Kamis, 07 Agustus 2014
Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder
18.12
Perbedaan Diagnosis Utama dan Diagnosis Sekuder
Dalam Pengkodean ICD-10
Diagnosis Utama
- Selalu di tetapkan di akhir perawatan pasien.
- Diagnosis utama memiliki tanggung jawab utama untuk pasien menerima segala tindakan perawatan/berbagai bentuk tes pemeriksaan.
- Jika terdapat lebih dari satu diagnosis maka dipilih satu diagnosis yg paling banyak menggunakan resouces (SDM, bahan habis pakai, peralatan medik, tes pemeriksaan dan lain2.
- Jika tidak ada diagnosis yg bisa dijadikan sebagai diagnosis utama maka ‘symptoms, abnormal finding or problem dapat digunakan’.
- Diagnosis sekunder adalah diagnosa selain diagnosa utama yang sudah ada sebelum pasien di rawat di Rumah Sakit.
- Muncul sebagai akibat dari tindakanan penatalaksanaan rawatan pasien selama di Rumah Sakit (komplikasi).
Senin, 04 Agustus 2014
Struktur ICD10-tenth revision volume 1
10.16
Struktur ICD10-tenth revision volume 1
Struktur Kode ICD10
Strukrut kode dari ICD10 adalah terdiri dari gabungan huruf dan angka (alphanumeric),dengan komposisi 4 karakter ( 1 huruf 3 angka ) dan di tambah symbol “titik” untuk perluasan spesifikasi kode dari 3 karakter ke 4 karakter. Lebih lanjut pada contoh.Diseases of pulp and periapical tissues ( penyakit pada pulpa dan jaringan akar gigi )K10
Dan untuk penyakit yang lebih spesifik dari K10 akan di ikuti tambah “titik” dan 1 angka. Misalnya K10.1 yaitu Pulpitis ( Radang Pulpa ).
Penjelasan tentang kategori dan sub kategori di bahas dalam klasifikasi ICD10.
Klasifikasi ICD10
Dalam klasifikasi penyusanan ICD10-tenth revisi volume 1 sebagai berikut :* BAB
* BLOCK
* KATEGORI 3 KARAKTER
* SUB KATEGORI
A.BAB ICD10
Bab tersusun dari huruf A-Z kecuali huruf U,huruf U di peruntukan sebagai cadangan tambahan di masa dating dan perubahan-perubahan serta kemungkinan klasifikasi tambahan untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang muncul di antara waktu revisi (Depkes dan WHO Juni 2008 ).
Sebaiknya penyebutan BAB tidak disebut dalam huruf tapi angka romawi dan judul di karenakan dalam 1 BAB juga terdiri dari 2 huruf.
Contohnya misalnya Penyakit radang pulpa di sebut berada pada BAB XI ( bab sebelas ) Diseases Of the Digestive System atau Penyakit-Penyakit dari Sistem Digestif atau Sistem Pencernaan.
B.BLOK ICD10Blok adalah turunan pertama dari Bab yang di jadikan sebagai judul dalam pengelompokan masing-masing Kategori 3 karakter.blok di tulis dengan judul dan pengelompokan Kategori 3 karakter terkait judul tersebut.
Contoh misalnya BAB IX Disease of the circulatory system,atau Penyakit-penyakit dari system sirkulasi ( I00-I99),yang di turunkan menjadi 10 blok salah satunya Block Hypertensive Diseases ( I05-I09) atau Blok penyakit-penyakit Hipertensi (I05-109).
C.KATEGORI 3 KARAKTER ICD10
Kategori adalah turunan dari Blok di tulis dengan kode 3 karakter dan nama penyakit.
Contoh A00 Cholera
D.SUB-KATEGORI ICD10
Sub kategori adalah turunan dari Kategori sebagai kode penyakit yang lebih spesifik dari kategori.
Contoh : A00.0 Classical Cholera
Berikut contoh klasifikasi ICD10 dalam bentuk Tabel.
BAB
|
BLOK
|
KATEGORI
|
SUB-KATEGORI
|
·
I Certain infectious and parasitic diseases
(A00-B09)
|
·
(A00-09) Intestinal infectious diseases
|
·
A00 Cholera.
·
A01 typhoid and Paratyphoid fevers
|
·
A00.0 Classical cholera
·
A00.1 Cholera eltor
·
A01.0 Typhoid fever
|
Sumber reference:
ICD-10 tente revision Volume 1.WHO.Geneva 2005
Buku Panduan Penentuan Kode Penyebab Kematian Menurut ICD-10.Depkes.WHO.Juni 2008
Kamus Saku Kedokteran Dorlan Edisi 25.Jakarta.EGC,1998
Pikesstikpan.blogspot.com
2014
Rabu, 23 Juli 2014
SIRS ANDAL
03.33
SIRS (Sistem Informasi Rumah Sakit) merupakan integrasi sistem yang ada dalam rumah sakit. Sistem Informasi Manajemen rumah sakit (SIMRS) termasuk juga didalamnya. dan ini merupakan tulang punggung suatu organisasi seperti rumah sakit dalam penyelenggaraannya untuk mencapai visis/misis dan tujuannya
Mendukung bisnis proses rumah sakit .
Beberapa rumah sakit telah menerapkan system kendali mutu atau prosedur mutu dalam pelaksanaan operasional rumah sakit, baik yang sertifikasi maupun non sertifikasi.
Prosedur mutu sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan namun membutuhkan satu tenaga Manager Representative yang independen.
Uraiyan bisnis proses secara rinci dibuat dalam standar operasional prosedur dan masing masing SOP yang bisa saja mempunyai beberapa catatan instruksi
Semua SOP dituangkan dalam lembar eProsedur Mutu dan dikendalikan (Terkendali oleh aplikasi) sehingga apabila dalam pelaksanaan nya terjadi ketidak sesuaian maka modul EWS memberikan signal/peringatan dan selanjutnya oleh Manager Representative membuatkan tindakan koreksi sekaligus membuatkan tindakan pencegahannya.
Bisnis proses yang dituangkan dalam SOP tersebut dievaluasi minimal 2 kali setahun dan mutlak dilakukan pengembangan
Pasien mudah mendapatkan informasi , baik diloket pelayanan, media jaringan computer atau di internet.
Sasaran utama informasi tentang rumah sakit yaitu kepada pengguna dalam hal ini masyarakat. Umumnya kebutuhan masyarakat tentang hal rumah sakit yaitu “Mutu Pelayanan” (baca aspek pasien…red) harapan dari mereka yaitu apakah bisa sembuh kalau berobat atau apakah pemeliharaan kesehatan yang diberikan cukup berkualitas, kedua tentang “Biaya”, adakah informasi tentang biaya yang jelas dan pasti, karena sampai saat ini posisi pasien berada di “Ketidak tahuan tentang biaya pelayanan dirumah sakit”
Mudah diaplikasikan, Single Data Entry, Aman dalam penyimpanan , data akurat.
Single data entry dalam SIRS dimaksukan agar perekaman data baik data pelanggan/pasien maupun data /informasi lainnya yang berkaitan dengan operasional rumah sakit di inputkan hanya sekali saja. Hal ini dapat diperoleh dengan menetapkan satu kata kunci agar data tidak terduplikasi atau tidak kehilangan makna.
Data Aman dan Akurat dimaksukan :
Pada waktu data tersebut di akses kembali tidak berubah artinya yang ada hanya penambahan data dan data tersebut tidak terlepas dari data induknya.
Sewaktu data di nonaktifkan tidak hilang dan sewaktu waktu dapat di reproduksi dan tidak berubah.
Semua item data mempunyai arti dan terkait satu sama lainnya, artinya tidak ada satupun data yang berdiri sendiri.
Tidak ada satu item data yang mempunyai arti/ nomenklatur yang berbeda.
Secara fisik data tersebut aman dalam arti seluas-luasnya, bebas dari ancaman kerusakan / kehilangan. Kalaupun terjadi hal tersebut .dapat diproduksi kembali dari salinan yang dibuat secara mirroring.
Ciri khas suatu aplikasi yang baik yaitu tidak ada proses perubahan data atau penghapusan data. dan untuk menghindari kesalahan operator (Human Error), maka proses input data diminimalisasi dengan penggunahan item pilihan yang telah di tetapkan.
Efisien dalam hal tenaga, biaya dan waktu , bila perlu paper less
SIRS yang Efisien, Suatu ciri khas sistem yang baik dan dinamis yaitu dapat mengantisipasi perubahan, dalam arti perubahan (bisnis proses) yang terjadi tidak menyebabkan adanya penambahan sumber daya. bila perlu beberapa kegiatan yang selama ini dapat menyerap sumber daya yang cukub besar, dan dengan pemanfaatan aplikasi , justru dapat diminimalisasi bila perlu diambil alih seluruhnya oleh aplikasi.Lain halnya dalam pemeliharaan peningkatan atau pengembangan kinerja Software memang perlu adanya persiapan /perencanaan angaran yang pasti.
Efektif mencegah terjadinya potensi permasalahan : Lonjakan antrian pasien, Pengaturan ruang perawatan, Moral Hazard Pelangan eksternal maupun internal
Potensi Permasalahan SIRS, Suatu Aplikasi SIRS yang andal apabila dapat mengantisipasi adanya perubahan dalam SOP , Kebijakan, peraturan-peraturan atau adanya pengembangan subsistem dalam rumah sakit.
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa perubahan terbanyak yang seharusnya terjadi/ tidak dapat dihindari (karena perubahan tersebut dapat meningkatkan citra rumah sakit) , tetapi dapat menimbulkan permasalahan pada Aplikasi SIRS (asumsi telah mempunyai Aplikasi SIRS/SIMRS):
Pelayanan Registrasi yang awalnya registrasi hanya diloket kemudian dikembangkan menjadi registrasi dibeberapa tempat atau registrasi online.
Pelayanan obat rawat inap yang awalnya menggunakan sistem peresepan berubah menjadi penggunaan CPO (catatan pemberian obat) pada ODDD atau OUDD
Perubahan tarif pelayanan maupun pola tarif.
Peningkatan status klas/tingkat rumah sakit maupun adanya akreditasi rumah sakit
Adanya Aplikasi pihak ketiga misalnya dari pemasok BAKHP/KSO atau Penjamin.
Perubahan monitoring dan evaluasi indikator kinerja rumah sakit
Penerapan ISO terakreditasi atau atau pengembangan standar pelayanan internasional lainya
Penataan catatan medik dan data pelanggan
Pengendalian Fraud atau Abuse dari aspek rumah sakit, pelanggan atau penjamin
Perubahan pengukuran kinerja /pengganjian pegawai/karyawan
dan lain-lain perubahan atau pengembangan medical pathway’s atau pengembangan subsistem lainya misalnya jenjang pendidikan, kepangkatan , prestasi.
Dinamis dan fleksibel, dapat mengantisipasi perubahan.
Perubahan SIRS, Suatu aplikasi yang baik yaitu apabila ada perubahan yang dituntut demi untuk meningkatkan citra suatu unit kerja , tidak perlu dilakukan perubahan dalam aplikasi itu sendiri. Artinya aplikasi tersebut sangat fleksibel. sebagai satu contoh dalam penetapan suatu tarif paket yang terdiri dari pemberian BAKHP, Jasa Medis , Jasa rumah sakit dan obat standar rumah sakit. dan dalam perkembangannya pola paket ini harus di urai kembali. dan demikian pula sebaliknya. atau contoh yang lain pada pelayanan rawat inap yang menggunakan pemberian obat secara peresepan dan diubah menjadi cara ODDD atau OUDD. maka suatu aplikasi yang baik tidak perlu ada perubahan pemograman dalam aplikasi.
Apabila Anda sebagai Vendor/pengembang atau sebagai konsultan atau mungkin sebagai manajemen rumah sakit dan terlibat dan menyiapkan waktu apalagi biaya untuk perubahan pemograman . maka saya dapat katakan bahwa aplikasi tersebut termasuk aplikasi Gatek (Gagal teknologi) dan keadaan inilah yang menjadi pemicu utama ketidak puasaan dari user
EWS (Early Warning System) dalam SIRS
Aplikasi yang terbilang cukup canggih apabila dalam pelaksanaan operasional rutin suatu rumah sakit, aplikasi dapat memberikan signal peringatan pada user bahwa sistem yang sementara berjalan tidak sesuai dengan semesti apakah itu indikator kinerja yang kurang tercapai atau sangat melampau yang tidak sesuai dengan perencanaan. dan lebih baik lagi apabila sekaligus dapat memberikan alternatif pencegahan atau koreksi dalam berbagai tingkat.
Penerapan Bridge System dalam Sistem Informasi Manajemen
Arti istilah bridge :
Menjembatani, mempertemukan, jembatan antara berbagai subsistem dalam SIM dengan satu atau beberapa system termasuk sistem dari pihak ketiga.
SubSistem : termasuk Suatu proses bisnis, standar-standar prosedur, kebijakan dan peraturan atau kesepakatan
Dituangkan dalam suatu Aplikasi Program (Komputerisasi)
-sumber-
kunjungi juga http://pikesstikpan.blogspot.com/p/sirs_17.html
SIRS YANG ANDAL :
Beberapa rumah sakit telah menerapkan system kendali mutu atau prosedur mutu dalam pelaksanaan operasional rumah sakit, baik yang sertifikasi maupun non sertifikasi.
Prosedur mutu sangat fleksibel dan mudah diaplikasikan namun membutuhkan satu tenaga Manager Representative yang independen.
Uraiyan bisnis proses secara rinci dibuat dalam standar operasional prosedur dan masing masing SOP yang bisa saja mempunyai beberapa catatan instruksi
Semua SOP dituangkan dalam lembar eProsedur Mutu dan dikendalikan (Terkendali oleh aplikasi) sehingga apabila dalam pelaksanaan nya terjadi ketidak sesuaian maka modul EWS memberikan signal/peringatan dan selanjutnya oleh Manager Representative membuatkan tindakan koreksi sekaligus membuatkan tindakan pencegahannya.
Bisnis proses yang dituangkan dalam SOP tersebut dievaluasi minimal 2 kali setahun dan mutlak dilakukan pengembangan
Pasien mudah mendapatkan informasi , baik diloket pelayanan, media jaringan computer atau di internet.
Sasaran utama informasi tentang rumah sakit yaitu kepada pengguna dalam hal ini masyarakat. Umumnya kebutuhan masyarakat tentang hal rumah sakit yaitu “Mutu Pelayanan” (baca aspek pasien…red) harapan dari mereka yaitu apakah bisa sembuh kalau berobat atau apakah pemeliharaan kesehatan yang diberikan cukup berkualitas, kedua tentang “Biaya”, adakah informasi tentang biaya yang jelas dan pasti, karena sampai saat ini posisi pasien berada di “Ketidak tahuan tentang biaya pelayanan dirumah sakit”
Mudah diaplikasikan, Single Data Entry, Aman dalam penyimpanan , data akurat.
Single data entry dalam SIRS dimaksukan agar perekaman data baik data pelanggan/pasien maupun data /informasi lainnya yang berkaitan dengan operasional rumah sakit di inputkan hanya sekali saja. Hal ini dapat diperoleh dengan menetapkan satu kata kunci agar data tidak terduplikasi atau tidak kehilangan makna.
Data Aman dan Akurat dimaksukan :
Pada waktu data tersebut di akses kembali tidak berubah artinya yang ada hanya penambahan data dan data tersebut tidak terlepas dari data induknya.
Sewaktu data di nonaktifkan tidak hilang dan sewaktu waktu dapat di reproduksi dan tidak berubah.
Semua item data mempunyai arti dan terkait satu sama lainnya, artinya tidak ada satupun data yang berdiri sendiri.
Tidak ada satu item data yang mempunyai arti/ nomenklatur yang berbeda.
Secara fisik data tersebut aman dalam arti seluas-luasnya, bebas dari ancaman kerusakan / kehilangan. Kalaupun terjadi hal tersebut .dapat diproduksi kembali dari salinan yang dibuat secara mirroring.
Ciri khas suatu aplikasi yang baik yaitu tidak ada proses perubahan data atau penghapusan data. dan untuk menghindari kesalahan operator (Human Error), maka proses input data diminimalisasi dengan penggunahan item pilihan yang telah di tetapkan.
Efisien dalam hal tenaga, biaya dan waktu , bila perlu paper less
SIRS yang Efisien, Suatu ciri khas sistem yang baik dan dinamis yaitu dapat mengantisipasi perubahan, dalam arti perubahan (bisnis proses) yang terjadi tidak menyebabkan adanya penambahan sumber daya. bila perlu beberapa kegiatan yang selama ini dapat menyerap sumber daya yang cukub besar, dan dengan pemanfaatan aplikasi , justru dapat diminimalisasi bila perlu diambil alih seluruhnya oleh aplikasi.Lain halnya dalam pemeliharaan peningkatan atau pengembangan kinerja Software memang perlu adanya persiapan /perencanaan angaran yang pasti.
Efektif mencegah terjadinya potensi permasalahan : Lonjakan antrian pasien, Pengaturan ruang perawatan, Moral Hazard Pelangan eksternal maupun internal
Potensi Permasalahan SIRS, Suatu Aplikasi SIRS yang andal apabila dapat mengantisipasi adanya perubahan dalam SOP , Kebijakan, peraturan-peraturan atau adanya pengembangan subsistem dalam rumah sakit.
Berikut ini saya akan menampilkan beberapa perubahan terbanyak yang seharusnya terjadi/ tidak dapat dihindari (karena perubahan tersebut dapat meningkatkan citra rumah sakit) , tetapi dapat menimbulkan permasalahan pada Aplikasi SIRS (asumsi telah mempunyai Aplikasi SIRS/SIMRS):
Pelayanan Registrasi yang awalnya registrasi hanya diloket kemudian dikembangkan menjadi registrasi dibeberapa tempat atau registrasi online.
Pelayanan obat rawat inap yang awalnya menggunakan sistem peresepan berubah menjadi penggunaan CPO (catatan pemberian obat) pada ODDD atau OUDD
Perubahan tarif pelayanan maupun pola tarif.
Peningkatan status klas/tingkat rumah sakit maupun adanya akreditasi rumah sakit
Adanya Aplikasi pihak ketiga misalnya dari pemasok BAKHP/KSO atau Penjamin.
Perubahan monitoring dan evaluasi indikator kinerja rumah sakit
Penerapan ISO terakreditasi atau atau pengembangan standar pelayanan internasional lainya
Penataan catatan medik dan data pelanggan
Pengendalian Fraud atau Abuse dari aspek rumah sakit, pelanggan atau penjamin
Perubahan pengukuran kinerja /pengganjian pegawai/karyawan
dan lain-lain perubahan atau pengembangan medical pathway’s atau pengembangan subsistem lainya misalnya jenjang pendidikan, kepangkatan , prestasi.
Dinamis dan fleksibel, dapat mengantisipasi perubahan.
Perubahan SIRS, Suatu aplikasi yang baik yaitu apabila ada perubahan yang dituntut demi untuk meningkatkan citra suatu unit kerja , tidak perlu dilakukan perubahan dalam aplikasi itu sendiri. Artinya aplikasi tersebut sangat fleksibel. sebagai satu contoh dalam penetapan suatu tarif paket yang terdiri dari pemberian BAKHP, Jasa Medis , Jasa rumah sakit dan obat standar rumah sakit. dan dalam perkembangannya pola paket ini harus di urai kembali. dan demikian pula sebaliknya. atau contoh yang lain pada pelayanan rawat inap yang menggunakan pemberian obat secara peresepan dan diubah menjadi cara ODDD atau OUDD. maka suatu aplikasi yang baik tidak perlu ada perubahan pemograman dalam aplikasi.
Apabila Anda sebagai Vendor/pengembang atau sebagai konsultan atau mungkin sebagai manajemen rumah sakit dan terlibat dan menyiapkan waktu apalagi biaya untuk perubahan pemograman . maka saya dapat katakan bahwa aplikasi tersebut termasuk aplikasi Gatek (Gagal teknologi) dan keadaan inilah yang menjadi pemicu utama ketidak puasaan dari user
EWS (Early Warning System) dalam SIRS
Aplikasi yang terbilang cukup canggih apabila dalam pelaksanaan operasional rutin suatu rumah sakit, aplikasi dapat memberikan signal peringatan pada user bahwa sistem yang sementara berjalan tidak sesuai dengan semesti apakah itu indikator kinerja yang kurang tercapai atau sangat melampau yang tidak sesuai dengan perencanaan. dan lebih baik lagi apabila sekaligus dapat memberikan alternatif pencegahan atau koreksi dalam berbagai tingkat.
Penerapan Bridge System dalam Sistem Informasi Manajemen
Arti istilah bridge :
Menjembatani, mempertemukan, jembatan antara berbagai subsistem dalam SIM dengan satu atau beberapa system termasuk sistem dari pihak ketiga.
SubSistem : termasuk Suatu proses bisnis, standar-standar prosedur, kebijakan dan peraturan atau kesepakatan
Dituangkan dalam suatu Aplikasi Program (Komputerisasi)
-sumber-
kunjungi juga http://pikesstikpan.blogspot.com/p/sirs_17.html
Sabtu, 12 Juli 2014
Apa itu SIRS ( Sistem Informasi Rumah Sakit )
11.44
Sistem Informasi Rumah Sakit ( SIRS )
Apa itu SIRS dan Fungsi SIRS
Kebutuhan data dan informasi semakin meningkat dan mencakup berbagai aspek,begitu pula dalam bidang kesehatan,khususnya Rumah Sakit ,guna menentukan kebijakan di Bidang Upaya Kesehatan,Rumah Sakit wajib membuat pelaporannya.Pelaporan Rumah Sakit yang baik dan benar bergantung pada data Rumah Sakit ,sehingga di perlukan sebuah sistem manajemen yang mengatur serta mengawasi bagaimana cara mengisi dan mengolah data Rumah Sakit yang lebih di kenal Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ( SIMRS ) .SIMRS adalah sub bagian paling penting dari SIRS,sehingga SIM-RS bisa juga di sebut Aplikasi Sistem Infromasi Rumah Sakit. lalu apa itu SIRS ? lebih jauh akan di bahas di bawah.
1. Apa Itu SIRS
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data rumah sakit se-Indonesia. Sistem Informasi ini mencakup semua Rumah Sakit umum maupun khusus, baik yang dikelola secara publik maupun privat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
SIRS yang berlaku saat ini adalah SIRS revisi 6 tahun 2011,dimana SIRS VI ini merupakan penyempurnaan dari SIRS Revisi V yang disusun berdasarkan masukan dari tiap Direktorat dan Sekretariat dilingkungan Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan. Hal ini diperlukan agar dapat menunjang pemanfaatan data yang optimal serta semakin meningkatnya kebutuhan data saat ini dan yang akan datang.
Jika kita bicara tentang Proses maka akan ada unsur Input dan Ouput.Proses dalam Input Ouput Rumah Sakit wajib melakukan Pengumpulan ,Pengelolahan,dan Penyajian Data ,rangkaian Proses ini akan menghasilkan Data Pelaporan Rumah Sakit dikirmkan dari “Rumah Sakit ke Dinas Kesehatan Provinsi & Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota”. Selain itu juga dibutuhkan pelaporan dari “Rumah Sakit ke KEMENKES RI”.Dalam Membantu implementasi SIRS ,lahirlah Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) dan Menteri Kesehatan telah menerbitkan buku Petunjuk Teknis SIRS 2011,untuk mendownload buku ini,sudah di sertakan di akhir postingan ini.
penyelenggaraan SIRS guna mewujutkan visi dan misi Rumah Sakit.
Aplikasi SIRS berbasis Online,untuk itu setiap rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan registrasi di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
http://buk.depkes.go.id/
penyelenggaraan SIRS guna mewujutkan visi dan misi Rumah Sakit.
Aplikasi SIRS berbasis Online,untuk itu setiap rumah sakit harus terlebih dahulu melakukan registrasi di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
http://buk.depkes.go.id/
Berikut merupakan isi dari Pelaporan SIRS Rev. 6 “Terbaru” :
- RL 1 “Data Dasar Rumah Sakit”
- RL 1.1 (Data Dasar Rumah Sakit)
- RL 1.2 (Indikator Pelayanan Rumah Sakit)
- RL 1.3 (Fasilitas Tempat Tidur Rawat Inap)
- RL 2 “Ketenagaan”
- RL 3 “Pelayanan”
- RL 3.1 (Rawat Inap)
- RL 3.2 (Rawat Darurat)
- RL 3.3 (Gigi & Mulut)
- RL 3.4 (Kebidanan)
- RL 3.5 (Perinatologi)
- RL 3.6 (Pembedahan)
- RL 3.7 (Radiologi)
- RL 3.8 (Laboratorium)
- RL 3.9 (Rehabilitasi Medik)
- RL 3.10 (Pelayanan Khusus)
- RL 3.11 (Kesehatan Jiwa)
- RL 3.12 (Keluarga Berencana)
- RL 3.13 (Farmasi Rumah Sakit)
- RL 3.14 (Rujukan)
- RL 3.15 (Cara Bayar)
- RL 4 “Morbiditas san Mortalitas”
- RL 4.a (Penyakit Rawat Inap)
- RL 4.b (Penyakit Rawat Jalan)
- RL 5 “Pengunjung Rumah Sakit”
- RL 5.1 (Pengunjung Rumah Sakit)
- RL 5.2 (Kunjungan Rawat Jalan)
- RL 5.3 (Daftar 10 Besar Penyakit Rawat Inap)
- RL 5.4 (Daftar 10 Besar Penyakit Rawat Jalan)
- Dan berikut ini jenis pelaporan jika ditinjau dari waktu pelaporannya :
- Laporan Updating : RL 1, RL 1.1
- Laporan Tahunan : RL 1.2, RL 1.3, RL 2, RL 3, RL 3.1, RL 3.2, RL 3.3, RL 3.4, RL 3.5, RL 3.6, RL 3.7, RL 3.8, RL 3.9, RL 3.10, RL 3.11, RL 3.12, RL 3.13, RL 3.14, RL 3.15, RL 4, RL 4a, RL 4b.
- Laporan Bulanan : RL 5, RL 5.1, RL 5.2, RL 5.3, RL 5.4.
2. Fungsi SIRS.
Kita sudah membahas apa itu SIRS,dalam bahasa yang sederhana "SIRS adalah Pelaporan Data Ruma Sakit yang Berbasis Online,sehingga lebih cepat dan mudah,serta Infromasi yang di dapatkan lebih uptodate aplikasinya di sebut SIM-RS" .SIRS hanya bisa di lakukan di situs resmi Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan yaitu http://buk.depkes.go.id.dan Rumah Sakit wajib terlebih dahulu resgistrasi sebelum menggunakan SIRS.
Sekarang kita akan mengetahui Fungsi SIRS yaitu :
Sekarang kita akan mengetahui Fungsi SIRS yaitu :
- Membantu mewujudkan visi dan misi RS
- Membangun dan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi
- Mensosialisasikan dan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia RS mengoperasikan teknologi informasi
- Meningkatkan kinerja Rumah Sakit menjadi lebih efisien dan efektif
- Meningkatkan nilai jual RS di masyarakat sebagai RS yang mengedepankan pelayanan
- Manajemen pengelolaan data menjadi informasi yang cepat dan tepat guna bagi kepentingan User, Manajemen maupun Pemerintah
- Meningkatkan mutu dan mempercepat proses pelayanan RS
- Meningkatkan loyalitas dan kebanggaan karyawan terhadap RS tempat mereka mengabdi
- Mengurangi kesalahan-kesalahan faktor manusia
- Menghilangkan permasalahan redudansi data
- Menghilangkan permasalahan ketidakkonsistenan data
- Pemetaan desain sistem informasi sesuai dengan kebutuhan informasi pada saat ini dan masa datang.
Untuk Mendownload silakan kunjungi: Gratis Download ebook Petunjuk Teknis SIRS
Referensi :
Buku JUKNIS SIRS 2011-buk.depkes.go.id
http://indra18mangun.wordpress.com/rekam-medis/sirs-rev-6/
Buku JUKNIS SIRS 2011-buk.depkes.go.id
http://indra18mangun.wordpress.com/rekam-medis/sirs-rev-6/
http://inticom.wordpress.com/sistem-informasi-rumah-sakit/
http://sirs-medan.blogspot.com/2012/10/manfaat-simrs.html
http://fanyeka.wordpress.com/2013/05/28/sirs-dan-sim-rs/
http://202.70.136.52/sirs/login.php
Kunjungi Juga :
Penulis juga mohon kritik dan sarannya Kritik Dan Saran anda. Selasa, 10 Juni 2014
Apa itu International Classification of Diseases (ICD) ?
11.13
Apa Itu International Classification of Diseases (ICD)
ICD Juga sering di sebut Statistik Klasifikasi Internasional Penyakit dan Masalah Kesehatan Terkait adalah alat diagnostik standar untuk epidemiologi, manajemen kesehatan dan tujuan klinis. Ini termasuk analisis situasi kesehatan umum kelompok populasi. Hal ini digunakan untuk memonitor insiden dan prevalensi penyakit dan masalah kesehatan lainnya.
Hal ini digunakan untuk mengklasifikasikan penyakit dan masalah kesehatan lainnya direkam pada banyak jenis kesehatan dan catatan penting termasuk sertifikat kematian dan catatan kesehatan. Selain memungkinkan penyimpanan dan pengambilan informasi diagnostik untuk tujuan klinis, epidemiologis dan kualitas, catatan ini juga menyediakan dasar bagi penyusunan statistik mortalitas dan morbiditas nasional oleh negara-negara anggota WHO. Hal ini digunakan untuk penggantian dan alokasi sumber daya pengambilan keputusan oleh negara.
ICD-10 disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia Empat puluh ketiga bulan Mei 1990 dan mulai digunakan di negara-negara anggota WHO sejak tahun 1994. Revisi 11 klasifikasi telah dimulai dan akan berlanjut sampai 2017.
ICD merupakan proyek utama untuk statistik mengklasifikasikan gangguan kesehatan, dan memberikan bantuan diagnostik. ICD adalah inti berbasis statistik sistem diagnostik klasifikasi untuk masalah yang terkait kesehatan dari.
Versi ICD
ICD terbagi dalam beberap Versi yaitu :
- 1 ICD-6
- 2 ICD-7
- 3 ICD-8
- 4 ICD-9
- 4.1 ICPM
- 4.2 ICD-9-CM
- 5 ICD-10
- 5.1 ICD-10-CM
- 5.2 ICD-10-CA
- 6 ICD-11
- I
- CD adalah revisi berkala dan saat ini sedang dalam revisi kesepuluh. The ICD-10 , seperti yang diketahui oleh karena itu, dikembangkan pada tahun 1992 untuk melacak statistik kesehatan. ICD-11 direncanakan untuk 2017.Pada tahun 2007 rencana pembangunan termasuk menggunakan Web 2.0 prinsip untuk mendukung revisi rinci. [6] update minor Tahunan dan Triennial update utama yang diterbitkan oleh WHO. [ 7] ICD adalah bagian dari "keluarga" dari panduan yang dapat digunakan untuk melengkapi satu sama lain, termasuk juga Klasifikasi Internasional Berfungsi, cacat, dan Kesehatan yang berfokus pada domain berfungsi (cacat) yang berhubungan dengan kondisi kesehatan, dari kedua perspektif medis dan sosial.
Gratis Download E-book Kode Etik Pormiki dan Standar Profesi Perekam Medis
10.46
GRATIS DOWNLOAD EBOOK
KODE ETIK dan STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS
Langsung Klik Aja
![]() |
| KODE ETIK |
![]() |
| STANDAR PROFESI PEREKAM MEDIS |
Sabtu, 31 Mei 2014
Memanfaatkan Aplikasi Database Kesehatan dari DEPKES
07.16
Cara Menggunakan Aplikasi Database Kesehatan DepKes
Aplikasi Database kesehatan,adalah aplikasi berbasis web ,sesuai namanya dengan namanya aplikasi ini berfungsi menyediakan data kesehatan nasional ,yang pada halaman pertama terbagi dalam 4 kategori menu :
1. Data Puskesmas
1. Data Puskesmas
2. Data Kesehatan per Propinsi
3. Data kunker
4. Data kesehatan per
Dengan Aplikasi ini ,dapat memudahkan kita untuk melihat tabel dan grafik sesuai dengan indikator yang kita seleksi.misalnya pada menu data puskesmas ,kita akan bisa mengetahui seluruh jumlah puskesmas di seluruh provinsi. tapi kalau kita ingin yang lebih spesifik misalnya kita ingin melihat jumlah puskesmas di propinsi sulawessi selatan maka kita tinggal pilih menu Data Kesehatan per Propinsi.
Selain jumlah puskesmas,juga dalam aplikasi ini kita juga bisa memilih beberapa indikator misalnya saya ingin melihat tabel jumlah penduduk di sulawessi selatan serta jumlah penyakit kusta di sulawessi selatan tahun 2012 ( karena ini data yang di update terakhir,saya tidak tahu kenapa 2013 belum ada ).lihat screenshoot-nya.

Okey kalau mau coba kunjungi saja http://www.bankdata.depkes.go.id/
Sabtu, 17 Mei 2014
Kepemilikan Isi Rekam Medis Dari - Aspek Hukum Rekam Medis
18.18
Kepemilikan Isi Rekam Medis
Pendahuluan
Semenjak pasien bertemu dengan dokter guna mendapatkan pelayanan kesehatan maka sejak itu secara tidak langsung sudah ada jalinan hukum di antara keduannya.Karena itu relasi antara dokter pasien harus di jamin sebuah hukum karena menyangkut tentang data pasien.Saat pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter ,maka dokter tentu mengetahui semua data pribadi milik pasien,tidak hanya dokter instansi serta tenaga medis dan non medis yang terkait dengan pelayanan kesehatan pasien tersebut juga mengetahui data rahasia pribadi milik pasien yang resmi tertuang dalam rekam medis.
sesuai dengan Undang-Undang No.29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan Permenkes No.269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam Medis di atur tentang Kepemilikan Rekam Medis sehingga adanya kepastian hukum atas kepemilikan dan kerahasian isi rekam medis.
Apa Itu Kepemilikan Rekam Medis ?
Kepemilikan
Secara umum pengertian dari Kepemilikan adalah "kekuasaan yang didukung secara sosial untuk memegang kontrol terhadap sesuatu yang dimiliki secara eksklusif dan menggunakannya untuk tujuan pribadi. wikipedia.com.". Sedangkan menurut Bapak Satjipto Rahardjo ,Ilmu hukum thn.2000 mengatakan bahwa Kempemilikan menunjukan hubungan antara seorang / subjek hukum dengan objek yang menjadi sasaran kepemilikan.kepemilikan terdiri dari suatu kompleks hak-hak yang kesemuanya dapat di golongkan kedalam ius in rem,karena ia berlaku kepada semua orang.
Apa itu Isi Rekam Medis ?
secara umum kita ketahui bahwa yang di maksud dengan isi rekam medis adalah Isi Rekam Medis merupakan catatan keadaan tubuh dan kesehatan, termasuk data tentang identitas,data sosial,data medis seorang pasien.
sedangkan menurut pasal 1(1) ketentuan umum permenkes 269/Menkes/Per/III/2008 menyatakan bahwa rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,pemeriksaan,pengobatan,tindakan pelayanan lain yang di telah di berikan kepada pasien.
Siapa Pemilik Rekam Medis ?
Pada prinsipnya isi Rekam Medis adalah milik pasien, sedangkan berkas Rekam Medis (secara fisik) adalah milik Rumah Sakit atau institusi kesehatan. Pasal 10 Permenkes No. 749a menyatakan bahwa berkas rekam medis itu merupakan milik sarana pelayanan kesehatan, yang harus disimpan sekurang-kurangnya untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat. Untuk tujuan itulah di setiap institusi pelayanan kesehatan, dibentuk Unit Rekam Medis yang bertugas menyelenggarakan proses pengelolaan serta penyimpanan Rekam Medis di institusi tersebut. Karena isi Rekam Medis merupakan milik pasien, maka pada prinsipnya tidak pada tempatnya jika dokter atau petugas medis menolak memberitahu tentang isi Rekam Medis kepada pasiennya, kacuali pada keadaan-keadaan tertentu yang memaksa dokter untuk bertindak sebaliknya. Sebaliknya, karena berkas Rekam Medis merupakan milik institusi, maka tidak pada tempatnya pula jika pasien meminjam Rekam Medis tersebut secara paksa, apalagi jika institusi pelayanan kesehatan tersebut menolaknya.
Sabtu, 12 April 2014
Senin, 07 April 2014
ICD 10 menuju ICD 11
04.12
KOLABORASI DUNIA MENUJU ICD 11 WHO
Siapa Yang Menggunakan ICD ?Pengguna termasuk dokter , perawat , penyedia pelayanan kesehatan lainnya , peneliti , manajer informasi kesehatan dan para koding , pekerja teknologi informasi kesehatan , pembuat kebijakan , perusahaan asuransi dan organisasi pasien .Semua negara anggota ICD menggunakan dan telah diterjemahkan ke dalam 43 bahasa . Sebagian besar negara ( 117 ) menggunakan sistem untuk melaporkan data kematian , indikator utama status kesehatan .Semua negara anggota diharapkan untuk menggunakan versi terbaru dari ICD untuk pelaporan kematian dan penyakit Statistik ( sesuai dengan Peraturan WHO Nomenklatur diadopsi oleh Majelis Kesehatan Dunia pada tahun 1967 ) .
Mengapa ICD penting ?ICD adalah penting karena menyediakan bahasa umum untuk pelaporan dan pemantauan penyakit . Hal ini memungkinkan dunia untuk membandingkan dan berbagi data dengan cara yang konsisten dan standar - antara rumah sakit , daerah dan negara dan selama periode waktu . ICD memfasilitasi pengumpulan dan penyimpanan data untuk analisis dan berbasis bukti pengambilan keputusan .
Mengapa ICD sedang direvisi ?ICD sedang direvisi untuk lebih mencerminkan kemajuan dalam ilmu kesehatan dan praktek medis . Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi , ICD - 11 akan digunakan dengan aplikasi kesehatan elektronik dan sistem informasi .
Apa fitur dari revisi ini?
ICD - 11 dalam proses revisi ini berbasis web yang terbuka untuk semua pihak yang berkepentingan . Untuk menjamin kualitas itu akan menjadi peer review untuk akurasi dan relevansi .
ICD 11 akan bebas untuk di download secara online untuk penggunaan pribadi ( dan dalam bentuk cetak untuk biaya) .
ICD 11 akan tersedia dalam berbagai bahasa .
Definisi , tanda dan gejala , dan konten lain yang berkaitan dengan penyakit akan didefinisikan dalam cara yang terstruktur sehingga dapat tercatat lebih akurat
Hal ini kompatibel dengan aplikasi kesehatan elektronik dan sistem informasi .Bagaimana cara berpartisipasi dalam revisi ICD - 11 ?Para ahli dan pemangku kepentingan diundang untuk memberikan komentar, usulan dan mengambil bagian dalam uji lapangan klasifikasi direvisi . Mereka yang berpartisipasi akan memiliki kesempatan untuk membuat masukan terstruktur yang akan mengintip ditinjau oleh para ahli di lapangan . WHO menyambut partisipasi aktif dari para peneliti , manajer informasi kesehatan , penyedia layanan kesehatan , dan lain-lain yang tertarik pada klasifikasi .Arah untuk bagaimana untuk berpartisipasi dalam proses revisi yang tersedia pada platform online revisi itu .
Mengapa masukan saya penting ?Karena perspektif kesehatan yang beragam dan pengetahuan dari setiap bagian dari dunia akan membangun klasifikasi yang lebih baik berdasarkan kebutuhan pengguna . Masukan dari berbagai pihak akan meningkatkan konsistensi , komparabilitas dan utilitas klasifikasi .Proses bersama ini akan mengarah pada konsensus global tentang bagaimana penyakit dan masalah kesehatan yang berhubungan dengan didefinisikan dan dicatat . Ini adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari kolaborasi internasional yang akan mengakibatkan koleksi lebih konsisten dan sistematis informasi kesehatan .Bagaimana saya memulai ?Untuk memulai , mendaftar untuk account peserta di portal web . Portal web akan terbuka untuk komentar selama tiga tahun ke depan dan perubahan diterima akan tercermin segera .Ketika Anda mendaftar , Anda akan dapat :
Membuat komentar - pada struktur klasifikasi , konten dan implementasinya
Membuat proposal untuk mengubah kategori ICD
Mengusulkan definisi penyakit
Berpartisipasi dalam pengujian lapangan
Berkontribusi dalam terjemahan bahasa
Selasa, 25 Maret 2014
Gratis download ICD-10 Bahasa Indonesia
06.38
Free atau Gratis Download ICD-10 Bahasa Indonesia
Klik Tombol Download di bawah ini
SS-nya
Terima Kasih Semoga Bermanfaat
Jumat, 21 Maret 2014
Gratis download ebook manual rekam medis WHO dan manual rekam medis Indonesia
09.33
GRATIS DOWNLOAD MANUAL MEDICAL RECORD ( MANUAL REKAM MEDIS) DARI WHO
Apa itu manual rekam medis ? buku manual rekam medis ini di buat untuk para tenaga rekam medis dalam membangun dan mengatur pelayanan rekam medis di instansi pelayanan kesehatan.dan buku ini di khususkan bagi Negara-negara berkembang sehingga dapat menyesuaikan pelayanan rekam medis yang standar tapi masih menitik beratkan pada efektifitas dan efesiensi pelayanan rekam medis.Jadi kesimpulannya buku manual rekam medis ini adalah standarisasi pelayanan rekam medis yang efektif dan efesiensi.
Dengan memahami buku manual rekam medis ini ,pembaca di harapkan mampu :
- Mengidentifikasi fungsi utama dari MRD ( Medical Record Departement ) dan mengimplementasikan prosedur dasar MRD.
- Memahami berbagai kegunaan rekam medis dan kerahasiaan data rekam medis.
- Mengidentifikasi pasien dan prosedur pendaftaran pasien.
- Mengimplementasikan dan membuat Index utama pasien dalam MRD atau instansi rekam medis.
- Mengimplementasikan data pelayanan kesehatan dan index penyakit dan prosedur pelayanan kesehatan.
- Dll
Untuk lebih lanjut silakan download ebooknya:
Untuk Medical Record WHO.
Klik DISINI untuk download atau klik gambarnya :
![]() |
| cover buku manual medical record who |
Untuk Manual Rekam Medis Bahasa Indonesia
klik DISINI untuk download atau klik gambarnya
![]() |
| manual rekam medis indonesia |
jika anda kesulitan download pake link ini : http://adf.ly/1I7eJg
Langganan:
Postingan (Atom)























