarkan klasifikasi usianya.


Dalam bukunya tentang bill of mortality bersama dengan William petty  ,mereka memperkirakan bahwa  setengah  dari 12210 ,yaitu  jumlah penduduk yang meninggal akibat penyakit Small Pox, Swine Pox, and Measles, and of Worms without Convulsions, adalah di bawah  usia 6 tahun.
Meskipun masih sederhana,dan klasifikasi yang di buat hanya sebatas pada sebuah kota saja,tapi apa yang telah John Graunt merupakan cikal bakal klasifikasi statisk penyebab kematian yang merupakan dasar peraturan umum Internasional Classified Dease and Cuase of Death .

Penutup

Kesimpulannya ,secara teory sejarah dari perkembangan ICD bisa di katakan di mulai dari apa yang di kerjakan oleh John Graunt dalam karyanya Londons Bill Of Mortality . Dianggap sebagai usaha klasifikasi penyakit pertama. Sekarang Klasifikasi Penyakit secara Internasional yang di kembangkan dalam ICD jaman ke jaman terus berkembang, padahal pada mulannya Klasifikasi penyakit secara international di anggap sesuatu yang mustahil,dan membuat keraguan di bidang pakar karena perkembangan ilmu tentang kesehatan khususnya penyakit,terus berkembang dari hari ke hari,maka ICD pun harus terus di perbaharui secara berkala agar selalu konsisten sesuai perkembangan pengatahuan kesehatan dunia yang uptodate.
Sekian dari artikel saya,semoga bermanfaat. Salam rekam medis J
Sumber :
Historyicd.pdf - who
Oll.libertyfund.org/title/1680
Wikipedia.org – John Graund
Archive.org – Londons Bill of Mortality
Eyefromthesky - El Nacimiento De La Estadística Demográfica: Los Aportes De John Graunt.

 




Kamis, 07 Agustus 2014

Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder

18.12

Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder

Dalam Pengkodean ICD-10

Diagnosis Utama
  • Selalu di tetapkan di akhir perawatan pasien.
  • Diagnosis utama memiliki tanggung jawab utama untuk pasien menerima segala tindakan perawatan/berbagai bentuk tes pemeriksaan
  • Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis yg paling banyak menggunakan resouces (SDM, bahan habis pakai, peralatan medik, tes pemeriksaan dan lain2.
  • Jika tidak ada diagnosis yg bisa dijadikan sebagai diagnosis utama maka symptoms, abnormal finding or problem dapat digunakan’.
Diagnosis Sekunder
  • Diagnosis sekunder adalah diagnosa selain diagnosa utama yang sudah ada sebelum pasien di rawat di Rumah Sakit.
  • Muncul sebagai akibat dari tindakanan penatalaksanaan rawatan pasien selama di Rumah Sakit (komplikasi).
sumber : casemix indonesia

Senin, 04 Agustus 2014

Struktur ICD10-tenth revision volume 1

10.16

Struktur ICD10-tenth revision volume 1

Struktur Kode ICD10

Strukrut kode dari ICD10 adalah terdiri dari gabungan huruf dan angka (alphanumeric),dengan komposisi 4 karakter ( 1 huruf 3 angka ) dan di tambah symbol “titik” untuk perluasan spesifikasi kode dari 3 karakter ke 4 karakter. Lebih lanjut pada contoh.
Contoh
Diseases of pulp and periapical tissues ( penyakit pada pulpa dan jaringan akar gigi )K10







Dan untuk penyakit yang lebih spesifik dari K10 akan di ikuti tambah “titik” dan 1 angka. Misalnya K10.1 yaitu Pulpitis ( Radang Pulpa ).
Penjelasan tentang kategori dan sub kategori di bahas dalam klasifikasi ICD10.




Klasifikasi ICD10

Dalam klasifikasi penyusanan ICD10-tenth revisi volume 1 sebagai berikut :

* BAB
* BLOCK
* KATEGORI 3 KARAKTER
* SUB KATEGORI

A.BAB ICD10

Bab tersusun dari huruf A-Z kecuali huruf U,huruf U di peruntukan sebagai cadangan tambahan di masa dating dan perubahan-perubahan serta kemungkinan klasifikasi tambahan untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang muncul di antara waktu revisi (Depkes dan WHO Juni 2008 ).
Sebaiknya penyebutan BAB tidak disebut dalam huruf tapi angka romawi dan judul di karenakan dalam 1 BAB juga terdiri dari 2 huruf.
Contohnya misalnya  Penyakit radang pulpa di sebut berada pada BAB XI ( bab sebelas ) Diseases Of the Digestive System atau Penyakit-Penyakit dari Sistem Digestif atau Sistem Pencernaan.

B.BLOK ICD10


Blok adalah turunan pertama dari Bab yang di jadikan sebagai judul dalam pengelompokan  masing-masing Kategori 3 karakter.blok di tulis dengan judul dan pengelompokan Kategori 3 karakter terkait judul tersebut.
Contoh misalnya BAB IX Disease of the circulatory system,atau Penyakit-penyakit dari system sirkulasi ( I00-I99),yang di turunkan menjadi 10 blok salah satunya Block Hypertensive Diseases ( I05-I09) atau Blok penyakit-penyakit Hipertensi (I05-109).



C.KATEGORI 3 KARAKTER ICD10

Kategori adalah turunan dari Blok di tulis dengan kode 3 karakter dan nama penyakit.
Contoh A00 Cholera
D.SUB-KATEGORI ICD10
Sub kategori adalah turunan dari Kategori sebagai kode penyakit yang lebih spesifik dari kategori.
Contoh : A00.0 Classical Cholera
 Berikut contoh klasifikasi ICD10 dalam bentuk Tabel.

BAB
BLOK
KATEGORI
SUB-KATEGORI
·      I  Certain infectious and parasitic diseases (A00-B09)
·         (A00-09) Intestinal infectious diseases
·         A00 Cholera.
·         A01 typhoid and Paratyphoid fevers
·         A00.0 Classical cholera
·         A00.1 Cholera eltor
·         A01.0 Typhoid fever

Sumber reference:
ICD-10 tente revision Volume 1.WHO.Geneva 2005
Buku Panduan Penentuan Kode Penyebab Kematian Menurut ICD-10.Depkes.WHO.Juni 2008
Kamus Saku Kedokteran Dorlan Edisi 25.Jakarta.EGC,1998
Pikesstikpan.blogspot.com
2014



Rabu, 23 Juli 2014

SIRS ANDAL

03.33
SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit)  merupakan integrasi sistem yang ada dalam rumah sakit. Sistem Informasi Manajemen rumah sakit (SIMRS) termasuk juga didalamnya. dan ini merupakan tulang punggung suatu organisasi seperti rumah sakit dalam penyelenggaraannya untuk mencapai visis/misis dan tujuannya

SIRS YANG ANDAL :

Mendukung bisnis proses rumah sakit .
Beberapa rumah sakit telah menerapkan system kendali mutu atau prosedur mutu dalam pelaksanaan operasional rumah sakit, baik yang sertifikasi maupun non sertifikasi.
Prosedur mutu sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan namun membutuhkan satu tenaga Manager Representative yang independen.
Uraiyan bisnis proses secara rinci dibuat dalam standar operasional prosedur dan masing masing SOP yang bisa saja mempunyai beberapa catatan instruksi
Semua SOP dituangkan dalam lembar eProsedur Mutu  dan dikendalikan (Terkendali oleh aplikasi)  sehingga apabila dalam pelaksanaan nya terjadi ketidak sesuaian maka modul EWS memberikan signal/peringatan dan selanjutnya oleh Manager Representative membuatkan tindakan koreksi sekaligus membuatkan tindakan pencegahannya.
Bisnis proses yang dituangkan dalam SOP tersebut dievaluasi minimal 2 kali setahun dan mutlak dilakukan pengembangan

Pasien mudah mendapatkan informasi , baik diloket pelayanan, media jaringan computer atau di internet.
Sasaran utama informasi tentang rumah sakit yaitu kepada pengguna dalam hal ini masyarakat. Umumnya kebutuhan masyarakat tentang hal rumah sakit yaitu “Mutu Pelayanan” (baca aspek pasien…red) harapan dari mereka yaitu apakah bisa sembuh kalau berobat atau apakah pemeliharaan kesehatan yang diberikan cukup berkualitas, kedua tentang “Biaya”, adakah informasi tentang biaya yang jelas dan pasti, karena sampai saat ini posisi pasien berada di “Ketidak tahuan tentang biaya pelayanan dirumah sakit”

Mudah diaplikasikan, Single Data Entry, Aman dalam penyimpanan , data akurat.
Single data entry dalam SIRS dimaksukan agar perekaman data baik data pelanggan/pasien maupun data /informasi lainnya yang berkaitan dengan operasional rumah sakit di inputkan hanya sekali saja. Hal ini dapat diperoleh dengan menetapkan satu kata kunci agar data tidak terduplikasi atau tidak kehilangan makna.
Data Aman dan Akurat dimaksukan :
Pada waktu data tersebut di akses kembali tidak berubah artinya yang ada hanya penambahan data dan data tersebut tidak terlepas dari data induknya.
Sewaktu data di nonaktifkan tidak hilang dan sewaktu waktu dapat di reproduksi dan tidak berubah.
Semua item data mempunyai arti dan terkait satu sama lainnya, artinya tidak ada satupun data yang berdiri sendiri.
Tidak ada satu item data yang mempunyai arti/ nomenklatur yang berbeda.
Secara fisik data tersebut aman dalam arti seluas-luasnya, bebas dari ancaman kerusakan / kehilangan. Kalaupun terjadi hal tersebut .dapat diproduksi kembali dari salinan yang dibuat secara mirroring.
Ciri khas suatu aplikasi yang baik yaitu tidak ada proses perubahan data atau penghapusan data. dan untuk menghindari kesalahan operator (Human Error), maka proses input data diminimalisasi dengan penggunahan item pilihan yang telah di tetapkan.

Efisien dalam hal tenaga, biaya dan waktu , bila perlu paper less
SIRS yang Efisien, Suatu ciri khas sistem yang baik dan dinamis yaitu dapat mengantisipasi perubahan, dalam arti perubahan (bisnis proses) yang terjadi tidak menyebabkan adanya penambahan sumber daya. bila perlu beberapa kegiatan yang selama ini dapat menyerap sumber daya yang cukub besar, dan dengan pemanfaatan aplikasi , justru dapat diminimalisasi bila perlu diambil alih seluruhnya oleh aplikasi.Lain halnya dalam pemeliharaan peningkatan atau pengembangan kinerja Software memang perlu adanya persiapan /perencanaan angaran yang pasti.

Efektif mencegah terjadinya potensi permasalahan : Lonjakan antrian pasien, Pengaturan ruang perawatan, Moral Hazard Pelangan eksternal maupun internal
Potensi Permasalahan SIRS, Suatu Aplikasi SIRS yang andal apabila dapat mengantisipasi adanya perubahan dalam SOP , Kebijakan, peraturan-peraturan atau adanya pengembangan subsistem dalam rumah sakit.
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa perubahan terbanyak yang seharusnya terjadi/ tidak dapat dihindari (karena perubahan tersebut dapat meningkatkan citra rumah sakit) , tetapi dapat menimbulkan permasalahan pada Aplikasi SIRS (asumsi telah mempunyai Aplikasi SIRS/SIMRS):

Pelayanan Registrasi yang awalnya registrasi hanya diloket kemudian dikembangkan menjadi registrasi dibeberapa tempat atau registrasi online.
Pelayanan obat rawat inap yang awalnya menggunakan sistem peresepan berubah menjadi penggunaan CPO (catatan pemberian obat) pada ODDD atau OUDD
Perubahan tarif pelayanan maupun pola tarif.
Peningkatan status klas/tingkat rumah sakit maupun adanya akreditasi rumah sakit
Adanya Aplikasi pihak ketiga misalnya dari pemasok BAKHP/KSO atau Penjamin.
Perubahan monitoring dan evaluasi indikator kinerja rumah sakit
Penerapan ISO terakreditasi atau atau pengembangan standar pelayanan internasional lainya
Penataan catatan medik dan data pelanggan
Pengendalian Fraud atau Abuse dari aspek rumah sakit, pelanggan atau penjamin
Perubahan pengukuran kinerja /pengganjian pegawai/karyawan
dan lain-lain perubahan atau pengembangan medical pathway’s atau pengembangan subsistem lainya misalnya jenjang pendidikan, kepangkatan , prestasi.

Dinamis dan fleksibel, dapat mengantisipasi perubahan.
Perubahan SIRS, Suatu aplikasi yang baik yaitu apabila ada perubahan yang dituntut demi untuk meningkatkan citra suatu unit kerja , tidak perlu dilakukan perubahan dalam aplikasi itu sendiri. Artinya aplikasi tersebut sangat fleksibel. sebagai satu contoh dalam penetapan suatu tarif paket yang terdiri dari pemberian BAKHP, Jasa Medis , Jasa rumah sakit dan obat standar rumah sakit. dan dalam perkembangannya pola paket ini harus di urai kembali. dan demikian pula sebaliknya. atau contoh yang lain pada pelayanan rawat inap yang menggunakan pemberian obat secara peresepan dan diubah menjadi cara ODDD atau OUDD. maka suatu aplikasi yang baik tidak perlu ada perubahan pemograman dalam aplikasi.
Apabila Anda sebagai Vendor/pengembang atau sebagai konsultan atau mungkin sebagai manajemen rumah sakit dan terlibat dan menyiapkan waktu apalagi biaya untuk perubahan pemograman . maka saya dapat katakan bahwa aplikasi tersebut termasuk aplikasi Gatek (Gagal teknologi) dan keadaan inilah yang menjadi pemicu utama ketidak puasaan dari user

EWS (Early Warning System) dalam SIRS
Aplikasi yang terbilang cukup canggih apabila dalam pelaksanaan operasional rutin suatu rumah sakit, aplikasi dapat memberikan signal peringatan pada user bahwa sistem yang sementara berjalan tidak sesuai dengan semesti apakah itu indikator kinerja yang kurang tercapai atau sangat melampau yang tidak sesuai dengan perencanaan. dan lebih baik lagi apabila sekaligus dapat memberikan alternatif pencegahan atau koreksi dalam berbagai tingkat.

Penerapan Bridge System dalam Sistem Informasi Manajemen
Arti istilah bridge :
Menjembatani, mempertemukan, jembatan antara berbagai subsistem dalam SIM dengan satu atau beberapa system termasuk sistem dari pihak ketiga.
SubSistem : termasuk Suatu  proses bisnis, standar-standar prosedur, kebijakan dan peraturan atau kesepakatan
Dituangkan dalam suatu Aplikasi Program (Komputerisasi)

-sumber-
kunjungi juga http://pikesstikpan.blogspot.com/p/sirs_17.html

Sabtu, 12 Juli 2014

Download Ebook JUKNIS SIRS 2011 revisi VI

12.01

Download Ebook JUKNIS SIRS 2012 Rev VI



Klik Untuk Download
atau 


Apa itu SIRS ( Sistem Informasi Rumah Sakit )

11.44

Sistem Informasi Rumah Sakit ( SIRS )

Apa itu SIRS dan Fungsi SIRS

Kebutuhan data dan informasi semakin meningkat dan mencakup berbagai aspek,begitu pula dalam bidang kesehatan,khususnya Rumah Sakit ,guna menentukan kebijakan di Bidang Upaya Kesehatan,Rumah Sakit wajib membuat pelaporannya.Pelaporan Rumah Sakit yang baik dan benar bergantung pada data Rumah Sakit ,sehingga di perlukan sebuah sistem manajemen yang mengatur serta mengawasi bagaimana cara mengisi dan mengolah data Rumah Sakit yang lebih di kenal Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ) .SIMRS adalah sub bagian paling penting dari SIRS,sehingga SIM-RS bisa juga di sebut Aplikasi Sistem Infromasi Rumah Sakit. lalu apa itu SIRS ? lebih jauh akan di bahas di bawah.  

1. Apa Itu SIRS

Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data rumah sakit se-Indonesia. Sistem Informasi ini mencakup semua Rumah Sakit umum maupun khusus, baik yang dikelola secara publik maupun privat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. 
SIRS yang berlaku saat ini adalah SIRS revisi 6 tahun 2011,dimana SIRS VI ini merupakan penyempurnaan dari SIRS Revisi V yang disusun berdasarkan masukan dari tiap Direktorat dan Sekretariat dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Hal ini diperlukan agar dapat menunjang pemanfaatan data yang optimal serta semakin meningkatnya kebutuhan data saat ini dan yang akan datang.

Jika kita bicara tentang Proses maka akan ada unsur Input dan Ouput.Proses dalam Input Ouput Rumah Sakit wajib melakukan Pengumpulan ,Pengelolahan,dan Penyajian Data ,rangkaian Proses ini akan menghasilkan Data Pelaporan Rumah Sakit dikirmkan dari “Rumah Sakit ke Dinas Kesehatan Provinsi & Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota”. Selain itu juga dibutuhkan pelaporan dari “Rumah Sakit ke KEMENKES RI”.Dalam Membantu implementasi SIRS ,lahirlah Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS)  dan Menteri Kesehatan telah menerbitkan buku Petunjuk Teknis SIRS 2011,untuk mendownload buku ini,sudah di sertakan di akhir postingan ini.
penyelenggaraan SIRS guna mewujutkan visi dan misi Rumah Sakit.

Aplikasi SIRS berbasis Online,untuk itu setiap rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan registrasi di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
http://buk.depkes.go.id/

Berikut  merupakan isi dari Pelaporan SIRS Rev. 6 “Terbaru” :

  • RL 1 “Data Dasar Rumah Sakit”

  1. RL 1.1 (Data Dasar Rumah Sakit)
  2. RL 1.2 (Indikator Pelayanan Rumah Sakit)
  3. RL 1.3  (Fasilitas Tempat Tidur Rawat Inap)
  • RL 2 “Ketenagaan”
  • RL 3 “Pelayanan”
  1. RL 3.1 (Rawat Inap)
  2. RL 3.2 (Rawat Darurat)
  3. RL 3.3 (Gigi & Mulut)
  4. RL 3.4 (Kebidanan)
  5. RL 3.5 (Perinatologi)
  6. RL 3.6 (Pembedahan)
  7. RL 3.7 (Radiologi)
  8. RL 3.8 (Laboratorium)
  9. RL 3.9 (Rehabilitasi Medik)
  10. RL 3.10 (Pelayanan Khusus)
  11. RL 3.11 (Kesehatan Jiwa)
  12. RL 3.12 (Keluarga Berencana)
  13. RL 3.13 (Farmasi Rumah Sakit)
  14. RL 3.14 (Rujukan)
  15. RL 3.15 (Cara Bayar)
  • RL 4 “Morbiditas san Mortalitas”
  1. RL 4.a (Penyakit Rawat Inap)
  2. RL 4.b (Penyakit Rawat Jalan)
  • RL 5 “Pengunjung Rumah Sakit”
  1. RL 5.1 (Pengunjung Rumah Sakit)
  2. RL 5.2 (Kunjungan Rawat Jalan)
  3. RL 5.3 (Daftar 10 Besar Penyakit Rawat Inap)
  4. RL 5.4 (Daftar 10 Besar Penyakit Rawat Jalan)
  • Dan berikut ini jenis pelaporan jika ditinjau dari waktu pelaporannya :
  1. Laporan Updating : RL 1, RL 1.1
  2. Laporan Tahunan : RL 1.2, RL 1.3, RL 2, RL 3, RL 3.1, RL 3.2, RL 3.3, RL 3.4, RL 3.5, RL 3.6, RL 3.7, RL 3.8, RL 3.9, RL 3.10, RL 3.11, RL 3.12, RL 3.13, RL 3.14, RL 3.15, RL 4, RL 4a, RL 4b.
  3. Laporan Bulanan : RL 5, RL 5.1, RL 5.2, RL 5.3, RL 5.4.

2. Fungsi SIRS.

Kita sudah membahas apa itu SIRS,dalam bahasa yang sederhana "SIRS adalah  Pelaporan Data Ruma Sakit yang Berbasis Online,sehingga lebih cepat dan mudah,serta Infromasi yang di dapatkan lebih uptodate aplikasinya di sebut SIM-RS" .SIRS hanya bisa di lakukan di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan yaitu http://buk.depkes.go.id.dan Rumah Sakit wajib terlebih dahulu resgistrasi sebelum menggunakan SIRS.

Sekarang kita akan mengetahui Fungsi SIRS yaitu :

  • Membantu mewujudkan visi dan misi RS
  • Membangun dan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi
  • Mensosialisasikan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia RS mengoperasikan teknologi informasi
  • Meningkatkan kinerja Rumah Sakit menjadi lebih efisien dan efektif
  • Meningkatkan nilai jual RS di masyarakat sebagai RS yang mengedepankan pelayanan
  • Manajemen pengelolaan data menjadi informasi yang cepat dan tepat guna bagi kepentingan User, Manajemen maupun Pemerintah
  • Meningkatkan mutu dan mempercepat proses pelayanan RS
  • Meningkatkan loyalitas dan kebanggaan karyawan terhadap RS tempat mereka mengabdi
  • Mengurangi kesalahan-kesalahan faktor manusia
  • Menghilangkan permasalahan redudansi data
  • Menghilangkan permasalahan ketidakkonsistenan data
  • Pemetaan desain sistem informasi sesuai dengan kebutuhan informasi pada saat ini dan masa datang.
Untuk Mendownload silakan kunjungi: Gratis Download ebook Petunjuk Teknis SIRS

Referensi :
Buku JUKNIS SIRS 2011-buk.depkes.go.id
http://indra18mangun.wordpress.com/rekam-medis/sirs-rev-6/
http://inticom.wordpress.com/sistem-informasi-rumah-sakit/
http://sirs-medan.blogspot.com/2012/10/manfaat-simrs.html
http://fanyeka.wordpress.com/2013/05/28/sirs-dan-sim-rs/
http://202.70.136.52/sirs/login.php

Kunjungi Juga :
Penulis juga mohon kritik dan sarannya Kritik Dan Saran anda.